PATOLOGI ATAU PENYAKIT DISPEPSIA LENGKAP KEPERAWATAN

frenssss, ketemu lagi sama saya KETUT BAYU PARWATA, KLIK NAMA Q UNTUK LIHAT PROFIL LENGKAP saya akan selalu berusaha menyajikan informasi-informasi yang menarik, dan pastinya bermanfaat bagi kalian, dan u gx usah kwatir atau gx pecaya ma mterinya.... sebab saya membuat postingan hanya dari buku-buku sumber yang sudah paten dan baku atau yang dapat dipercaya kesahan.nya...... jadi gx mungkin sampe nyamplirrrr.......

saya masih mencoba terus memberikan info tentang penyakit-penyakit, baik yg sudah sering atau sangat jarang kita kenal,,,. Tentu saja agar kita semua bisa lebih tau tentang penyakit trsbt. Dan bisa mencegah  terjadinya penyakit trsbt, Cukup anda kunjungi BAYUAJUZT.BLOGSPOT.COM. SEMUA info penyakit akan terus teruppdate disini... dan penyakit yg kita bahas kali ini adalah PENYAKIT DISPEPSIA. kunjungi juga penyakit PATOLOGI ATAU PENYAKIT SINDROME KORONER AKUT yang telah saya posting sebelum ini.
LANGSUNG DEH CEKIDOTTT DAH KEBANYAKAN NGOMONG he he..

Dispepsia


DEFINISI
Dispepsia adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada, yang sering dirasakan sebagai adanya gas, perasaan penuh atau rasa sakit atau rasa terbakar di perut.
PENYEBAB
Penyebab Dispepsia adalah :
1. Menelan udara (aerofagi) 
2. Regurgitasi (alir balik, refluks) asam dari lambung 
3. Iritasi lambung (gastritis) 
4. Ulkus gastrikum atau ulkus duodenalis
5. Kanker lambung 
6. Peradangan kandung empedu (kolesistitis) 
7. Intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna susu dan produknya) 
8. Kelainan gerakan usus 
9. Kecemasan atau depresi 
GEJALA
Nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut atas atau dada mungkin disertai dengan sendawa dan suara usus yang keras (borborigmi). 
Pada beberapa penderita, makan dapat memperburuk nyeri; pada penderita yang lain, makan bisa mengurangi nyerinya. 

Gejala lain meliputi nafsu makan yang menurun, mual, sembelit, diare dan flatulensi (perut kembung).
DIAGNOSA
Jika dispepsia menetap selama lebih dari beberapa minggu, atau tidak memberi respon terhadap pengobatan, atau disetai penurunan berat badan atau gejala lain yang tidak biasa, maka penderita harus menjalani pemeriksaan. 
j
Pemeriksaan laboratorium biasanya meliputi hitung jenis sel darah yang lengkap dan pemeriksaan darah dalam tinja. 

Barium enema untuk memeriksa kerongkongan, lambung atau usus halus dapat dilakukan pada orang yang mengalami kesulitan menelan atau muntah, penurunan berat badan atau mengalami nyeri yang membaik atau memburuk bila penderita makan. 

Endoskopi bisa digunakan untuk memeriksa kerongkongan, lambung atau usus kecil dan untuk mendapatkan contoh jaringan untuk biopsi dari lapisan lambung. Contoh tersebut kemudian diperiksa dibawah mikroskop untuk mengetahui apakah lambung terinfeksi oleh Helicobacter pylori. 

Kadang dilakukan pemeriksaan lain, seperti pengukuran kontraksi kerongkongan atau respon kerongkongan terhadap asam.
PENGOBATAN
Bila tidak ditemukan penyebabnya,dokter akan mengobati gejala-gejalanya. 
Antasid seperti Magnesium hidroksi , Sucralfate, yang berfungsi untuk menetralkan asam lambung.
Atau penghambat H2 seperti Cimetidine , Famotidine , Nizatidine , dan Ranitidine , dapat dicoba untuk jangka waktu singkat.
DISPEPSIA “pencernaan yang jelek”
Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti "pencernaan yang jelek". Per definisi dikatakan bahwa dispepsia adalah ketidaknyamanan bahkan hingga nyeri pada saluran pencernaan terutama bagian atas. Semua orang dalam hidupnya pasti pernah mengalami dispepsia. Tidak ada perbedaan jenis kelamin, laki-laki maupun perempuan dapat mengalami hal ini. Satu diantara 4 orang pasti mengalami hal ini.
Dispepsia merupakan suatu sindroma (kumpulan gejala) yang mencerminkan gangguan saluran cerna. Kumpulan gejala tersebut adalah rasa tidak nyaman, mual, muntah, nyeri ulu hati, bloating (lambung merasa penuh/sebah), kembung, sendawa, cepat kenyang, perut keroncongan (borborgygmi) hingga kentut-kentut. Gejala itu bisa akut, berulang, dan bisa juga menjadi kronis. Disebut kronis jika gejala itu berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus.
Penyebab dispepsia bervariasi dari psikis sampai kelainan serius seperti kanker lambung. Ada dua tipe dispepsia yakni organik dan fungsional.
Dispepsia fungsional adalah dispepsia yang terjadi tanpa adanya kelainan organ lambung, baik dari pemeriksaan klinis, biokimiawi hingga pemeriksaan penunjang lainnya, seperti USG, Endoskopi, Rontgen hingga CT Scan.
Dispepsia organik adalah dispepsia yang disebabkan adanya kelainan struktur organ percernaan(perlukaan, kanker)
Dispepsia fungsional berhubungan dengan ketidaknormalan pergerakan (motilitas) dari saluran pencernaan bagian atas (kerongkongan, lambung dan usus halus bagian atas). Selain itu, bisa juga dispepsia jenis itu terjadi akibat gangguan irama listrik dari lambung. Sebab lain bisa juga karena infeksi bakteri lambung Helicobacter pylori.
Beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan dispepsia adalah menelan terlalu banyak udara, misalnya, mereka yang mempunyai kebiasaan mengunyah secara salah (dengan mulut terbuka atau sambil berbicara). Atau mereka yang senang menelan makanan tanpa dikunyah (biasanya konsistensi makanannya cair). Keadaan itu bisa membuat lambung merasa penuh atau bersendawa terus. Kebiasaan lain yang bisa menyebabkan dispesia adalah merokok, konsumsi kafein (kopi), alkohol, atau minuman yang sudah dikarbonasi (softdrink), atau makanan yang menghasilkan gas ( tape, nangka, durian). Begitu juga dengan jenis obat-obatan tertentu, seperti suplemen besi/kalium, anti-nyeri tertentu, antibiotika tertentu, dan anti-radang. Obat-obatan itu sering dihubungkan dengan keadaan dispepsia.
Yang paling sering dilupakan orang adalah faktor stres/tekanan psikologis yang berlebihan. Pada pasien diabetes pun dapat mengalami dispepsia karena gerakan lambungnya mengalami gangguan akibat kerusakan saraf.
Diagnosis Banding
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)/Penyakit refluks asam lambung dapat menjadi salah satu kemungkinan dari kumpulan gejala tersebut. Umumnya, penderita penyakit ini sering melaporkan nyeri perut bagian ulu hati. Kemungkinan lain, irritable bowel syndrome (IBS) yang ditandai dengan nyeri perut yang berulang, yang berhubungan dengan buang air besar yang tidak teratur dan perut kembung.
Kurang lebih sepertiga pasien dispepsia fungsional memperlihatkan gejala yang sama dengan IBS. Sehingga dokter harus selalu menanyakan pola BAB kepada pasien untuk mengetahui apakah pasien menderita dispepsia fungsional atau IBS. Pankreatitis kronik juga dapat dipikirkan. Gejalanya berupa nyeri perut atas yang hebat dan konstan. Biasanya menyebar ke belakang.
Mencari tahu sebab dari dispepsia tidaklah mudah. Dalam dunia kedokteran, diagnosis harus ditegakkan dulu sebelum memberi pengobatan. Dalam hal itu pengobatan dispepsia boleh dibilang relatif sukar karena untuk mengetahui dengan pasti penyebab penyakit itu relatif tidak gampang.

Dokter harus dengan teliti membedakan antara dispepsia fungsional dan dispepsia organik. Beberapa hal yang bisa dijadikan petunjuk oleh para dokter, yaitu sebagai berikut.
• Nyeri ulu hati yang terjadi pada malam hari dan berkurang dengan pemberian antasid, cenderung dihubungkan dengan luka pada lambung (peptic ulcer). 
• Pada dispepsia fungsional, tidak terjadi komplikasi dari perdarahan seperti kurang darah, penurunan berat badan atau muntah-muntah.
• Nyeri atau ketidaknyamanan akibat IBS dapat terjadi pada ulu hati. Untuk membedakannya dengan dispepsia adalah dengan memperhatikan pola buang air besar.
• Dengan pemeriksaan fisik saja, sangat sukar membedakan dispepsia fungsional dan organik


Intervensi dini terhadap dispepsia adalah dengan mengkonsumsi obat yang bisa menetralkan atau menghambat produksi yang berlebih asam lambung. Bisa juga diberikan obat yang memperbaiki pergerakan lambung. Apabila setelah dua minggu obat yang diberikan tidak bermanfaat, biasanya dokter akan memeriksa dengan peralatan khusus (endoskopi).
Hindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung, menghindari faktor risiko seperti alkohol, makanan yang pedas, obat-obatan yang berlebihan, nikotin rokok, dan stress serta mengatur pola makan.

Pemeriksaan Endoskopi bisa dilakukan jika sebagai berikut:
• Masih mengalami nyeri pada lambung meskipun telah minum obat selama delapan minggu.
• Nyeri berkurang atau hilang sesaat untuk kemudian muncul kembali.


Atau penghambat pompa proton seperti Omeprazole , Lansoprazole , Rabeprazole , Esomeprazole , Pantoprazole

Untuk gejala mual dapat diberikan anti muntah seperti domperidone dan metoclopramide

Bila orang tersebut terinifeksi Helicobacter pylori di lapisan lambungnya, maka biasanya diberikan bismuth subsalisilate dan antibiotik seperti Clarithromycin , Amoxicillin , Tetracycline , Metronidazole



Obat Rujukan
ACRAN TABLET 150 MG 
ANITID AMPUL 
ANTIDINE TABLET 20 MG 
BIATRON 500 
CHOPINTAC TABLET 
CIMEXOL 
CONRANIN TABLET 150 MG 
CORSAGYL TABLET 250 MG 
CORSAMET TABLET 200 MG 
DENUFAM TABLET 
DINULKUS CAPLET 400 MG 
DUMOZOL TABLET 
ELYZOL TABLET 
FABERDIN CAPLET 
FACID TABLET 20 MG 
FAMOCID TABLET 40 MG 
FARIZOL CAPLET 500 MG 
FARNAT 
FLADYSTIN OVULE 
FLAGYL FORTE TABLET 
FLAGYL TABLET 250 MG 
FORTAGYL INFUS 
GASTER TABLET 
GESTOFAM TABLET 20 MG 
HEXER AMPUL 
HEXER CAPLET 300 MG 
IFAMUL 
INCIFAM TABLET 20 MG 
INDORAN TABLET 300 MG 
INTERFAM TABLET 20 MG 
KEMOFAM TABLET 20 MG 
KEMORANIN TABLET 150 MG 
LEXMODINE TABLET 20 MG 
MAGARD FA CHEWABLE TABLET 
MAGICUL TABLET 200 MG 
MECOFAM TABLET 20 MG 
METROFUSIN INFUS 500 MG 
METROFUSIN INFUS 500 MG 
METROL TABLET 
METROZINE TABLET 250 MG 
MOSUL TABLET 20 MG 
MOTIPEP TABLET 20 MG 
NEO GYNOXA 
NULCEFAM TABLET 20 MG 
NULCER TABLET 
POMPATON CAPLET 20 MG 
PRATIFAR CAPLET 20 MG 
PRATIFAR CAPLET 40 MG 
PROMOCID 
PROMUBA SUSPENSI 125 MG 
PROVAGIN OVULE 
RADIN TABLET 
RANAL TABLET 300 MG 
RANCUS 
RANILEX CAPLET 300 MG 
RANIN 
RANIN TABLET 150 MG 
RANTAG TABLET 150 MG 
RANTICID 
RANTIN AMPUL 
RANTIN TABLET 150 MG 
RATINAL TABLET 
REGASTIN TABLET 20 MG 
RENAPEPSA TABLET 
RENATAC TABLET 
RODOGYL TABLET 
SANMETIDIN TABLET 
SCANARIN TABLET 150 MG 
TIDIFAR TABLET 200 MG 
TISMAFAM TABLET 20 MG 
TISMAZOL TABLET 250 MG 
TRICHODAZOL 0,5 G 
TRICHOSTATIC OVULE 
TRICKER-150 TABLET 
TROGIAR TABLET 250 MG 
TROGYL TABLET 500 MG 
TYRAN 
ULCATIF TABLET 20 MG 
ULCERANIN TABLET 150 MG 
ULCUSAN CAPSULE 200 MG 
ULDINAL TABLET 
ULFAM TABLET 20 MG 
ULMO CAPLET 40 MG 
VAGISTIN OVULE 
VAGIZOL OVULE 
VAGIZOL TABLET 
VELAZOL 500 MG 
WIACID TABLET 
XEPAMET CAPLET 
XERADIN TABLET 
ZANTAC TABLET 75 MG 
ZANTADIN TABLET 150 MG 
ZANTIFAR 


Obat Terkait
________________________________________
Kategori Obat Sub Kategori Obat Obat Generik 
________________________________________
Obat yang bekerja pada saluran cerna Antasida, Antiulserasi, Anti refluks Famotidine 

Obat yang bekerja pada saluran cerna Antasida, Antiulserasi, Anti refluks Cimetidine 

Obat yang bekerja pada saluran cerna Antasida, Antiulserasi, Anti refluks Magnesium hidroksi 

Obat yang bekerja pada saluran cerna Antasida, Antiulserasi, Anti refluks Ranitidine 

Obat yang bekerja pada saluran cerna Antasida, Antiulserasi, Anti refluks Nizatidine 

Obat yang bekerja pada saluran cerna Antasida, Antiulserasi, Anti refluks metroclopramid 

Obat yang bekerja pada saluran cerna Antasida, Antiulserasi, Anti refluks domperidone 

Obat yang bekerja pada saluran cerna Antasida, Antiulserasi, Anti refluks Omeprazole 

Obat yang bekerja pada saluran cerna Antasida, Antiulserasi, Anti refluks Lansoprazole 

Obat yang bekerja pada saluran cerna Antasida, Antiulserasi, Anti refluks Rabeprazole 

Pantoprazole 

Obat yang bekerja pada saluran cerna Antasida, Antiulserasi, Anti refluks Sucralfate 


sekianlah yg dapat saya bahas pada blog bayuajuzt.blogspot.com ini , namun terus ikuti uppadate penyakit terkini hanya dengan mengunjungi bayuajuzt.blogspot.com..

BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT DI BAYUAJUZT.BLOGSPOT.COM
PATOLOGI ATAU PENYAKIT LEPTOSPIROSIS LENGKAP
MATERI ANATOMI LENGKAP-SISTEM SARAF PADA MANUSIA
MATERI LAB-PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP
Patologi Sifilis
PATOLOGI Swine influensa swine (flu Babi)
PATOLOGI ATAU PENYAKIT EPISTAKSIS
PATOLOGI ATAU PENYAKIT KATARAK
PATOLOGI ATAU PENYAKIT BENIGNA PROSTATIC
PATOLOGI BATUK DARAH TERLENGKAP KEPERAWATAN
PATOLOGI FRAKTUR
MATERI PATOLOGI Hemorrhoids
MATERI PATOLOGI LENGKAP TENTANG BATU GINJAL
MATERI LENGKAP PATOLOGI HIPEREMESIS GRAVIDARUM
MATERI PATOLOGI AIDS/HIV LENGKAP
PATOLOGI ABSES KEPERAWATAN
PATOLOGI INFEKSI SUSUNAN SARAF PUSAT
PATOLOGI GAGAL JANTUNG
Patologi MIOKARDITIS
Materi Patologi Malformasi Anorektal
Patologi Hepatitis
Patologi Demam Berdarah Dengue
Patologi Epilepsi
Patologi Diabetes Militus
Patologi Hipertensi
Materi Patologi atau ilmu penyakit Lebih Lengkap Klik Disini
JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR ANDA DIBAWAH INI!!!

0 Response to "PATOLOGI ATAU PENYAKIT DISPEPSIA LENGKAP KEPERAWATAN"

Poskan Komentar

Catatan:
1. Berkomentarlah dengan bahasa yg jelas dan mudah dimengerti.
2. Untuk menyisipkan gambar gunakan kode [img]Tulis URL gambar di sini[/img]
3. Untuk menyisipkan video gunakan kode [youtube]Tulis URL Video Youtube di sini[/youtube]
4. Untuk melihat kumpulan emoticon klik tombol emoticon dibawah ini.
Emoticon

Google+ Followers

Bagaimanakah web murah hati menurut anda?