MATERI FARMAKOLOGI-OBAT JAMUR ATAU ANTI FUNGI

frenssss, ketemu lagi sama saya KETUT BAYU PARWATA, KLIK NAMA Q UNTUK LIHAT PROFIL LENGKAP saya akan selalu berusaha menyajikan informasi-informasi yang menarik, dan pastinya bermanfaat bagi kalian, dan u gx usah kwatir atau gx pecaya ma mterinya.... sebab saya membuat postingan hanya dari buku-buku sumber yang sudah paten dan baku atau yang dapat dipercaya kesahan.nya...... jadi gx mungkin sampe nyamplirrrr.......
jika sebelumnya saya memposting tentang obat-obat analgetik dan antipiretik , ingin melihatnya klik disini ,, nah postingan kali ini dibayuajuzt.blogspot.com juga tidak jauh dari materi Farmakologi yaitu tentang obat jamur,, atau antiFungi,,, seperti apa?? langsung simak dibawah:

bayuajuzt.blogspot.com Obat Jamur = Anti fungi = Anti Mikotik yaitu obat yamg digunakan untuk membunuh atau menghilangkan jamur

Infeksi Jamur dibedakan :
• Infeksi Sistemik
• Infeksi Topikal (dermatofit)

Penggolongan Obat Jamur ;
1. Gol. Polien
Mekanisme Kerja : Berikatan kuat dengan sterol pada membran sel jamur → membran sel bocor terjadi kehilangan beberapa bahan intrasel → kerusakan yg tetap pada sel jamur
A. Amfoterisin B
 Indikasi untuk infeksi jamur sistemik
 Sediaan : Fungicid (Amfoterisin 1% → infeksi mikotik pada mata), Fungizone (Amfoterisin 50 mg/vial → infeksi jamur yang sangat parah), Talsutin vaginal (tablet sisip vaginal → kombinasi tetrasiklin 100 mg + Amfoterisin B 50 mg untuk infeksi ganda jamur dan bakteri)
 Injeksi Amfoterisin B tersedia dlm Vial 50 mg/10 ml aquades steril→ dextrose 5%→ kadar 0,1 mg/ml
 Dosis 0,3-0,5 mg/Kg BB efektif untuk berbagai infeksi jamur. Pemberian selama 6 minggu bila perlu dpt dilanjutkan sampai 3-4 bulan
 Tidak diabsorbsi oleh saluran cerna sehingga diberikan secara parenteral
 Pemberian awal secara parenteral sering menimbulkan demam & menggigil →penderita harus dirawat di Rumah Sakit → diperlukan pengawasan ketat & Uji dosis
 Penggunaan jangka panjang →penurunan faal ginjal (filtrasi glomerulus↓), keadaan kembali normal bila terapi dihentikan
B. Nistatin
 Indikasi utama untuk Candida albicans ; Kandidiasis kulit, selaput lendir, & saluran cerna
 Absorbsi : Nistatin hanya sedikit sekali diabsorbsi pada saluran cerna, pada dosis yang dianjurkan tidak akan terdeteksi dalam darah, hampir seluruhnya dieksresi melalui feses dalam bentuk tidak diubah. Bila diberikan parenteral sering menimbulkan efek samping.
 Dosis : Sediaan Nistatin→Dosis unit
o Tablet vaginal 100.000 unit/tab
U/ Kandidiasis vaginal dewasa 1-2 x sehari→14 hari
o Tablet oral 500.000 unit/tab
U/ Kandidiasis mulut & esofagus dewasa 3-4 x sehari
o Suspensi/tetes oral 100.000 unit/ml (Candistin)
Terapi kandidiasis pada rongga mulut
Bayi (1-2 ml), Dewasa (1-6 ml) ditetes dalam mulut dan ditahan beberapa waktu sebelum ditelan (4 x sehari)
U/Kandidiasis kulit 2-3 x sehari
o Vagistin Ovula (Metronidazol 500 mg + Nistatin 100.000 UI) untuk infeksi campuran Trichomonas vaginalis & Candidida albicans
- Tidak dianjurkan pada ibu menyusui, bila memerlukan pengobatan sebaiknya hentikan pemberian ASI selama menyusui
- Penggunaan pada wanita hamil hanya jika benar-benar diperlukan
- Dosis tunggal Metronidazol 2 g → masing-masing 1 g pagi dan malam atau 250 g → 3 x sehari (7 hari)
 Nama Dagang : Candistatin Suspensi, Decastatin tab, Flagystatin suppo
2. Gol. Imidazol
Termasuk dalam golongan ini : Klotrimazol, Ketokonazol, tiokonazol, mikonazol
• Ketokonazol (Formyco, Mycoral tab 200 mg)
 Mekanisme Kerja : Mempengaruhi permeabilitas dinding sel melalui penghambatan sitokrom P450 jamur → menghambat biosintesa trigliserida dan fosfolipid jamur → menghambat beberapa enzim pada jamur yg mengakibatkan terbentuknya toksik hidrogen peroksida, juga menghambat sintesis androgen
 Indikasi : 
 Kandidiasis mukokutan yang tdk responsif dengan nistatin atau obat lain
 Mikosis sistemik, infeksi dermatofit pada kulit dan kuku tangan (tdk pada kuku kaki), mikosis saluran cerna
 kandidiasis selaput lendir, , kandidiasis vaginal, 
 Dosis : Dewasa 200 mg/hari bersama makanan selama 14 hari
Kandidiasis vaginal kronis resisten 400 mg/hari → 5 hari atau 200 mg selama 14 hari
Anak 3 mg/Kg/hari
 Efek Samping : yang paling sering terjadi mual & muntah → Obat ditelan bersama makanan
 Interaksi Obat : Penyerapan Obat di saluran cerna akan berkurang pada kondisi pH lambung tinggi → antasida, antagonis H2 (simetidin, ranitidin, famotidin), omeprazol, sukralfat
 Pengaruh pd kehamilan ; dilaporkan adanya teratogenitas pd studi hewan coba, tdk dianjurkan pd ibu menyusui ketokonazol terdistribusi pd air susu
 Nama dagang : Formyco, Fungasol, Interzol, Mycoral, Profungal
3. Gol. Triazol 
Mekanisme Kerja : Mempengaruhi aktivitas Sitokrom P450→ menurunkan sintesis ergosterol → menghambat formasi sel membran
Termasuk dalam golongan ini : Flukonazol, Itrakonazol

• Flukonazol (Diflucan 50 mg, 150 mg, infus 2 mg/ml)
 Indikasi : Pengobatan kandidiasis (Vaginal, oropharyngeal,esophageal, infeksi salurun urin), profilaksis pd transplantasi sum-sum tulang
 Dosis : Vaginitis 150 mg dosis tunggal
Kandidiasis mukosa 50 mg/hari → 7-14 hari
Anak infus IV 3-6 mg/Kg hari pertama → 3 mg/kg/hari
Tinea pedis, korporis, kruris versikolor, kandidiasis dermal 
Per oral 50 mg/hari 2-4 minggu
 Efek Samping : Mual, rasa tdk enak pada perut, flatulence, sakit kepala, rash (pengobatan tdk dilanjutkan)
 Interaksi : Flukonazol meningkatkan efek benzodiazepin, penggunaan bersama rifampisin menurunkan konsentrasi flukonazol
 Pengaruh terhadap kehamilan : Flukonazol bersifat teratogenik pd penggunaaan dosis tinggi, tdk dianjurkan bagi ibu menyusui penggunaan flukonazol ditemukan pd air susu
 Nama Dagang : Diflucan, Cryptal, Cancid, Govazol, Flucoral 

• Itrakonazol (Furolnok 100 mg/kapsul)
 Indikasi : Kandidasis orofarings & vaginal, tinea korporis & tinea pedis
 Dosis : Kandidiasis Orofarings 100 mg/hari →15 hari
Kandidasis Vaginal 200 mg 2 kali sehari → 1 hari
Tinea korporis & tinea kruris 100 mg/hari →15 hari
atau 200 mg/hari →7 hari
 Efek Samping : Mual, sakit perut, dispepsia, pruritus, hipokalemia pd penggunaan jangka panjang
 Dimetabolisme di hati dan tidak boleh diberikan pada pasien dengan gangguan fungsi hati. Anak dan Usia lanjut tidak dianjurkan
 Nama Dagang : Sporanox, Sporacid, Furolnox, Zolgat

4. Gol. Anti Jamur Lain
• Griseofulvin
 Antibiotik fungistatik yg dihasilkan oleh Penicillium griseofulvum
 Mekanisme Kerja : Menghambat mitosis sel jamur pada metafase, berikatan dengan keratin menyebabkan resistensi terhadap invasi jamur. Kulit yang sakit akan memiliki afinitas yang tinggi terhadap obat. Obat ini akan dihimpun dalam sel pembentuk keratin lalu muncul bersama sel yg baru, berdifensiasi, terikat kuat dgn keratin shg sel baru ini resisten thd serangan jamur. Keratin yg mengandung jamur akan terkelupas dan diganti oleh sel yg normal. Antibiotik ini ditemukan pd kulit 4-8 jam setelah pemberian PO
 Indikasi : Infeksi kulit, kulit kepala, rambut & kuku bila terapi topikal gagal
Kandidiasis & tinea versikolor tdk dpt diobati dgn griseofulvin
 Dosis : 500 mg sehari dlm dosis terbagi ( 4 x 125 mg) atau dosis tunggal 
Pada infeksi berat dosis dapat ditingkatkan hingga 2x lipat kemudian diturunkan jika telah ada respon
Anak-anak 10 mg/Kg sehari dlm dosis terbagi atau tunggal
 Gejala pada kulit akan berkurang setelah pengobatan 48-96 jam tapi penyembuhan sempurna terjadi setelah beberapa minggu
 Biakan jamur negatif setelah 1 – 2 minggu sehingga pengobatan sebaiknya dilanjutkan sampai 3 – 4 minggu
 Efek samping : Sakit kepala, mual, muntah, diare. Obat ini menyebabkan sensitivitas terhadap sinar matahari
 Interaksi Obat : barbiturat menurunkan kadar griseofulvin, toksisitas meningkat dengan etanol, griseofulvin menurunkan aktivitas warfarin & efektivitas kontrasepsi oral. Absorpsi obat meningkat jika digunakan bersama makanan yang mengandung lemak
 Nama Dagang : Fulcin, Fungistop, Griseofort, Mycostop, Grivin

Anti Jamur Topikal

NAMA OBAT NAMA DAGANG BENTUK SEDIAAN INDIKASI
Amorolfine Locetar Krim 0,25 %,0,5% Mikosis kulit & kuku
Asam Benzoat & ASam salisilat Unguentum Whitfield Salep 60 mg + 30 mg Mikosis kulit
Klotrimazol Canesten,Fungiderm Krim 1% Mikosis kulit
Ekonazol nitrat Pevaryl,Pevisone Krim 1% Mikosis kulit
Ketokonazol Ketomed,Formyco Krim 2% Mikosis kulit
Mikonazol nitrat Daktarin Krim 2% Mikosis kulit & kuku
Nistatin Mycostatin Krim 100.000 UI Kandidiasis kulit
Asam Salisilat Kalpanax Cairan Mikosis kulit
Sulkonazol nitrat Exelderm Krim 1% Mikosis kulit
Terbinafin Lamisil Krim 1% Mikosis kulit
Tiokonazol Trosyd Krim 0,01% Mikosis kulit & kuku
Tolnaftat Naftate Krim,gel 1% Mikosis kulit


Sumber: http://etsanurse.blogspot.com/2012/01/obat-jamur.html

DEmikian pembahasan obat anti jamur.. di bayuajuzt.blogspot.com ....
semoga bisa bermanfaat....
JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR ANDA DIBAWAH INI!!!

0 Response to "MATERI FARMAKOLOGI-OBAT JAMUR ATAU ANTI FUNGI"

Poskan Komentar

Catatan:
1. Berkomentarlah dengan bahasa yg jelas dan mudah dimengerti.
2. Untuk menyisipkan gambar gunakan kode [img]Tulis URL gambar di sini[/img]
3. Untuk menyisipkan video gunakan kode [youtube]Tulis URL Video Youtube di sini[/youtube]
4. Untuk melihat kumpulan emoticon klik tombol emoticon dibawah ini.
Emoticon

Google+ Followers

Bagaimanakah web murah hati menurut anda?