MATERI FAMAKOLOGI-OBAT ANALGETIK DAN ANTIPIRETIK

frenssss, ketemu lagi sama saya KETUT BAYU PARWATA, KLIK NAMA Q UNTUK LIHAT PROFIL LENGKAP . saya akan selalu berusaha menyajikan informasi-informasi yang menarik, dan pastinya bermanfaat bagi kalian, dan u gx usah kwatir atau gx pecaya ma mterinya.... sebab saya membuat postingan hanya dari buku-buku sumber yang sudah paten dan baku atau yang dapat dipercaya kesahan.nya...... jadi gx mungkin sampe nyamplirrrr.......
Dan Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba membahas tentang ilmu keperawatan,, yaitu mengenai materi farmakologi, itu lho ilmu tentang obat2.an... tau khan...... lebih spesifik lagi tentang  ANALGETIK dan  ANTIPIRETIK. Oke deh gz usah panjang lebar langsung baca selengkapnya dibawah:
bayuajuzt.blogpot.com

OBAT ANALGETIKA adalah obat yang mengurangi atau menghalau rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran

OBAT ANTIPIRETIKA
obat yang menurunkan suhu tubuh 

Nyeri adalah perasaan sensoris dan emosional yg tidak enak dan yg berhubungan dengan gangguan/kerusakan jaringan
Rasa nyeri hanya sebagai gejala/isyarat adanya gangguan di jaringan, seperti peradangan, infeksi jasad renik, atau kejang otot.
Nyeri dapat terjadi karena rangsangan mekanis, kimiawi atau fisis yg menimbulkan kerusakan jaringan. Rangsangan tersebut memicu pelepasan zat-zat tertentu yang disebut mediator nyeri.

Mediator Nyeri merangsang reseptor nyeri yg letaknya pada ujung saraf bebas di kulit, selaput lendir dan jaringan lain. Dari tempat ini rangsang dialirkan melalui syaraf sensoris ke S.S.P ( susunan saraf pusat), melalui sum-sum tulang belakang ke talamus (optikus) kemudian ke pusat nyeri dalam otak besar, dimana rangsang terasa sebagai nyeri.

Mediator Nyeri antara lain:
1. Histamin
2. Serotonin
3. Bradikinin
4. Leukotrien
5. Prostaglandin
6. Ion kalium

Berdasarkan kerja farmakologiknya, analgetika dibagi menjadi :
1. Analgetik perifer ( non narkotika/non opioid) :
obat yang tidak bersifat narkotik bekerja dengan menghalau rasa nyeri dalam reseptor perifer, tdk mempengaruhi SSP, memiliki khasiat antipiretik


2. Analgetik Narkotika (opioid)
menghalau rasa nyeri yg sangat hebat dengan menghalangi pusat nyeri dlm SSP

Macam-macam obat analgetik:
1. Parasetamol/asetaminophen
Nama Dagang 
Sanmol, Pamol, Panadol
Sediaan
Tablet 500 mg dan sirup 120 mg/5 ml
Indikasi 
 Sebagai antipiretik/analgetik, termasuk bagi pasien yang tidak tahan asetosal
 Sebagai analgetik, misalnya untuk mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, 

    sakit gigi, nyeri haid, dan sakit pada otot
 Menurunkan demam pada influenza dan setelah vaksinasi
Cara Kerja Obat
 Parasetamol adalah derivate p-aminofenol, sifat antipiretiknya disebabkan oleh gugus aminobenzen dan mekanismenya diduga berdasarkan efek sentral seperti halnya salisilat
 Sifat analgetiknya dapat menghilangkan nyeri ringan sampai sedang. Sifat antiinflamasinya sangat lemah sehingga tidak digunakan sebagai antirematik
 Pada penggunaan per oral parasetamol diserap dengan cepat melalui saluran cerna, kadar maksimum dalam plasma dicapai dalam waktu 30 menit sampai 60 menit setelah pemberian
Dosis dan Cara pemberian
Dibawah 1 tahun :
½ - 1 sendok teh atau 60-120 mg tiap 4-6 jam
1 – 5 tahun
1 – 2 sendok teh atau 120-250 mg tiap 4-6 jam
6 – 12 tahun
2 – 4 sendok the atau 250-500 mg tiap 4-6 jam
Diatas 12 tahun
½ - 1 g tiap 4 jam, maksiumum 4 g per hari
Efek samping 
Dosis besar dapat menyebabkan kerusakan fungsi hati

2. Asam asetilsalisilat (Aspirin/asetosal)
Nama Dagang 
Aspilet, Farmasal
Sediaan
Tablet 80 mg, 100 mg, 500 mg 
Indikasi 
 Aspirin dosis terapi bekerja cepat dan efektif sebagai antipiretik, pada dosis 

    toksik obat ini justru memperlihatkan efek piretik sehingga terjadi demam
 Sebagai analgetik bermanfaat untuk mengobati nyeri yang tidak spesifik 

    misalnya sakit kepala, nyeri sendi, nyeri haid, neuralgia dan mialgia
 Untuk arthritis rheumatoid, walaupun telah banyak ditemukan anti rematik baru, salisilat masih dianggap sebagai obat standar, selain menghilangkan nyeri juga menghambat inflamasi. Sebagian penderita arthritis rheumatoid dapat dikontrol dengan salisilat saja, bila hasilnya tdk memadai dapat digunakan obat lain
 Demam rematik akut, setelah pemberian obat dalam waktu 24-48 jam terjadi pengurangan nyeri, kekakuan, pembengkakan, rasa panas dan merah pada jaringan setempat
 Penggunaan lain. Aspirin digunakan untuk mencegah thrombus koroner dan thrombus vena berdasarkan efek penghambatan agregasi trombosit
Cara Kerja
Asam asetilsalisilat bekerja dengan mempengaruhi pusat pengatur suhu di hipotalamus sehingga dapat menurunkan demam dan menghambat pembentukan prostaglandin sehingga dapat meringankan rasa sakit
Peringatan dan perhatian
 Sebaiknya diminum setalah makan atau bersama dengan makanan
 Alkohol dapat meningkatkan pendarahan gastrointestinal bila diminum bersamaan dengan obat ini
 Pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan pendarahan pada lambung
Efek Samping
Kadang-kadang dapat terjadi iritasi lambung, mual dan muntah
Kontra Indikasi
 Penderita hipersensitif (termasuk asma), penderita tukak lambung (maag), pernah atau sering mengalamai pendarahan di bawah kulit
 Penderita hemofili dan trombositopenia, karena dapat meningkatkan resiko pendarahan
 Penderita yang sedang diterapi dengan antikoagulan
3. Ibuprofen
Nama Dagang
Arthrifen, proris, ibufen
Sediaan
Tablet 200 mg, 400 mg, 600 mg 
Sirup 100 mg/5 ml
Indikasi :
 Nyeri dan demam pada anak
 Nyeri ringan sampai berat pada dismenorhea, analgetik pacsa bedah
 Nyeri dan radang pada rematik 
Cara Kerja
 Ibuprofen bersifat analgetik dengan daya anti inflamasi yang tidak terlalu kuat,

    efek analgetiknya sama seperti aspirin 
 Absorpsi cepat melalui lambung dan kadar maksimum dalam plasma dicapai  

    setelah 1-2 jam
Peringatan dan perhatian
 Tidak dianjurkan diminum oleh wanita hamil dan menyusui
 Dapat mengurangi efek diuresis dari furosemid dan tiazid
 Mengurangi efek antihipertensi obat beta bloker dan Captopril, kemungkinan akibat hambatan biosintesis prostaglandin ginjal
Dosis dan cara pemberian
Dosis dewasa : 
analgetik 400 mg 4 x sehari
anti inflamasi 1200 – 2400 mg sehari
Dosis anak
Dibawah 1 tahun tidak dianjurkan (atau anak  7 kg)
1- 2 tahun 50 mg 3 – 4 x sehari
3-7 tahun 100 mg 3 – 4 x sehari
8- 12 tahun 200 mg 3 – 4 x sehari


4. Antalgin/metampiron
Indikasi : 
analgesik, neuralgia
Kontra indikasi : 
Jgn diberikan pd pasien yg mengalami agranulositosis, bayi 3 bln pertama/bb < 5 kg, wanita hamil triwln I, wanita menyusui.
Dosis dan pemberian
Dosis dws : 500 mg @ 6-8 jam
DM: 2 g/hari
Dosis anak : 250 mg @ 6-8 jam

5. Asam mefenamat
Nama Dagang 
Mefinal, Ponstan
Sediaan
Tablet 500 mg 
Indikasi 
Meredakan nyeri ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit kepala, sakit gigi, termasuk nyeri karena trauma, nyeri otot dan nyeri sesudah operasi. Sebagai anti inflamasi, asam mefenamat kurang efektif dibandingkan aspirin.
Cara Kerja
As. Mefenamat merupakan kelompok anti inflamasi non steroid bekerja dengan cara menghambat sntesa prostaglandin dalam jaringan tubuh dengan menghambat enzyme siklooksigenase sehingga mempunyai efek analgetik, antiinflamasi dan antipiretik
Dosis dan Cara pemberian
Dewasa dan anak-anak  14 tahun
Dosis awal 500 mg selanjutnya 250 mg setiap 6 jam sesuai kebutuhan
Peringatan dan Perhatian
 Sebaiknya diminum sesudah makan
 Jangan digunakan lebih dari 7 hari atau melebihi dosis yang dianjurkan 

    kecuali    atas petunjuk dokter
 Dapat timbul reaksi alergi terutama asma
 Hati-hati digunakan pada wanita hamil dan menyusui
 Keamanan penggunaan pada anak-anak dibawah 14 tahun belum diketahui pasti
 Jangan diberikan pada penderita bronkospasme, rhinitis alergi, urtikaria
    Efek Samping
 Sistem pencernaan : mual, muntah diare dan rasa sakit pada abdominal
 Sistem hematopoetik : leucopenia, trombositopenia, agranulositopenia
 Sistem saraf : rasa ngantuk, pusing, penglihatan kabur dan insomnia

    Kontra Indikasi
 Penderita yang dengan asetosal mengalami bronkospasme, alergi rhinitis dan 

    urtikaria
 Penderita tukak lambung dan usus
 Penderita gangguan ginjal berat
Interaksi Obat
Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan oral dapat memperpanjang waktu protrombin

6. Morfin
Indikasi : 
khusus pada nyeri hebat akut dan kronis, seperti pasca bedah dan infark jantung, kanker
Sediaan
Tablet 10 mg, 30 mg, 60 mg, injeksi 10 mg/ml
dosis dws : 8-20 mg @ 4 jam
Efek samping : 
mual, muntah, gelisah, sesak napas, rasa mengantuk
ES diatasi dengan atropin 0,3-0,6 mg inj sk

7. Petidin
Indikasi :
Nyeri sedang sampai berat, analgetik obstetric, analgetik perioperatif
Sediaan
Injeksi 50 mg/ml


sumber:http://etsanurse.blogspot.com/2012/01/analgetik-antipiretik-materi.html 

Demikian info tentang obat-obat analgetik dan antiperitik,,,, bagaimana sudah pahamkah??? ... oke deh moga isa bermanfaat ja ea......

JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR ANDA DIBAWAH INI!!!

1 Response to "MATERI FAMAKOLOGI-OBAT ANALGETIK DAN ANTIPIRETIK"

  1. terima kasin telah berbagi informasi tentang materi famakologi obat analgetik.... semoga tuhan memberikan yang terbaik bagi kita semua

    BalasHapus

Catatan:
1. Berkomentarlah dengan bahasa yg jelas dan mudah dimengerti.
2. Untuk menyisipkan gambar gunakan kode [img]Tulis URL gambar di sini[/img]
3. Untuk menyisipkan video gunakan kode [youtube]Tulis URL Video Youtube di sini[/youtube]
4. Untuk melihat kumpulan emoticon klik tombol emoticon dibawah ini.
Emoticon

Google+ Followers

Bagaimanakah web murah hati menurut anda?