ASUHAN KEPERAWATAN (ASKEP) PADA PASIEN DYSPEPSIA DIRUMAH SAKIT SHANTI GRAHA

Teman, ketemu lagi sama saya di blog kesayangan kita bayuajuzt.blogspot.com yang selalu menyediakan info-info menarik. Nah kali ini saya akan memberikan informasi mengenai ASUHAN KEPERAWATAN (ASKEP) PADA PASIEN DYSPEPSIA
Langsung ajah deh lihat contohnya disini:


ASUHAN PELAYANAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN DYSPEPSIA
DI RUANG MAWAR  RUMAH SAKIT SHANTI GRAHA





OLEH KELOMPOK RAWAT INAP :
1.      KETUT BAYU PARWATA
2.      EVI SOFYANTARI
3.      ANDIKA DEWI
4.      SUPRAYATNA
5.      NOVRIYAM
6.      SURYANI
7.      SUKANATA
8.      ARIANTI
9.      LINDAYANI
10.  DIAH ASTITI
11.  SUKA DEWI
12.  RISKA ERA
13.  GIAN
14.  EKA APRILIANI



SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK KESEHATAN KARYA USADHA SERIRIT
PROGRAM KEAHLIAN KEPERAWATAN
TAHUN 2012


DAFTAR ISI

                            


DAFTAR ISI ………………………………………………………………..         i
LEMBAR PENGESAHAN …………………………………………………        ii
KATA PENGANTAR ………………………………………………………         iii
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………..         1
1.1  LATAR BELAKANG ………………………………………………         1
1.2  TUJUAN RUANG LINGKUP MASALAH ………………………..         1
1.3  SISTEMATIKA PENULISAN ……………………………………..          2
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………         3
2.1  KONSEP DASAR TEORI ………………………………………...          3
2.1.1    Pengertian ………………………………………………….         3
2.1.2    Penyebab …………………………………………………..          3
2.1.3    Patofisiologi ……………………………………………….          4
2.1.4    Gejala ……………………………………………………...          4
2.1.5    Penatalaksanaan …………………………………………...          5
2.2 LAPORAN KASUS ……………………………………………….            5
2.2.1    Pengkajian …………………………………………………          5
2.2.2    Perencanaan ……………………………………………….          15
2.2.3    Pelayanan Keperawatan …………………………………...          18
2.2.4    Evaluasi …………………………………………………...           20
BAB III PENUTUP ………………………………………………………...           22
3.1    KESIMPULAN …………………………………………………..           22
3.2    SARAN …………………………………………………………..           22
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………           23
i
 


LEMBAR PENGESAHAN


Laporan Hasil praktek kerja industri yang berlangsung di Rumah Sakit Shanti Graha Seririt
Dari tanggal 25 Juni 2012 dengan mengambil materi Kompetensi
“Memberikan Keperawatan Sederhana pada Penyakit Dyspepsia di ruang Mawar
Rumah Sakit Shanti Graha Seririt dari tanggal 24 Juli 2012 s/d 26 Juli 2012”




            Pembimbing Lapangan                                                                Pembimbing Akademis




KADEK AGUS SUPRIADI, Amd.Kep.                                         MADE MAHYUNI Amd. Keb.        


Menyetujui
Kepala Program Keahlian Keperawatan




Nengah Wirawan, AMKep





Seririt, 27 Juli 2012
Telah disahkan oleh
Kepala Smk Kesehatan Karya usadha Seririt





Drs Putu Rena, M.ag

ii
 


KATA PENGANTAR


Om Swastyastu,   
         Puji Syukur kami panjatkan kehadirat tuhan yang Maha Esa, Karena berkat Rahmat-Nya lah Kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat pada waktunya. Tugas yang akan kami bahas disini adalah ASUHAN PELAYANAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DYSPEPSIA.
            Tugas yang kami buat ini bukan semata-mata hanya untuk melengkapi tugas sekolah yang diberikan oleh guru pembimbing kami, melainkan juga kami berharap agar tugas ini dapat berguna bagi pembaca dan masyarakat untuk refrensi, terkait Masalah penyakit Dyspepsia.
            Kami mengucapkan terimakasih kepada Pembimbing kami di Rumah Sakit Shanti Graha, karena bersedia membimbing kami selama melakukan praktek di RS. Shanti Graha. Juga saya mengucapkan terimakasih kepada guru-guru kami disekolah yang juga telah bersedia memberikan bimbingannya kepada kami.
            Tugas ini kami sadari belum sempurna, karena kami juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, untuk itu kami meminta maaf. Juga kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif dari pembaca agar tugas kami ini bisa lebih baik lagi.
Om Santih, santih, santih om
           


                                                                          Seririt, 26 Juli 2012

                                                                                             Penyusun,

                                                                                      







iii


 

1
                                                                                                                  
BAB I
PENDAHULUAN



1.1      LATAR BELAKANG
      
       Pembangunan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan nasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi - tingginya. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat masih ditemukan berbagai masalah yang menghambat pembangunan kesehatan. Salah satu masalah dalam mencapai derajat kesehatan tersebut adalah tingginya angka kesakitan dan kematian di Indonesia setiap tahunnya.
       Gangguan saluran cerna merupakan sebagian besar penyakit yang menyebabkan penderita mencari pertolongan medis, walaupun gangguan saluran pencernaan  bukan merupakan penyeban langsung kematian seperti gangguan kardiovaskuler, tetapi merupakan salah satu penyebab  kematian tersering.
       Dyspepsia adalah merupakan kumpulan gejala/simtom atau sindrom yang terdiri dari keluhan nyeri uluh hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, rasa penuh/begah dan rasa panas didada/epigastrium. Dyspepsia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemui dokter dalam praktek sehari – hari.
       Dari masalah yang terpaparkan diatas , menarik minat kami untuk membahas asuhan keperawatan penyakit Dyspepsia, agar dapat mencegah, dan mengatasi masalah-masalah yang timbul akibat penyakit ini.

1.2      TUJUAN RUANG LINGKUP MASALAH

      1.     Tujuan umum
Untuk memperoleh pengalaman tentang penerapan asuhan keperawatan gangguan sistem pencernaan dyspepsia di Ruang Mawar Rumah Sakit Shanti Graha

2.    Tujuan khusus
a.       Mampu melakukan tahapan pengkajian asuhan keperawatan gangguan sistem pencernaan dengan dyspepsia
2
 


b.      Mampu melakukan tahapan perencanaan asuhan keperawatan gangguan sistem pencernaan dengan dyspepsia
c.       Mampu melakukan tahapan implementasi asuhan keperawatan gangguan sistem pencernaan dengan dyspepsia
d.      Mampu melakukan tahapan evaluasi asuhan keperawatan gangguan sistem pencernaan dengan dyspepsia


1.3      SISTEMATIKA PENULISAN

a.    Wawancara langsung dengan tanya jawab pada klien, keluarga, pembimbing.
b.    Observasi yaitu dengan cara mengamati langsung pada saat melakukan asuhan keperawatan
c.    Pengkajian fisik sebelum melakukan perencanaan dan tindakan keperawatan.



 3
 
BAB II
PEMBAHASAN


2.1   KONSEP DASAR TEORI

2.1.1        Pengertian :
Dyspepsia adalah kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/sakit di perut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan. (Arif Mansjoer, dkk, 1999). Dyspepsia dapat juga didefinisikan sebagai kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak baik episodic, atau persisten yang diduga berasal dari saluran makanan bagian atas (Kelompok Studi Helicobakter Pilori Indonesia, 1996). Dispepsia juga diartikan untuk menjelaskan sejumlah gejala yang umumnya dirasakan sebagai gangguan perut bagian atas dan sering disertai dengan kurangnya asupan makanan (Prof. Dr. Ahmad H. Asdie Sp. Pd, 1999).

2.1.2        Penyebab /Etiologi :
a.    Dispepsia organik.
Dispepsia ini apabila telah diketahui adanya kelainan organik sebagai penyebabnya.
1)        Ulkus peptic kronik (ulkus ventrikuli, ilkus duodeni).
2)        Gastro-oesophageal refluk disease (GORD), dengan atau tanpa esofagitis.
3)        Obat : Aspirin.
4)        Kolelitiasis simtomatik.
5)        Pankreatitis kronik.
6)        Ganggan metabolik (uremia, hiperkalsemia, gastroparesis DM).
7)        Keganasan (gaster, pankreas, kolon).
8)        Insufisiensi vaskula mesentrikus.
9)        Nyeri dinding perut.
b.    Disepsia nonorganik  atau dispepsia fungsional, atau dispepsia nonulkus (DNU).
Dispepsia ini  bila tidak  jelas penyebabnya.
1)        Disfungsi sensorik-motorik gastroduodenum.
2)        Gastroparesis idiopatik/hipomotilitas antrum.
3)        Disritmia gaster.
4)        Hipersensitivitas gaster/duodenum.
5)        Factor psikososial.
4
 


2.1.3        Patofisiologi
      Obat-obatan, penyakit sitemik, endotoksin bakteri, makanan yang terkontaminasi, makanan yang berbumbu seperti lada, cuka atau mustard, kafein, alcohol, dan aspirin, obat – obatan lain seperti, NSAID (indometasin, ibuprofen, naproksen), sulfonamide, steroid dan digitalis  keadaan tersebut dapat menyebabkan kerusakan jaringan, khususnya pembuluh darah, hal ini akan merangsang pengeluaran histamine, pengeluaran histamine merangsang peningkatan vasodilatasi, meningkatkan permiabilitas kapiler terhadap protein, plasma bocor ke interstisium, mukosa menjadi edema, dan sejumlah protein plasma hilang, mukosa kapiler dapat hilang, mukosa kapiler menjadi rusak
            Peningkatan asam akan mengakibatkan perangsangan kolinergik sehingga mengakibatkan peningkatan motalitas, juga meningkatnya sekresi pepsinogen dan menyebabkan fungsi sawar menurun dan terjadinya perubahan kualitatif mucus lambung keadaan ini menyebabkan terjadinya dyspepsia.

2.1.4        Tanda danGejala
Didasarkan atas keluhan/gejala yang dominan, membagi   dispepsia menjadi 3 tipe :
a.    Dispepsia dengan keluhan seperti ulkus (ulcus-like dyspepsia), dengan gejala :
1)        Nyeri epigastrium terlokalisasi.
2)        Nyeri hilang setelah makan atau pemberian antasid.
3)        Nyeri saat lapar.
4)        Nyeri episodik.
b.    Dispepsia dengan gejala seperti dismotilitas (dysmotility-like dyspepsia),dengan
     gejala :
1)        Mudah kenyang.
2)        Perut cepat terasa penuh saat makan.
3)        Mual.
4)        Muntah.
5)        Upper abdominal bloating.
6)        Rasa tak nyaman bertambah saat makan.
c.    Dispepsia non spesifik (tidak ada gejala seperti kedua tipe di atas).
     Pembagian akut dan kronik berdasarkan atas jangka waktu tiga bulan.

5
 
2.1.5        Penatalaksanaan
a.    Farmakologik (Medikamentosa)
1)    Antasida
2)    Antagonis reseptor H2
a)    Semitidin
b)    Ranitidine
c)    Famotidin
d)    Roksatidin
e)    nizatidin
3)    Protein pump inhibatori (Omeprazol)
4)    Prokinetik :
a)    Metoklopramid
b)    Donperidon
c)    Cisapride
5)    Antikolonergik
6)    Psikoterapi
b.    Non farmakologik
1.    Istirahat
2.    Diet :
a)    Seimbang antara karbonhidrat, protein, lemak dan vitamin
b)    Jangan banyak pantangan

2.2    LAPORAN KASUS
2.2.1        PENGKAJIAN DATA DASAR

A.    DATA KLIEN
1.      BIODATA KLIEN
Nama                                            :  K. N
Umur                                            :  16 Tahun
Jenis Kelamin                               :  Perempuan
Agama                                          :  Hindu
Pendidikan                                   :  SMA
Pekerjaan                                      :  Pelajar
Suku/bangsa                                 :  Bali/Indonesia
Status Marital                               :  Belum kawin
Alamat                                          :  Desa Sidatapa
Tanggal Masuk Rumah Sakit       :  24-07-2012


6
 


2.      PENANGGUNG JAWAB
Nama                                            :  N. S
Umur                                            :  35 Tahun
Jenis Kelamin                               :  Laki-laki
Agama                                          :  Hindu
Pendidikan                                   :  SD
Pekerjaan                                      :  Petani
Suku/Bangsa                                 :  Bali/Indonesia
Alamat                                          :  Desa Sidatapa
No Telp                                         :  085 792 952 810

B.     ALASAN DIRAWAT
1.      Keluhan Utama                             :  Nyeri ulu hati, mual-mual, lemas
2.      Riwayat Penyakit Sekarang          : Pasien mengeluh sakit dari 7 hari , pernah berobat di dr. B, dr. A, dr. Ag, dan sebelumnya pernah dirawat di RSUD
3.      Riwayat Penyakit Terdahulu         :  Influenza akut
4.      Riwayat Penyakit Keluarga          :  Dyspepsia
5.      Riwayat Alergi                              :  Alergi debu, dan dingin


C.     PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR KLIEN
1)     Bernafas                                        : Sebelum sakit pasien menyatakan pernah ada riwayat Influenza akut selama 1 Minggu. Setelah sakit pasien mengeluh sesak, kesulitan saat menarik atau menghembuskan nafas, preq. Nafas 16 x permenit.
2)      Nutrisi (Makan dan Minum)         : 
Makan                                          :          Sebelum sakit pasien menyatakan makan 2 x sehari, dalam porsi sedang, kebiasaan makan memakai sendok, sebelum dan sesudah makan pasien mencuci tangan, pasien memiliki nafsu makan, mampu menghabiskan makanan dalam 1 porsi.
                                                          Setelah Sakit Pasien meanyatakan makan 1 x dalam sehari, dalam porsi kecil, kebiasaan makan memakai sendok, sebelum dan sesudah makan pasien mencuci tangan, nafsu makan menurun sudah 7 hari.

Cairan dan Elektrolit                  : Sebelum sakit pasien menyatakan minum 5 gelas dalam sehari, minuman yang dikonsumsi adalah air putih, teh, susu , tidak ada kesulitan dalam hal minum.
7
                                                          
                                                     

                                                        Setelah Sakit Pasien menyatakan minum 2 gelas dalam sehari, minuman yang dikonsumsi air putih, dan pasien mengalami kesulitan untuk minum karena tidak punya nafsu untuk minum.

3)     Eliminasi                                        : Sebelum Sakit Pasien menyatakan BAB 1 x dalam sehari, kosistensi tinja normal, tinja tidak bercampur nanah dan darah, tidak ada rasa nyeri saat BAB, BAK 3 x dalam sehari, urine tidak bercampur nanah dan darah, dan tidak ada rasa nyeri saat BAK.
Setelah Sakit Pasien menyatakan BAB 2 x dalam sehari, konsistensi tinja agak lembek, tinja tidak bercampur dengan nanah dan darah, ada rasa nyeri saat BAB, BAK 3 x dalam sehari, urine tidak bercampur nanah dan darah, tidak ada rasa nyeri saat BAK. 

4)     Tidur                                              :    Pasien Menyatakan tidur 2 jam pada siang hari , pada malam hari tidur 8-9 jam.         

5)     Gerak dan Keseimbangan Tubuh  :  Sebelum Sakit Pasien menyatakan dapat berdiri dengan seimbang, saat berjalan pasien tidak sering terjatuh.  
Setelah Sakit Pasien menyatakan dapat berdiri dengan seimbang tapi nyeri di ulu hatinya, saat berjalan pasien sering terjatuh.

6)     Kebutuhan Berpakaian                  :  Sebelum sakit Pasien menyatakan tidak ada gangguan dalam mengenakan pakaiannya.
Setelah sakit Pasien menyatakan terganggu dalam mengenakan pakaiannya karena terpasang infuse sehingga harus dibantu, pakaian yang dikenakan saat ini terasa nyaman.

7)      Mempertahankan Tempratur         :  Pasien menyatakan bahwa tubuhnya tidak gerah,
Tubuh atau sirkulasi                        


8)      Kebutuhan personal Hygiene        : Sebelum sakit pasien menyatakan kebersihannya cukup bersih, mandi 3 x sehari, mandi memakai air hangat, memotong kukunya 1 minggu sekali, dan keramas setiap 2 hari sekali.
8
 


Sesudah sakit kebersihan pasien terlihat cukup bersih, pasien menyatakan mandi 1 x sehari,  mandi memakai air hangat, memotong kuku dan keramas setiap 1 minggu sekali.

9)      Rasa Aman dan Nyaman              : 
Rasa aman                                   : Pasien menyatakan merasa takut, cemas dengan kondisi penyakitnya, dan merasa takut dengan tindakan yang dilakukan oleh petugas.
Rasa Nyaman                              : Pasien menyatakan nyaman dengan suasana ruangan perawatan, dan merasa nyaman dengan petugas yang merawat.

10)  Berkomunikasi dengan orang lain dan mengeksperikasn emosi, keinginan, rasa taku dan pendapat     
                                                      : Pasien dapat berkomunikasi dengan baik, pasien dapat mengekspresikan atau mengungkapkan rasa takutnya dengan wajah terlihat diam dan murung, dalam berkomunikasi pasien menggunakan bahasa verbal, dan pasien tidak sering marah-marah.

11)  Kebutuhan Spiritual                      : Sebelum sakit pasien menyatakan melakukan sembahnyang secara teratur.
Setelah sakit pasien menyatakan sedikit terganggu dalam melaksanakan ibadah/sembahnyang, dan tidak ada tindakan keperawatan yang diberikan bertentangan dengan keyakinannya.

12)  Kebutuhan Bekerja                       : Sebelum sakit pasien menyatakan ia adalah bukan tulang punggu keluarganya dalam menari nahfkah, dan pekerjaan pasien adalah sebagai pelajar.
Setelah sakit pasien menyatakan bahwa ia merasa terganggu pekerjaannya dengan kondisinya saat ini, dan merasa bahwa setelah sembuh diirnya dapat lagi melakukan pekerjaannya seperti dahulu.

13)  Kebutuhan bermain dan rekreasi   : Sebelum sakit pasien menyatakan secara rutin melakukan rekreasi, atau bermain atau aktifitas untuk menjaga kebugaran fisik dan rohaninya, dan jenis rekreasi yang suka dilakukan pasien adalah jalan-jalan.
Setelah sakit pasien menyatakan bahwa kondisinya saat ini dapat mempengaruhi   aktifitas   bermain dan
9
 


rekreasinya karena ia harus beristirahat yang cukup tidak boleh banyak beraktifitas(mobilitasnya terbatas), dan juga karena terpasang infuse, nyeri diulu hatinya jika banyak bergerak.

14)  Kebutuhan Belajar                        : Pasien menyatakan bahwa ia berkeinginan untuk mengetahui status penyakitnya, termasuk perawatan dan pengobatan.


D.    DATA PEMERIKSAAN FISIK
1.      Keadaan Umum                :
a.       Kesadaran                   :  Normal/awas (comphos menthis)
b.      Fostur Tubuh              :  Tegak
c.       Kebersihan diri           :  Bersih
d.      Kelainan pada kulit    : 
-          Turgor kulit          :  Kembali cepat
-          Warna kulit          :  Sawo matang
-          Keutuhan Kulit    :  Tidak ada luka.
e.       BB                              :  45 Kg     
f.       TB                               :  160 Cm
g.      Vital Sign                   :
-          Suhu                    :  36,40C
-          Nadi                     :  68 x permenit
-          Nafas                   :  16 x permenit
-          Tekanan Darah    :  100/70 mmHg


2.      Keadaan Fisik                    :
a.         Kepala                        : Di kepala Pasien tidak ada luka, benjolan, ketombe, atau hematoma.

b.        Rambut                       : Warna rambut pasien adalah hitam, ada rambut rontok, dan kebersihan rambutnya cukup bersih.

c.         Mata                           :  Bentuk bola mata pasien menonjol, gerakannya simentris, konjungtiva sedikit pucat, tidak memakai kaca mata, tidak ada pendarahan pada sclera, tidak ada bengkak pada kelopak mata, dan tidak ada nanah pada mata.

d.        Hidung                       : Hidung pasien simentris, tidak ada benjolan di hidung, mukosa hidung lembab, tidak ada pendarahan, tidak ada nanah, tidak ada benda asing yang menyumbat.
10
 


e.         Telinga                        : Telinga pasien cukup bersih, tidak ada serumen yang menyumbat,  tidak bau, tidak ada tanda-tanda radang, tidak ada benda asing, pendengaran pasien normal, tidak ada hematom, tidak ada luka pada daun telinga.

f.         Mulut                          : Mulut pasien kurang bersih, kebersihan gigi kurang, jumlah gigi pasien 26 , tidak ada gigi yang goyang, tidak ada karies gigi, tidak ada radang pada selaput mukosa mulut, mulut pasien sedikit berbau, tidak ada bengkak atau pendarahan gusi, tidak ada pendarahan selaput mukosa mulut, tidak ada benjolan pada dinding mulut.

g.        Dada                           : Gerakan dada pasien simentris, tidak ada retraksi otot interosta, wising, ronchi, tidak ada luka pada dinding dada.
h.        Abdomen                    :
1)        Inspeksi               : Bentuknya simentris, tidak ada jejas, hematom, dan luka.
2)       Auskultasi            :  Bising usus 12 x permenit
3)       Perkusi                 :  Tidak ada perut kembung.
4)     Palpasi                  : Turgor kulit abdomen normal, ada nyeri tekan didaerah epigastrik, di lumbal kiri.

i.        Anogenital                   : 
Alat genital                  : Alat genital bersih, tidak ada benjolan yang abnormal, tidak ada pendarahan di vagina, tidak ada keputihan.
Anus                            : Tidak ada benjolan di anus, dan tidak ada keluar darah segar.

j.        Ekstrimitas                   : 
Ekstrimitas atas           : Kuku tangan pasien panjang, kebersihannya kurang, tidak tampak pucat atau syanosis pada ujung jari, jari-jari tangan masih lengkap, tidak ada kelumpuhan pada lengan, tangan tidak putung, tidak ada luka atau patah, dan pergerakannya normal.
Ekstrimitas Bawah      : Kuku kaki pasien pendek, kebersihannya cukup bersih, tidak tampak pucat atau syanosis pada ujung jari kaki, jari kaki masih lengkap, tidak ada kelumpuhan pada kaki, kaki pasien tidak punting, tidak ada luka atau patah, dan pergerakannya normal.






                                 Frens,, contoh diatas masih sebagian saja, belum semuanya. kalau keseluruhan ada sekitar 27 halaman termasuk covernya. untuk mendapatkan dokumennya secara lengkap , postkan komentar anda di kotak komentar dibawah, dan nyatakan jika anda mendapatkan dokumen ASUHAN KEPERAWATAN (ASKEP) PADA PASIEN DYSPEPSIA sertakan alamat email anda, maka saya akan kirim dokumen ini via email. OKK

4 Responses to "ASUHAN KEPERAWATAN (ASKEP) PADA PASIEN DYSPEPSIA DIRUMAH SAKIT SHANTI GRAHA"

  1. saya butuh bahan untuk menyelesaikan askep tugas praktek belajar lapangan saat di RS.. kebetulan kasus yg didapat dyspepsia sindrome, mohon bantuan nyaa :)

    BalasHapus
  2. saya butuh kasus ini mohon bantuannya

    BalasHapus
  3. mohon bantuanna ya?saya butuh untuk untuk selesaikan tugas.

    BalasHapus

Catatan:
1. Berkomentarlah dengan bahasa yg jelas dan mudah dimengerti.
2. Untuk menyisipkan gambar gunakan kode [img]Tulis URL gambar di sini[/img]
3. Untuk menyisipkan video gunakan kode [youtube]Tulis URL Video Youtube di sini[/youtube]
4. Untuk melihat kumpulan emoticon klik tombol emoticon dibawah ini.
Emoticon

Google+ Followers

Bagaimanakah web murah hati menurut anda?