BERITA TERKINI DI BALI EDISI 19 JUNI 2012.

    Frenssss, ketemu lagi sama saya KETUT BAYU PARWATA, KLIK NAMA Q UNTUK LIHAT PROFIL LENGKAP. saya akan selalu berusaha menyajikan informasi-informasi yang menarik, dan pastinya bermanfaat bagi kalian, dan u gx usah kwatir atau gx pecaya ma mterinya.... sebab saya membuat postingan hanya dari sumber yang sudah paten dan baku atau yang dapat dipercaya kesahan.nya...... jadi gx mungkin sampe nyamplirrrr.......
     Baik sekarang saya akan memberikan BERITA TERKINI DIBALI EDISI 19 JUNI 2012.
selain itu baca juga artikel lain :DAFTAR PEMAIN SEPAK BOLA TERTAMPAN DI EURO 2012
BLOG BAYUAJUZT.BLOGSPOT.COM tempat mencari info teruppdate dan menarik
KUMPULAN BERITA TERKINI DI BALI EDISI 19 JUNI 2012-bayuajuzt.blogspot.com


Guru SD Bacok Siswanya-Semarapura
Kasus penganiayaan guru terhadap murid terjadi di Klungkung. Salah seorang guru SDN 5 Batukandik, Nusa Penida I Gede Oka Antara (31) asal Br. Batukandik, Nusa Penida dilaporkan ke polisi gara-gara membacok salah seorang siswanya, I Kadek Ugiana (10), Br. Antapan, Batukandik menggunakan celurit. Akibat kejadian tersebut korban harus mendapat 14 jaritan akibat mengalami luka pada bagian pelipis kiri dan kepala bagian samping kiri.

Tak jelas pemicu kasus penganiayaan tersebut. Namun diduga pelaku mengalami gangguan jiwa. Apalagi pelaku yang masih bujang ini baru datang berobat dari Bangli.

Petugas Polsek Nusa Penida Klungkung kini masih melakukan penyelidikan di lapangan, Senin (18/6) kemarin. Karena kejadian tersebut sudah terjadi Kamis (14/6) lalu sekitar pukul 06.30 wita. Sedangkan pihak keluarga baru melaporkannya ke Polsek Nusa Penida, Senin siang kemarin sekitar pukul 12.00 wita.

Kasus ini berawal saat korban dan beberapa temannya bermain lempar batu (tembing) di sekolah. Saat itu tiba-tiba, pelaku mendekati korban dengan membawa sabit yang diambil dari teman korban, I Kadek Adiputra. Setelah itu, tanpa basa-basi pelaku langsung membacok korban yang masih duduk kelas III SD ini. Sehingga mengenai bagian pelipis kiri dan kepala bagian samping kiri. Korban akhirnya dibawa ke Puskesmas terdekat.

Kapolsek Nusa Penida AKP Wayan Sarjana, S.H., M.H. seizin Kapolres Klungkung membenarkan kasus pembacokan tersebut. Menurut Kapolsek, pihak petugas kini telah mengamankan pelaku di Mapolsek untuk dimintai keterangan. Namun Kapolsek mengaku belum bisa meminta keterangan pelaku karena mengalami gangguan jiwa. Pihak Polsek rencananya membawa pelaku ke RSJ Bangli jika memang pelaku mengalami gangguan jiwa. (bayuajuzt.blogspot.com)

Jelang Pilgub 2013 PDI-P Siap Koalisi
WACANA koalisi Merah-Kuning dalam pilgub Bali 2013 mendatang, mendapat sinyal dari DPP PDI-P. Wakil Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristyanto mengatakan pihaknya siap membangun koalisi dengan pihak mana pun. Sebab, pilgub adalah pesta demokrasi bagi rakyat.
''Kami terbuka untuk membangun koalisi dengan pihak mana pun. Syaratnya, aspek kesepakatan dalam mengelola pemerintahan bisa terpenuhi,'' katanya di sela menghadiri peresmian Jalan By-pass Ir. Soekarno di Tabanan, Senin (18/6) kemarin.
Ditambahkan, partainya memiliki mekanisme dalam menghadapi pemilu, pilgub maupun pilkada. PDI-P, kata Hasto, tidak semata-mata melihat hasil survei, melainkan prosesnya memperhatikan usulan rakyat.
Terkait usulan kader yang akan maju, menurut Hasto, partainya akan mengembalikan pada mekanisme yang ada. Menurutnya, partai berkewajiban mencetak pemimpin seperti yang diamanatkan dalam UU. Namun dalam praktiknya, partai harus memperhatikan usulan rakyat dalam memilih kader yang akan dicalonkan. (bayuajuzt.blogspot.com)

Disalahkan Perbaiki rumah
Ayah Pukul Kepala Anak dengan Kapak
Amlapura

Sudah susah payah memperbaiki atap rumah tetapi malah disalahkan anak, rupanya membuat seorang ayah I Ketut Rai (60) naik pitam dan tak mampu menahan emosi di rumahnya di Desa Ban, Kubu, Karangasem beberapa hari lalu. Setelah terjadi keributan, Rai serta merta memukul kepala anaknya satu kali dengan kapak.

Kasubag Humas Polres Karangasem AKP Made Wartama seizin Kapolres, Senin (18/6) kemarin di Mapolres membenarkan kasus itu. Dikatakan, akibat kepala korban I Wayan Karya Yasa (24), dikapak ayahnya, korban menderita luka parah. Luka kena kapak kecil selebar sekitar 10 cm dan cukup dalam. Dalam kondisi kepala mengucurkan darah segar, tetangga yang mengetahui keributan antara ayah dengan anak kandung itu datang melerai. Korban Karya Yasa yang seorang petani lantas dilarikan ke Puskesmas. Kepala korban mendapatkan 15 jaritan. ''Kejadiannya Selasa (12/6) sore hari sekitar pukul 17.00, dan polisi sudah memproses kasus itu,'' ujar Wartama. Korban Karya Yasa baru melaporkan ulah ayahnya ke Mapolsek Kubu keesokan hari setelah kejadian Rabu (13/6) sore.

Terjadinya kasus itu, katanya, bermula dari pelaku Rai memperbaiki atap rumahnya. Saat pelaku tengah sibuk memperbaiki atap rumah yang rusak, dengan susah payah mengucurkan keringat, datang korban. Korban menyalahkan ayahnya. Terjadilah pertengkaran mulut. Rai yang merasa sudah berbaik hati memperbaiki atap rumah, rupanya tak mampu menahan emosi malah disalahkan anaknya. Dia yang tengah memegang kapak kecil untuk memperbaiki atap rumah, langsung memukul kepala anaknya satu kali dengan kapak yang biasa dipakai memotong kayu bakar itu. (bayuajuzt.blogspot.com)

Di Tabanan Megawati Resmikan Jalan By-Pass Ir. Soekarno Tabanan 
 Sesuai rencana, Megawati Soekarnoputri meresmikan Jalan Dr. Ir. Soekarno, Senin (18/6) siang kemarin. Upacara peresmian dilaksanakan di depan patung Adipura, Tabanan. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut memberikan apresiasi kepada masyarakat Tabanan yang sudah memberikan penghormatan terhadap jasa perjuangan proklamator kemerdekaan republik ini dengan mengabadikannya sebagai nama jalan. Hanya, Presiden kelima Republik Indonesia ini mengusulkan nama Jalan Ir. Soekarno ditambahkan lagi dengan Doktor, karena setidaknya Bung Karno menerima 23 gelar doktor kehormatan dari berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar negeri.
Hadir menyaksikan upacara bersejarah tersebut, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Cok Ratmadi, bupati/wali kota se-Bali, Ketua DPC PDI Perjuangan se-Bali, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, unsur Muspida dan tokoh serta pemuka masyarakat Tabanan.
Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti pada sambutan selamat datangnya mengungkapkan, peringatan Bulan Bung Karno dan peresmian Jalan Ir. Soekarno merupakan wujud penghormatan masyarakat Tabanan terhadap jasa-jasa dan perjuangan Bung Karno, sang proklamator, bukan semata-mata kegiatan partai. ''Kegiatan ini bukan semata-mata kegiatan partai. Namun lebih dari pada itu adalah sebagai bentuk penghormatan masyarakat Tabanan atas jasa dan perjuangan, karena sosok Bung Karno sudah mampu mengantarkan republik ini ke pintu gerbang kemerdekaan,'' ujarnya.
Ditambahkan Bupati Eka, penghormatan masyarakat Tabanan terhadap jasa Bung karno dalam bentuk pemberian nama jalan, diharapkan dijadikan inspirasi bagi daerah lain di tanah air, guna memberikan penghormatan dan penghargaan terhadap the founding father bangsa ini. ''Harapan kami, peringatan Bung Karno yang kita gelar di sini bisa dijadikan sumber inspirasi bagi daerah lain, untuk menggelar kegiatan yang sama di masing-masing daerahnya,'' paparnya.
Guna memantapkan rasa hormat terhadap sosok Bung Karno, Tabanan juga akan membangun patung Bung Karno dan Museum Bung Karno. Hal ini dilakukan bukan ada maksud untuk mengkultuskan individu terhadap Bung Karno secara berlebihan. Karena sejarah telah mencatat dengan tinta emas, sepak terjang seorang putra fajar untuk meraih kemedekaan tanah airnya dari penjajahan.
Perjuangan Bung Karno di masa pendudukan kolonial teramat berat dan penuh tantangan serta risiko. Namun perjuangan generasi penerus bangsa selama kemerdekaan ini justru lebih sulit, karena berjuang menghadapi bangsa sendiri.
''Mengutip ungkapan Bung Karno, perjuangan merebut kemerdekaan sangat sulit. Namun perjuangan akan terasa lebih sulit, karena harus berjuang dengan bangsa sendiri,'' imbuhnya.
Sementara itu, Hj. Megawati Soekarnoputri mengungkapkan, sejak kecil Bung Karno sudah punya cita-cita ada sebuah wilayah yang merdeka, menyebut dirinya menjadi sebuah bangsa yang diakui oleh dunia yang bernama Indonesia. Ditambahkan, setelah merdeka harus ada anak-anak bangsa yang berani berjuang seperti Bung Karno. Pada masa tertentu, kata Megawati, ada semacam larangan untuk menyebut nama Bung Karno. Hal itu membuat jiwa Bung Karno tercabut dari akarnya. Akhirnya tidak sedikit anak bangsa tahu hanya nama proklamator, Soekarno itu saja. Kalau ditanya oleh orang luar tidak tahu sejarah bangsanya. ''Inilah yang mencirikan kalau bangsa Indonesia itu masih kerdil,'' tegasnya.
Yang penting telah dilakukan oleh Bung Karno adalah penggali dasar negara, Pancasila. Oleh karenanya, Megawati menginstruksikan keluarga besar bangsa Indonesia melakukan kegiatan yang dilakukan oleh Bung Karno. Ia berharap seluruh bangsa Indonesia menghormati nama Bung Karno kembali. ''Tahun ini saya mulai ada getaran, bukan saja dari PDI Perjuangan sendiri, yang mau menyebut Bung Karno sebagai proklamator. Hal tersebut dibuktikan oleh masyarakat dalam bentuk seminar, kegiatan olahraga dan lain-lainnya,'' ungkapnya.
Kendati banyak pihak yang masih kelu lidahnya menyebut nama Bung Karno, karena pada akhirnya sejarah akan bercerita siapa sesungguhnya Bung Karno. ''Sehingga suatu saat lidah rakyat Indonesia tidak kelu lagi menyebut nama Bung Karno. Bulan ini merupakan pesta mengenang jasa beliau, mengakrabkan kembali beliau dengan bangsanya sendiri,'' paparnya.
Megawati akan merasa senang suatu saat TNI/Polri melakukan hal-hal seperti ini. Bukan ada maksud untuk mengkultuskan individu dan pribadi seseorang. Negara besar tak pernah lupa dengan tokoh nama pejuang mereka.
Pada kesempatan itu, Megawati juga sempat menyindir media yang juga belum sepenuhnya mendukung kelanjutan perjuangan Bung karno. Untuk itu ke depan, media juga harus kreatif dalam mengawal pembangunan di tanah air. Peresmian nama Jalan Ir. Soekarno ditandai dengan pembukaan selubung papan nama. (bayuajuzt.blogspot.com
''Dibajak'' Siswa Pintar di GianyarGianyar
Proses penerimaan siswa baru di Kabupaten Gianyar rupanya menyisakan sejumlah fenomena yang perlu dicermati bersama dalam dunia pendidikan. Dari proses pendaftaran siswa baru terungkap, ternyata siswa-siswa pintar dari Gianyar tidak memprioritaskan diri untuk masuk di sekolah negeri di Gianyar. Mereka malah memilih bersekolah favorit di Kota Denpasar.

Hal ini disebabkan beberapa faktor, yakni mulai banyaknya beasiswa yang ditawarkan sekolah negeri di kota, khususnya sekolah favorit di Denpasar bagi mereka yang pintar, cerdas, dan faktor keinginan siswa berminat mencari pengalaman pendidikan di kota. ''Kita akui bahwa sekolah di desa memang kalah berinovasi dengan sekolah-sekolah di kota. Dan lambat laun kita pun akan krisis siswa-siswa berprestasi karena sudah banyak yang hijrah ke Kota Denpasar untuk bersekolah,'' ujar Kepala SMAN 1 Blahbatuh Drs. Made Sudama, M.M.,M.Pd., beberapa waktu lalu.

Sudama yang juga Ketua Koordinator penerimaan TPA SMA Rintisan Sekolah Kategori Mandiri di Gianyar ini menilai sekolah di Gianyar perlu melakukan inovasi baru, seperti sekolah negeri di perkotaan. Sehingga siswa didik tidak merasa bosan. Kondisi tersebut bukan saja terjadi di Kabupaten Gianyar, kabupaten lain juga mengalami fenomena seperti ini.

Sementara data diperoleh di Gianyar, Senin (18/6) kemarin, terdapat lima SMAN non-RSBI di Kabupaten Gianyar. Yakni SMAN 1 di Sukawati, Blahbatuh, Tampaksiring, Tegallalang, dan Payangan. Dari lima SMAN itu hanya dua yang dilamar melebihi kuota tahun ajaran 2012/2013, yakni SMAN 1 Sukawati dengan kuota 290 murid baru dilamar oleh 740 orang, dan SMAN 1 Blahbatuh dengan kuota 288 dilamar oleh 580 orang. Sedangkan SMAN 1 Tegallalang kurang dua murid, SMAN 1 Tampaksiring kurang 23 orang dari kuota 288. Sedangkan SMAN 1 Payangan dengan kuota 200 murid baru dilamar 165 orang.

Menariknya, dari data tersebut pelamar di SMAN 1 Tampaksiring yang berstatus SKM (Sekolah Kategori Mandiri) jauh lebih rendah dibandingkan di SMAN 1 Sukawati yang masih RSKM (Rintisan Sekolah Kategori Mandiri). (bayuajuzt.blogspot.com )

Hektaran Sawah di Subak Benel KekeringanNegara
Perubahan cuaca belakangan ini mengecoh sejumlah petani di sejumlah subak di Jembrana. Mereka terlanjur menanam padi saat musim tanam yang diawali dengan hujan beberapa bulan lalu. Kini saat kemarau, para petani kelimpungan karena kesulitan mendapatkan air. Seperti di Subak Benel, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara.

Hektaran padi berumur sebulan sudah kekeringan. Pertumbuhan padi tidak normal, rata-rata padi masih kerdil. Sejumlah petak tanaman padi juga nampak mulai layu karena kekeringan. Salah satu petani, Ketut Sudon yang menggarap hektaran padi merasakan hal tersebut.

Bahkan beberapa petani terkesan pasrah dengan membiarkan padi mereka begitu saja hingga menguning layu. Sejatinya memang ada saluran irigasi dari DAM setempat, tetapi saat musim tanam lalu subak ini belum memperoleh jadwal.

Sehingga kini juga belum bisa memperoleh air. Beberapa petani yang menanam padi juga ada yang memilih bertahan dengan sumur bor. Para petani yang sudah terlanjur menanam padi itupun mengalami kerugian.

Dari pengamatan, sawah di wilayah subak Benel itu tidak semuanya menanam padi. Beberapa di antaranya ditanami palawija. Menurut sejumlah petani, memang giliran tanaman pada musim tanam ini bukan untuk padi. Sehingga air tidak dibuka untuk ke sana, hanya saja para petani mengaku keberatan karena jadwalnya cukup panjang. Ketika saat musim tanam lalu ada hujan, sejumlah petani nekat menanam padi mengandalkan air tadah hujan. Tetapi ternyata belakangan hujan sudah tidak muncul lagi.

Dari data di Dinas Pertanian Jembrana, selain subak Benel, ada beberapa subak yang mengalami kekeringan di antaranya Babakan Mendoyo 5,5 hektar, serta subak Pecelengan Pedukuhan, Mendoyo seluas 45 hektar. Kepala Dinas Pertanian Jembrana I Ketut Wiratma belum lama ini mengatakan terkait kekeringan pihak dinas sebenarnya sudah gencar mengimbau kepada setiap pengurus subak agar menyesuaikan dengan musim yang ada. Petani diharapkan jangan memaksakan menanam padi apabila memang air tidak cukup. (bayuajuzt.blogspot.com )

Korsleting, Lab Mikro RS Sanglah Nyaris Terbakar Denpasar
Laboratorium Mikro RS Sanglah yang bertempat di sebelah Kamar Jenazah RS Sanglah nyaris terbakar, Senin (18/6) kemarin. Beruntung petugas sigap dan cepat memadamkan api menggunakan tabung pemadam kebakaran, sehingga percikan tidak meluas.

Kejadiannya sekitar pukul 12.30 wita di mana red code yang menandakan adanya kebakaran terdengar di seluruh areal RS Sanglah. Petugas keamanan RS Sanglah dengan membawa tabung pemadam kebakaran langsung bergegas ke lokasi red code diumumkan. Sesampainya di sana, situasi ternyata sudah bisa dikendalikan pegawai lab mikro dan yang tersisa hanya asap putih bekas semprotan tabung pemadam dan asap dari api yang padam.

Menurut petugas, percikan api muncul akibat korsletnya stop kontak alat kultur yang ada di lab mikro.

Menurut Sekertaris Siaga Bencana RS Sanglah dr. Ken Wirasandhi, kejadian kebakaran di RS Sanglah biasanya diumumkan melalui alat red code. "Prosedurnya jika terjadi kebakaran, pegawai setempat menghubungi keamanan dan akan diumumkan adanya red code. Jika pengumuman red code muncul, maka petugas di sekitar tempat kejadian dan petugas keamanan harus datang ke lokasi untuk membantu memadamkan api," papar Ken.

Respons tim petugas saat memadamkan api, lanjut Ken, termasuk cepat. Ini bisa diartikan pelatihan siaga bencana yang biasa digelar rutin oleh RS Sanglah menunjukkan hasil di mana petugas tanggap dalam menangani bencana dengan cepat dan tenang. Meski api sudah padam, namun petugas keamanan yang datang tetap mengecek lokasi kejadian untuk memastikan situasi sudah aman. (bayuajuzt.blogspot.com )
Proyek Tanggul Muara Sungai DiperdebatkanNegara
Adanya proyek pembangunan tanggul pengaman muara Sungai Desa Yehembang, Mendoyo, Jembrana menimbulkan perdebatan di masyarakat setempat. Pasalnya, selain tidak ada gambar pada papan proyek, warga menilai pembangunan salah konsep dan tidak sejalan dengan aspirasi warga.

Sejak beberapa hari ini sudah mulai ada pengerjaan dua eskavator yang mengeruk tanah di pinggir sungai. Warga berharap agar aliran muara sungai Yehembang bisa dikembalikan ke posisi semula. Proyek ini menurut warga merupakan proyek lanjutan setelah pada dua tahun lalu muara sungai dipindahkan dari saluran asalnya di dekat Setra desa setempat. Salah satu warga, Dewa Kade Putra mengatakan setelah dipindahkan itu kondisinya justru parah. Dengan adanya muara baru itu justru memicu abrasi dan mereka khawatir tanggul yang dipasang saat ini akan kembali jebol, tidak bertahan lama seperti proyek sebelumnya.

Saat air laut pasang, air sungai tinggi hingga merendam kebun warga. Sehingga warga berharap agar posisi muara dikembalikan ke posisi semula. Imam, pihak pemborong dari PT Marfrijaya, belum mengetahui pasti apakah sungai dikembalikan ke posisi awal ataukah tidak. Sebab dirinya belum memperoleh gambar proyek yang dikerjakan itu. Saat ini pemborong baru melakukan pengerjaan untuk batu bronjong sepanjang 300 meter dari barat setra ke timur. Menurut informasi proyek ini merupakan proyek dari Direktorat Jendral Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Bali-Penida dengan menelan dana Rp 10.327.497.000. (bayuajuzt.blogspot.com )

PD Bali Siap Jalin Koalisi
KEINGINAN kuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Bali mengusung kadernya pada pemilihan gubernur (pilgub) 2013 mendatang, ternyata diapresiasi positif Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Bali Made Mudarta, Senin (18/6) kemarin. Ia juga mengatakan Partai Demokrat (PD) tidak pula menutup kemungkinan akan mengedepankan kader pada pilgub 2013 nanti dan juga siap berkoalisi dengan partai lainnya.
Kata Made Mudarta, walau di tingkat pusat PD terus mendapat sorotan, bahkan berdasarkan hasil survei Lingkaran Survey Indonesia (LSI) elektabilitas partai pemenang pemilu ini merosot tajam, tetapi kader-kader Demokrat di Bali tetap solid. Bahkan, kesolidan itu akan ditunjukkan dalam menghadapi pilgub 2013 nanti.
Terkait PDI-P mengedepankan kader berkeringat di partai untuk maju pada pilgub 2013, Mudarta mengapresiasinya. Ia menilai hal itu langkah strategis. Namun, dijelaskannya, terkait pilgub 2013 nanti, PD memiliki mekanisme tersendiri menentukan calon gubernur dan wakil gubernur. Kalau memang masyarakat Bali mengharapkan PD mengusung kader yang telah lama berkeringat di partai maka PD akan menyerap aspirasi tersebut. ''Tidak tertutup kemungkinan Partai Demokrat akan mengusung kader pada pilgub 2013. Karena fungsi Partai Demokrat salah satunya mencetak pemimpin yang siap duduk di eksekutif dan legislatif. Selama ini proses kaderisasi tetap berjalan,'' ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Dewan Kehormatan DPD Partai Demokrat Bali, Dewa Gede Bagus Badra. Menurutnya, kader-kader PD di Bali tetap solid walau ada upaya memecah belah elite partai di pusat. ''Saya optimis popularitas Partai Demokrat masih tinggi karena pemilih partai ini di Bali memiliki karakteristik yang berbeda,'' ujarnya.
Terkait kemungkinan koalisi dengan partai lain menyongsong pilgub Bali 2013, Badra mengatakan, PD masih mengkaji situasi karena menurutnya PD mempunyai banyak pengalaman untuk membangun koalisi dengan partai lain. Namun, komunikasi politik telah dilakukan dengan sejumlah partai. ''PD Bali masih melihat peluang untuk menjatuhkan pilihan berkoalisi dengan partai mana. Tetapi komunikasi politik tetap kami lakukan,'' tutur mantan Ketua DPD PD Bali ini.
Terkait elektabilitas PD yang terus merosot, menurut Badra, popularitas PD lebih banyak mengalami penurunan di perkotaan. Namun untuk di pedesaan, PD tetap kuat karena jajaran partai gencar melakukan konsolidasi dan komunikasi ke masyarakat mensosialisasikan program pro-rakyat. ''Kami yakin situasi di pusat tidak terlalu berpengaruh banyak bagi kami di Bali, karena kami tetap solid,'' pungkas Ketua Garuda Indonesia Unggul PD ini. (bayuajuzt.blogspot.com )

Diduga Langgar Jalur Hijau DTRP Panggil Pemilik LahanDenpasar
Meminimalisasi pelanggaran kawasan jalur hijau, Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP) Denpasar melakukan pengawasan secara intensif. Bila ada laporan dari masyarakat, petugas DTRP selalu menindaklanjutinya. Bahkan, dilanjutkan dengan pemanggilan pemilik lahan. Seperti yang dilakukan terhadap pemilik lahan di Sanur, yang diduga melakukan pembangunan di kawasan jalur hijau.

Kepala DTRP Kota Denpasar I Made Kusuma Diputra yang dihubungi Senin (18/6) kemarin mengatakan, dua pemilik lahan yakni Made Wirayasa dan Agung Gede Suparta telah memenuhi panggilan DTRP. Mereka mengaku akan membuat kebun buah.

''Yang bersangkutan sudah kami panggil dan mintai keterangan. Dari hasil pemanggilan tersebut, mereka mengaku akan membuat kebun buah. Untuk lebih jelasnya, silakan hubungi Kasi Pengawasan Pengendalian Bangunan Budi Utama,'' ungkap Kusuma Diputra.

Sementara itu, Kasi Pengawasan dan Penertiban Bangunan DTRP Budi Utama mengatakan, pemilik lahan memastikan tidak akan membangun di kawasan yang dilaporkan telah terjadi pengurukan lahan di koefesien dasar bangunan (KDB) nol persen. ''Setelah kami panggil, mereka mengatakan tidak membuat bangunan di kawasan itu. Mereka memang melakukan pengurukan, karena kontur tanahnya rendah. Setelah menguruk dengan batu kapur, pemilik kemudian menguruk dengan tanah subur. Hal ini dilakukan karena mereka mau membuat kebun buah unggul,'' papar Budi Utama.

Budi Utama mengatakan, keduanya sudah membuat surat pernyataan. Karena tidak membuat bangunan, DTRP pun urung melayangkan surat peringatan (SP). Meski demikian, Budi Utama mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan pemantauan.

''Mereka itu katanya terinspirasi dengan event flori-flora beberapa waktu lalu untuk mengembangkan buah unggul. Mereka juga sudah membuat surat pernyataan yang isinya menyatakan tidak akan membangun di kawasan itu. Namun kami tetap akan memantaunya, siapa tahu nanti ada pembangunan di sana,'' terangnya.

Terkait dugaan pelanggaran jalur hijau di wilayah Tukad Uwug, Banjar Bet Ngandang, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Budi Utama mengaku belum mengeceknya. ''Coba besok (hari ini - red) saya cek bersama tim ke lapangan,'' tandasnya. (bayuajuzt.blogspot.com )

Orientasi Kehumasan Pemkab Buleleng
Belajar Mengelola Informasi di Ibu Kota Negara
PERKEMBANGAN informasi di Jakarta lebih dinamis daripada informasi yang berkembang di daerah. Tentu saja karena Jakarta, selain sebagai ibu kota negara, juga sebagai pusat pemerintahan yang sekaligus juga sebagai pusat bisnis. Dengan dinamika seperti itu, Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta memiliki strategi tersendiri agar informasi yang berseliweran di ibu kota itu tetap bisa dinikmati masyarakat sekaligus juga untuk membentuk pencitraan lembaga pemerintah.

Pejabat Bagian Humas dan Protokol Setkab Buleleng dengan dikawal Wakil Bupati Made Arga Pynatih, Asisten III Nengah Ardika dan Kabag Made Juniadi, sempat mengunjungi dapur pengelolaan informasi di Pemprov DKI Jakarta tersebut, 13-14 Juni lalu. Sejumlah hal menarik didapat oleh pejabat dan staf, antara lain bagaimana Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan Pemprov Bali bekerja sama dengan media massa sekaligus mencari informasi sendiri.

Bahkan dalam bekerja mencari informasi, pegawai di dinas itu tidak selalu berpakaian seragam agar tak tampak berbeda dengan wartawan lain. Dalam bekerja, pegawai yang menangani bidang informasi bekerja dengan sigap agar tak dilibas oleh informasi yang berkembang sangat pesat di Jakarta. Meski berstatus sebagai daerah provinsi, namun DKI Jakarta berada di ibu kota negara, yang mana semua informasi yang terjadi di Jakarta akan dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. Untuk itulah, dinas yang membidangi informasi tersebut tak boleh ketinggalan informasi.

Asisten III Nengah Ardika mengatakan kunjungan singkat ke ibu kota negara tersebut memang memberikan pengalaman berarti bagi peserta orientasi kehumasan. Ia mengaku tertarik akan sistem pengelolaan media yang diterapkan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta, di antaranya pembuatan analisa pemberitaan dan memiliki ruang media di mana di dalamnya berisi banyak TV yang menayangkan siaran dari sedikitnya 14 TV di Indonesia. "Yang menarik dan bisa kita adopsi adanya monitoring pemberitaan yang dikemas dalam bentuk dokumentasi yang cukup mutakhir," tegas Ardika.

Dalam kesempatan yang sama, Kabag Humas dan Protokol Made Juniadi menambahkan, pengalaman lainnya yang patut dikembangkan oleh Pemkab Buleleng adalah peningkatan kerja sama antar-SKPD untuk saling mendukung pemberitaan dengan memberikan informasi dan data aktual kepada Bagian Humas untuk dapat diteruskan kepada para awak media sebagai bahan referensi pemberitaan. "Kita harapkan nantinya Pemkab Buleleng dapat mencontoh apa yang dilakukan Pemprov Jakarta," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kemitraan dan Kerja Sama Media Massa Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI Jakarta, Leonardo, menegaskan orientasi kehumasan yang dilaksanakan Pemkab Buleleng merupakan salah satu bentuk sinergi yang positif dan harus dikembangkan, mengingat peran media sangat penting dalam proses penyampaian informasi pembangunan. "Kita patut puji keberhasilan Pemkab Buleleng yang bersama para awak media dapat bersama-sama melakukan kegiatan orientasi kehumasan ini," katanya.


Tiga Hari, Berat Amelia Naik 100 GramDenpasar
Kondisi Amelia, bayi kembar siam yang selamat dari operasi pemisahan, terus-menerus menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Setelah 52 hari menjalani operasi pemisahan alat bantu yang dibutuhkan Amelia mulai dari alat bantu napas hingga infus mulai dilepas satu per satu, dan saat ini bayi sudah minum susu lewat dot meski masih berada di inkubator.

Kasubag Humas RS Sanglah, dr. Kadek Nariantha saat ditemui, Senin (18/6) kemarin memaparkan, berat badan Amelia terus naik. Dalam tiga hari saja beratnya bertambah sekitar 100 gram. "Jumat lalu beratnya sekitar 2160 gram dan sekarang sudah 2260 gram," papar Nariantha.

Berat Amelia sendiri saat menjalani operasi pemisahan adalah 1950 gram. Asupan makanan untuk Amelia diberi gabungan antara ASI dan susu tambahan. Kondisinya yang membaik tentu membuat keluarga maupun tim medis merasa gembira.

Meski Amelia masih di inkubator, namun secara perlahan-lahan ia mulai dibiasakan hidup di suhu ruangan dengan menyetel suhu inkubator menjadi 27 derajat Celcius. Sementara luka bekas operasi Amelia perlahan namun pasti mulai mengering dan menutup sendiri. (bayuajuzt.blogspot.com)


Proses Hukum BKR Sedang Berjalan
Berkutat Pemeriksaan Pelapor
Denpasar (Bali Post)-
Sejumlah warga Desa Adat Kuta, Senin (18/6) kemarin mendatangi kuasa hukum Hotel Bali Kuta Residence (BKR), Kuta, Agus Samijaya, S.H.,M.H., di kantornya di Renon, untuk menanyakan proses hukum kasus BKR. Sebagian warga lainnya yang tidak bisa datang, mempertanyakan masalah itu lewat telepon. Warga minta penjelasan tentang kasus BKR lantaran sejak awal, hotel yang jadi korban mafia kepailitan ini selalu bekerja sama dengan warga sekitarnya. Bahkan, ikatan emosional antara warga dengan BKR cukup kuat. Itu bisa dimaklumi karena sejak awal pembangunan BKR, warga juga diajak bekerja sama. Karenanya, saat BKR dirundung masalah, warga Desa Adat Kuta merasa harus terlibat. Agus Samijaya kepada wartawan di kantornya, menjelaskan, sebagian warga peduli BKR memang datang ke kantornya untuk mempertanyakan soal lanjutan kasus tersebut. Seperti lanjutan laporan di Polda Bali terhadap beberapa pihak yang
diduga terlibat pemailitan Hotel BKR.
"Saya sudah jelaskan kepada warga bahwa proses hukum sedang berjalan. Kita harus percaya kepada aparat penegak hukum yang tengah serius menangani BKR dengan memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui perkaranya," ujar Agus Samijaya mengulang pernyataannya kepada warga.
Dia menegaskan, penyidik Polda Bali yang menangani perkara BKR tidak tinggal diam. Polisi dengan paradigma baru pasti bertindak secara profesional. Bila kasus BKR sekarang terkesan jalan di tempat, barangkali penyidik punya pertimbangan tertentu atau masih memfokuskan pada pemeriksaan saksi-saksi atau melengkapi bukti-bukti terkait dengan perkara. "Kasus BKR itu saya kira kecil bagi penyidik. Bagaimana tidak? Kasus teroris yang luar biasa saja dapat diungkap tuntas sampai ke akar-akarnya. Di polda ada Bapak AKBP Gde Adhi Mulyawarman, Kasubdit II Harda Reskrimum, yang memiliki pengalaman dan kinerja sangat bagus. Saya yakin bisa, jadi yakinlah itu," jelas pengacara yang mantan aktivis kampus ini.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Hariadi, ketika dimintai konfirmasi di tempat terpisah menjelaskan, laporan BKR di Polda Bali masih jalan terus.
Ketika ditanyakan soal laporan dugaan penipuan dengan terlapor Direktur PT Karsa Indostama Mandiri (KIM), M. Nashrun Radhi M., selaku pemohon pailit hotel BKR, Kombes Hariadi menjelaskan, penyidik masih memeriksa saksi-saksi. "Belum ada pemanggilan terhadap Direktur PT KIM. Penyidik masih memeriksa saksi-saksi dari pihak pelapor," terangnya.
PT KIM diadukan ke Polda Bali sejak 12 April lalu dengan pelapor Direktur BKR, MV Handoko Putra. Nasrun diduga melakukan tindak pidana memberikan keterangan palsu dan atau pemalsuan surat dan atau penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 242, 263, atau 372 KUHP. Selain itu, Anton Wiajaya, pemilik unit BKR, melaporkan curator, Heri Subagyo, S.H., dan Drs. Joko Prabowo, S.H., M.H., yang diduga melakukan pemalsuan surat, penggelapan, dan kejahatan paksaan, serta undang-undang tentang kepailitan maupun kewajiban pembayaran utang. Pemilik BKR lainnya, Vidi Handoko, melaporkan Warda Nadjamuddin, Pjs. Pemimpin Sentra Kredit Menengah PT BNI. Warda diduga melakukan pemalsuan surat, penggelapan, kejahatan paksaan sebagaimana diatur dalam KUHP dan undang-undang tentang kepailitan dan PKPU.
Para pemilik BKR perlu melaporkan Nasrun, kurator dan Warda dengan alasan mereka disinyalir bersekongkol dalam proses pemailitan BKR. Oknum lain yang dilaporkan adalah hakim PN Surabaya, AF, dan lainnya. Sedangkan oknum lain seperti HS, YA, dan EL, yang selalu disebut-sebut oleh pemilik BKR ikut terlibat, masih dalam proses. "Pada intinya, siapa pun yang terlibat harus mempertanggungjawabkan sesuai hukum yang berlaku,” tandas Agus Samijaya.


Dianggarkan Rp 260 Juta
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Baru
Singaraja
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng terpilih dipastikan digelar 24 Juli 2012 mendatang melalui sidang paripurna istimewa di gedung DPRD Buleleng. Seluruh kegiatan pelantikan yang rencananya disaksikan oleh undangan hingga seribu orang itu, dianggarkan Rp 260 juta. Selain itu, pemkab juga mengalokasikan dana untuk seragam dinas untuk bupati dan wakil bupati terpilih.

Hal itu diungkapkan Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, usai memimpin rapat persiapan pelantikan bupati dan wakil bupati, Senin (18/6) kemarin. Lebih jauh Sekkab Puspaka mengatakan, rapat kemarin baru tahap awal untuk membentuk panitia pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih. Panitia yang akan dibentuk itu akan ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati.

Setelah SK terbit, panitia akan mulai bertugas untuk memenuhi seluruh kelengkapan acara pelantikan. "Kita akan buatkan dulu SK dan setelah itu mereka akan bekerja sesuai dengan tugasnya yang sudah disusun," katanya.

Menurut Puspaka, masalah anggaran acara pelantikan yang sifatnya seremonial, akan ditanggung melalui anggaran Sekretariat DPRD sebesar Rp 260 juta. Sementara untuk dana pembuatan seragam dinas yang dikenakan oleh bupati dan wakil bupati baru disiapkan Bagian Pemerintahan Setkab Buleleng. "Dana sudah disiapkan melalui alokasi dana di Sekretariat Dewan dan kelengkapan seragam itu disiapkan oleh Bagian Pemerintahan dan ini mulai bekerja setelah ada panitia karena mereka yang bertanggung jawab," jelasnya.

Sekkab Puspaka menambahkan, SK Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hingga kemarin masih diproses di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam waktu dekat ini SK tersebut akan terbit dan mengacu SK itu panitia akan bertugas, sehingga pada hari pelantikan nanti berjalan tertib, aman, dan lancar. "Ini kita persiapkan lebih awal dan begitu SK Bupati dan Wakil Bupati baru terbit, panitia mulai bekerja," jelas Sekkab Puspaka sembari mengatakan proses administrasi hak-hak purnatugas Bupati dan Wakil Bupati lama juga akan diproses. Sehingga begitu upacara serah terima jabatan nanti, hak-hak purnatugas pejabat lama ini sudah kelar.

Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) Ida Bagus Puja Erawan mengatakan, pelantikan akan dikemas dalam sidang paripurna istimewa. Direncanakan peserta sidang dan undangan mencapai seribu orang. Bahkan dalam pelantikan nanti, diperkirakan akan disaksikan oleh Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarno Putri.


Terkait Pengobatan Alternatif ...
Lembaga Penyiaran Wajib Verifikasi Narasumber
KOMISI Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali mengundang segenap stakeholder yang berkaitan dengan pengobatan alternatif untuk mengikuti diskusi terbatas ''Pengobatan Alternatif Antara Harapan dan Kenyataan di Masyarakat'' di ruang rapat Sekretariat KPID Bali, Senin (18/6) kemarin. Diskusi ini digelar karena adanya sejumlah pengaduan dari masyarakat terkait penayangan pengobatan alternatif di televisi maupun radio yang menjanjikan hal yang muluk-muluk tetapi hal itu tidak terbukti. Misalnya, praktisi pengobatan alternatif itu menargetkan kesembuhan bagi pasien yang menderita penyakit kronis dalam jangka waktu tertentu. Namun, ternyata banyak dari mereka yang mengikuti metode pengobatan alternatif itu dengan disiplin ternyata tidak sembuh-sembuh. Selain itu, ada juga pengaduan ke KPID Bali bahwa pengobatan alternatif itu banyak yang belum mengantongi izin dari Dinas Kesehatan.

Menurut Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Bali I Wayan Yasa Adnyana, S.H., M.H., pengobatan alternatif adalah fakta yang masih diperlukan masyarakat saat ini, sehingga keberadaannya tetap harus dijaga dan dilindungi. Dikatakan, aspek yang paling penting terkait dengan lembaga penyiaran yang menayangkan prihal pengobatan alternatif adalah etika atau norma di dalam menyampaikan sosialisasi dari produk-produk pengobatan alternatif, baik yang berbahan tumbuhan, hewan ataupun dalam bentuk energi. ''Diskusi ini tidak dalam posisi menganulir pengobatan alternatif, karena fakta di masyarakat pengobatan alternatif tetap menjadi kebutuhan masyarakat dan berdampingan dengan sistem pengobatan lainnya,'' katanya.

Dalam pemanfaatan media massa khususnya lembaga penyiaran di Bali, kata dia, semua itu sebenarnya mengandung semangat untuk memberikan informasi ke ruang publik. Dalam konteks pengobatan alternatif, tentu saja harus ada tanggung jawab dari pengobat alternatif sendiri dan lembaga penyiaran sendiri sebelum merekrut seorang narasumber untuk bisa berbicara di lembaga penyiaran. Mereka harus memperhatikan hal-hal yang perlu jadi acuan untuk melindungi publik atau kepentingan masyarakat. ''Ini memang sudah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang sudah jadi acuan nasional. Kami ingin antara norma P3SPS dengan hal-hal yang bersifat pengobatan alternatif di Bali ada benang merahnya. Ada satu mekanisme aturan sehingga kita bisa bersinergi untuk menyampaikan informasi itu lewat media. Lembaga penyiaran menjadi aman dan para praktisi pengobatan alternatif juga lebih terlindungi karena mereka memang mengikuti sistem, etika dan norma yang sudah diatur sebelumnya,'' tegasnya.

Yasa Adnyana menambahkan, suka tidak suka lembaga penyiaran merupakan filter pertama apakah seorang pengobat alternatif itu sudah memiliki izin sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kalau mereka sudah punya izin, tentu saja lembaga penyiaran bisa melangkah lebih lanjut untuk memberikan ruang kepada mereka. Pasalnya, dalam ketentuan P3SPS pasal 11 ayat 3 ditegaskan program yang berisi tentang kesehatan masyarakat dilarang menampilkan penyedia jasa pelayanan kesehatan masyarakat yang belum atau tidak memiliki izin. ''Ini berarti, lembaga penyiaran wajib memverifikasi fakta para narasumber yang akan masuk ke ruang publik melalui corong televisi maupun radio. Aspek legalitas ini perlu diperhatikan oleh lembaga penyiaran. Jadi, hanya pengobat alternatif yang memiliki izin dari instansi terkait yang boleh menggunakan lembaga penyiaran,'' tegasnya.


Lagi, Pengepul dan Pengecer Togel DiringkusDenpasar
 Unit V Dit. Reskrimum Polda Bali di bawah kendali Kanit Kompol Kariasa terus melakukan penangkapan terhadap pelaku judi togel. Bahkan, penangkapan tersangka kali ini hingga ke daerah-daerah yakni di Buleleng. Satu pengepul yakni Ketut Budiarta (34) dan dua pengecer togel masing-masing bernama Wayan Sumajaya (37) dan Putu Aryasa (38) berhasil diringkus, Minggu (17/6) sore lalu.

Kasubdit III Dit. Reskrimum Polda Bali AKBP Harry Haryadi, Senin (18/6) kemarin, membenarkan penangkapan ketiga tersangka tersebut. Mereka mengaku sudah setahun ini menjalani bisnis tebak nomor tersebut. "Dari pengakuan mereka, hasil penjualannya disetorkan kepada I Gusti Balon yang tinggal di Desa Tinge, Buleleng. Omzet per harinya jutaan rupiah dan pengecer mendapat pembagian 20 persen, sedangkan pengepulnya 25 persen, " kata Haryadi, kemarin.

Haryadi menjelaskan, polisi pertama kali menangkap tersangka Sumajaya pukul 17.00 wita. Dari tangan tersangka ini, polisi menyita barang bukti berupa sebuah HP Nokia berisi SMS pasangan, uang tunai Rp 117 ribu, 2 buah pulpen, 3 lembar catatan rekapan dan 2 lembar paito. Hasil interogasi polisi, tersangka Sumajaya mengaku tidak bekerja sendiri. Ia mengatakan kalau masih ada yang lainnya. Polisi pun memburu para tersangka tersebut. Akhirnya, satu jam kemudian, dua tersangka lainnya dibekuk.

Kedua tersangka itu yakni Aryasa dan Budiarta. Aryasa dibekuk pukul 18.00 wita dan barang bukti yang disita adalah uang tunai Rp 36 ribu, sebuah kalkulator, 2 buah spidol, 3 pulpen, 1 lembar kertas pengganti kupon dan sebuah HP merek Maktron. Sementara dari tersangka Budiarta disita barang bukti berupa sebuah HP, 2 buah pulpen. "Ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan di ruangan penyidik. Kami juga masih mengembangkan kasusnya dan mengejar bandarnya," ujarnya.


Terganjal Anggaran
Penghargaan Seni Wija Kusuma Ditiadakan
Singaraja
Satu agenda dalam Pesta Kesenian Bali (PKB), setiap tahun Pemkab Buleleng memberikan penghargaan seni Wija Kusuma kepada seniman, sastrawan, dan budayawan di Bali Utara. Namun karena terganjal anggaran dalam PKB Buleleng tahun ini, pemkab terpaksa meniadakan pemberian penghargaan tersebut.

Informasi dikumpulkan di Pemkab Buleleng, Senin (18/6) kemarin, sebenarnya nama seniman dan budayawan yang layak menerima penghargaan Wija Kusuma itu sudah didata. Rencananya lima nama seniman dan budayawan akan menerima penghargaan tersebut.

Setelah panitia mengecek anggaran, ternyata dananya tidak mencukupi untuk memberikan penghargaan berupa insinye berlapis emas murni, sertifikat dan uang tunai. Panitia terpaksa tidak melanjutkan proses pemberian penghargaan sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap seniman dan budayawan tersebut.

Anggota panitia PKB Buleleng, Wayan Sujana, seizin Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Buleleng, Made Suarja, ketika dimintai konfirmasi kemarin membenarkan batalnya pemberian penghargaan seni Wija Kusuma dalam PKB Buleleng tahun ini.

Lebih jauh Sujana mengatakan, sesuai pengalaman PKB Buleleng tahun-tahun sebelumnya, anggaran untuk penghargaan seni Wija Kusuma itu sekitar Rp 50 juta. Rinciannya untuk membeli insinye berlapis emas murni, sertifikat, dan uang tunai masing-masing Rp 5 juta. Karena kondisi anggaran PKB Buleleng minim, sehingga panitia memutuskan pemberian penghargaan itu batal.

"Kita sebenarnya sudah merencanakan untuk memberikan penghargaan itu, tapi karena dananya tidak cukup sehingga tahun ini kita tidak memberikan penghargaan. Dalam PKB Buleleng tahun 2009 yang lalu, penghargaan Wija Kusuma juga ditiadakan. Jadi bukan ini yang pertama kita tidak memberikan penghargaan dalam PKB," katanya.

Sujana menambahkan, pelaksanaan PKB Buleleng yang sudah berlalu itu dananya sangat minim. Seluruh dana itu hanya cukup untuk biaya 20 sekaa kesenian yang mewakili Buleleng dalam PKB Provinsi Bali yang kini tengah berlangsung. Selain itu, sebagian dana digunakan untuk biaya pelaksanaan PKB Buleleng.

"Dana yang dialokasikan tahun ini hanya cukup untuk biaya sekaa ke PKB Provinsi dan sisanya untuk PKB Buleleng yang lalu. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa melanjutkan memberikan penghargaan karena masih banyak seniman dan budayawan yang belum menerima," jelasnya.

Di sisi lain, Sujana mengatakan meski pemkab tidak memberikan penghargaan Wija Kusuma, tetapi dalam PKB Provinsi Bali tahun ini lima seniman, sastrawan, dan budayawan Bali Utara diusulkan menerima penghargaan Dharma Kusuma. Mereka itu masing-masing Ketut Jingga (seni joged bumbung), Luh Menek (seni tari), Made Bija (pencipta kalender Bali), Dewa Sugriwa (dalang) dan Wayan Seregag (sastrawan)

Pedagang Pasar Yehembang Pertanyakan
Pungutan di Luar Retribusi
Negara
Rusaknya penyedot air di Pasar Yehembang hingga menyebabkan WC tidak bisa digunakan, kembali dipertanyakan pedagang. Pasalnya, pihak pasar mengaku tidak memiliki dana untuk perbaikan mesin penyedot air, padahal pedagang dikenakan pungutan di luar retribusi.

Sejumlah pedagang, Senin (18/6) kemarin mengatakan, mereka beberapa kali dipungut uang di luar retribusi dengan alasan untuk perbaikan itu. Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang yang tergabung dalam paguyuban pasar dan di antaranya merupakan pedagang pasar malam (senggol) heran. Mereka mengaku dipungut Rp 2.000 hingga Rp 2.500 tiap hari.

Petugas saat itu mengatakan setoran di luar retribusi itu untuk prasarana pasar termasuk perbaikan mesin penyedot air. Namun kenyataannya fasilitas yang rusak dibiarkan. ''Lantas, ke mana dana itu? Bahkan ada info kalau dana itu khusus untuk kepala pasar,'' terang salah satu pedagang.

Adanya setoran di luar retribusi itu juga dibenarkan salah satu petugas pungut. Setiap hari, total penghasilan dari retribusi baik pedagang pasar pagi maupun pasar senggol disisihkan Rp 5.000. Dana tersebut diserahkan kepada kepala pasar dan dikatakan untuk memperbaiki prasarana pasar. Ternyata kepala pasar mengaku tidak punya anggaran. "Ini kan aneh, padahal jelas-jelas disisihkan tiap hari Rp 5 ribu untuk prasarana pasar itu. Lalu sekarang tidak ada uang. Ke mana uang itu," tanya petugas ini.

Para pedagang menginginkan keterbukaan dan mereka tidak keberatan bila memang ada retribusi karena untuk keperluan mereka juga. Namun, ternyata hingga berbulan-bulan sejumlah prasarana belum diperbaiki dengan alasan pasar tidak ada anggaran. Di sisi lain, Kepala Pasar Yehembang Ngurah Arnata membantah uang itu masuk ke kantong pribadinya. Memang ada pungutan di luar retribusi khusus untuk para pedagang pasar senggol. Dana yang disisihkan Rp 5.000 itu di antaranya untuk membayar listrik kantor pasar serta listrik bagi lapak pedagang pasar senggol di malam hari. "Biaya listrik sebulan sekitar Rp 90 ribu, kalau uang yang disisihkan itu tidak semuanya untuk itu (listrik)," terang dia.

Hasil dari pungutan pasar senggol senilai Rp 2.000 itu juga tidak semua pedagang yang dikenai. Jumlahnya pun tidak pasti, apalagi saat hujan, menurutnya sama sekali tidak ada. Sementara untuk alat penyedot air, pihaknya sudah dipanggil Perusda dan langsung dibelikan alat penyedot air. "Tinggal pasang saja nanti, sehingga air bisa mengalir lagi," terang dia.

Di sisi lain, Direktur Perusda Jembrana Wayan Wasa kepada wartawan mengaku telah memberikan penyedot air ke pihak pasar. "Sebenarnya ini sudah menjadi atensi saya sejak lama, karena ini berkait dengan pelayanan. Dan ternyata belum terlaksana. Sehingga saya putuskan untuk mengganti langsung mesin itu bersama staf saya," terang Wasa.

Terkait adanya pungutan itu, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil kepala pasar dan pedagang untuk mengklarifikasi kebenaran itu. Apabila benar, pihaknya tidak segan-segan untuk mengambil tindakan. "Ini akan saya jadikan evaluasi, kalau benar akan dikenai sanksi, apa itu surat peringatan atau yang lainnya," ujarnya.


Galian C Rawan Penularan PMS dan NarkobaAmlapura
Lokasi galian C, selain rawan penyalahgunaan narkoba, juga penyebaran penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS. Masalahnya, di lokasi galian C kerap buka 24 jam, dan pekerja yang datang dari berbagai daerah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem dr. IGM Tirtayana, Senin (18/6) kemarin di Mapolres Karangasem, saat tampil sebagai salah seorang narasumber sosialisasi penyalahgunaan narkoba terkait HUT Bhayangkara tahun ini.

Tirtayana mengatakan, selain berbagai masalah sosial tersebut, galian C yang meninggalkan kubangan berisi air juga rawan menjadi sarang nyamuk malaria atau jenis nyamuk berbahaya lainnya yang bisa menyebarkan virus. Dia mencontohkan bekas galian C yang ditinggalkan karena pasir dan batunya sudah habis di wilayah Gunaksa Klungkung, kubangan berisi air bisa rawan menjadi sarang nyamuk berbahaya.

"Memang dari segi penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan, galian C di Karangasem potensial. Apalagi, di Bali tinggal di Karangasem potensi galian C yang masih ada, sehingga semua kebutuhan pasir di Bali dicari dari Karangasem," paparnya.

Dari catatan, soal rawannya di lokasi galian C menjadi sumber penyebaran penyakit menular seksual, juga terlihat dari sejumlah kasus perselingkuhan yang dipergoki suami atau istri. Pekan lalu, perselingkuhan wanita bersuami tukang gali pasir dengan seorang sopir truk galian C digerebek suaminya di wilayah galian C Pangpleg, Desa Jungutan, Karangasem.

Kedua pelaku perselingkuhan yang dipergoki berciuman di teras dan kemudian masuk kamar berduaan, lantas dilaporkan ke polisi. Menurut Tirtayana, lokasi galian C juga rawan penyalahgunaan narkoba. Bulan lalu seorang pekerja galian C di wilayah Butus, Bebandem, tertangkap polisi membawa narkoba jenis sabu-sabu dan pelaku kini tengah dalam proses persidangan. "Penyalahgunaan narkoba sangat mengkhawatirkan, karena itu perlu ditanggulangi bersama," ujar Tirtayana.

Sementara itu, Kepala Urusan Bina Operasi (KBO) Satreskoba Polres Karangasem yang juga tampil sebagai pembicara, Ipda Ketut Edy Susila, S.H. menyatakan hal yang sama. Menurutnya, para pengedar nakorba sangat lihai dan mereka terus mencari cara baru untuk mengelabui polisi, guna bisa menyebarkan barang dagangannya berupa narkoba.

Karena itu, para pemuda harus berhati-hati. Sebab, sasaran empuk mereka yakni kalangan generasi muda, karena golongan usia itu relatif lebih mudah dipengaruhi. Soalnya, anak-anak muda sedang dalam proses pencarian identitas diri. Agar generasi muda terhindar dari pergaulan bebas dan pada akhirnya rawan terjerumus narkoba, hendaknya menjauhi pergaulan dengan kelompok pengguna narkoba. Para pemuda mesti memiliki sikap dan pendirian yang tegas dan teguh. Soalnya, para pengedar narkoba pasti berupaya memengaruhi agar para pemuda mau masuk menjadi pengguna narkoba.

"Jangan gubris kalau teman mengejek, dibilang banci karena tidak berani memakai "ini" dan "itu". Sayangnya, pada ceramah dan sosialisasi narkoba bertema, ''Narkoba dan Remaja Kita'' itu sepi peminat. Peserta terdiri atas belasan ibu Bhayangkari serta sekitar 10 remaja terutama dari kalangan anak-anak anggota polisi.


Proyek Hotel di Jalan Melasti
Satpol PP Badung Layangkan Peringatan Pertama
Mangupura
Satpol PP Badung, Senin (18/6) kemarin, melayangkan peringatan pertama terhadap proyek Hotel Grandmas di perempatan Jalan Melasti, Legian, yang menuai protes dari masyarakat setempat. Pihak hotel diminta mematuhi IMB dan memperbaiki kinerjanya agar kenyamanan masyarakat tidak terganggu.

Kabid Pengendalian dan Operasional Satpol PP Badung IGK Surya Negara usai sidak ke hotel tersebut mengatakan, pihaknya telah melayangkan teguran sekaligus meminta perwakilan hotel untuk menandatangani surat kesepakatan agar segera memenuhi aturan dan memperbaiki kinerjanya. Beberapa hal yang harus segera dipatuhi pemilik adalah, wajib memasang pagar pengamanan untuk membatasi lokasi proyek dengan jalan, material dan alat-alat bangunan jangan sampai meluber ke jalanan.

Dalam sidak kemarin, Satpol PP Badung menemukan adanya tangga keselamatan. Padahal tangga keselamatan dimaksud tidak tertuang dalam IMB yang diterbitkan Dinas Cipta Karya (DCK) Badung.

Meski demikian, Surya Negara belum bisa memberikan kepastian soal dugaan pelanggaran koefisien dasar bangunan (KDB). Dia mengatakan, hal itu kewenangan DCK Badung untuk menjelaskannya. ''Meskipun demikian, kami akan terus melakukan pengawasan terhadap pembangunan hotel tersebut. Kalau memang tidak ada iktikad baik memperbaiki kinerjanya, maka kami akan mengambil tindakan tegas,'' ujarnya.
 
Raker Bahas RSUD Badung
Tenaga Ahli ''Kuliahi'' Eksekutif dan Legislatif
Mangupura 

Ada yang menarik dari rapat kerja (raker) Komisi B DPRD Badung dengan SKPD terkait di Pemkab Badung yang beragendakan pembahasan pembangunan RSUD Badung. Salah seorang tenaga ahli di DPRD Badung yakni I Nyoman Gelebet "menguliahi" jajaran eksekutif dan legislatif yang hadir. Gelebet juga mengkritisi polemik yang muncul mengiringi pembangunan RSUD Badung yang direncanakan bertaraf internasional tersebut.

"Malu saya, bangunan belum ada sudah macongkrah (berdebat - red). Masterplan harus jelas. Tahapan harus jelas, time schedule harus jelas. Kalau memang tidak tahu jangan malu bertanya," ujar Gelebet di hadapan peserta rapat yang dipimpin Ketua Komisi B Made Sumerta serta diikuti anggota Komisi B, Kepala Dinas Cipta Karya (DCK) Ni Luh Putu Dessy Dharmayanti, Direktur RSUD Badung Agus Bintang Suryadhi dan Kepala Dinas Kesehatan Putra Suteja.

Kritik pedas itu muncul sehubungan masih belum adanya titik kesepahaman antara eksekutif dan sejumlah kalangan di DPRD Badung, terutama dalam menyikapi pekerjaan tambah kurang berupa perubahan struktur bangunan serta perlu tidaknya pembangunan basement di gedung A RSUD Badung.

Menurut Gelebet, sebuah masterplan terlebih bangunan publik, minimal 10 tahun tidak boleh diutak-atik. Dia pun menegaskan, dalam pembangunan RSUD Badung, pihak terkait seharusnya tidak menggunakan rasa melainkan rasio atau perhitungan yang matang. Meskipun mampu dari sisi biaya, tetapi perubahan tetap saja memerlukan kajian mendalam. Sementara menanggapi perlu tidaknya dibangun basement di gedung A RSUD Badung, Gelebet belum mau menanggapinya. Dia menyatakan, itu harus dikaji lebih mendalam sebelum dijawab.


Satpol PP Sidak Bangunan Belum BerizinSemarapura

Anggota Satpol PP Klungkung melakukan sidak terhadap sebuah bangunan yang rencananya dimanfaatkan untuk rumah pertokoan (ruko), Senin (18/6) kemarin. Bangunan yang hampir rampung dikerjakan di Jalan Ngurah Rai Klungkung itu, ternyata belum memiliki IMB dan SIUP serta izin lokasi. Sehingga petugas yang turun langsung menghentikan pengerjaan proyek pembangunan ruko tersebut.

Penertiban bangunan ini mulai dilakukan anggota Satpol PP sekitar pukul 12.00 wita. Dengan dipimpin PPNS, Agus Sutawi Putra, belasan anggota Satpol PP turun melakukan pengecekan terhadap izin dari bangunan tersebut. Kebetulan rombongan Satpol PP bertemu langsung dengan pemilik ruko Suardana, asal Gianyar. Tetapi setelah diminta menunjukkan izin IMB oleh petugas, ia tidak bisa menunjukkannya. Di hadapan petugas, ia berdalih telah mengurus izin. Namun izinnya dikatakan belum keluar sampai saat ini. ''Izinnya sedang proses pak. Katanya masih menunggu pengecekan ke lapangan dari petugas perizinan,'' katanya.

Kendati mengaku sudah mengurus izin, pihak Satpol PP ternyata tidak tinggal diam dalam persoalan tersebut. Anggota Satpol PP langsung meminta agar pemilik bangunan menghentikan sementara pengerjaan bangunan tersebut sebelum izinnya keluar. Apalagi bangunan yang dikerjakan hampir rampung. Pihak pemilik sendiri akhirnya menerima saran dari anggota Satpol PP. Namun, pemilik bangunan sedikit mengeluh dengan proses perizinan yang terjadi di Klungkung. Ia mengaku sudah satu bulan mengajukan permohonan izin. Tetapi sayang, permohonan izin yang diajukan belum kelar sampai saat ini.

Selain itu, pemilik bangunan mengaku telah memiliki UKL dan UPL dari DKLH Klungkung. Termasuk izin dari BPN. Tetapi ia mengakui proses perizinan di BPN paling lama. Dia sendiri juga mengaku nekat membangun sebelum mengurus izin lantaran ada saran dari petugas agar pelan-pelan membangun sambil menunggu izin keluar. ''Ya, saya diminta pelan-pelan membangun sambil menunggu izin keluar,'' ujarnya, seraya mengatakan kalau dirinya mengontrak tanah tersebut selama 10 tahun untuk membangun ruko.


Satpol PP Klungkung Ciduk Puluhan GepengSemarapura
Anggota Satpol PP Klungkung kembali menciduk 20 orang gepeng yang mangkal atau tidur di emperan toko di wilayah Kampung Lebah, Klungkung, Senin (18/6) dini hari kemarin. Satpol PP Klungkung sudah berulang kali melakukan operasi penertiban di pasar senggol maupun tempat keramaian lainnya. Namun, ada saja gepeng yang berkeliaran meminta-minta. Gepeng yang diamankan juga muka-muka lama.

Mereka yang ditangkap sebagian besar tidak ada yang baru. Malah ada gepeng yang membawa bayi umur sekitar empat bulan. Hal ini dilakukan salah seorang gepeng bernama Ni Nyoman Teg (35). Wanita asal Tianyar, Karangasem ini mengaku tidak hanya membawa anaknya yang baru berumur empat bulan yakni Kadek Pong untuk mengemis, namun juga kedua putranya yang masih berumur di bawah 10 tahun.
 Menariknya, Ni Nyoman Teg mengaku sudah menggepeng sejak anak pertamanya masih bayi. Dia pun mengaku nekat mengemis lantaran lebih mudah mendapatkan uang ketimbang di desanya. Apalagi suaminya juga seorang buruh cangkul dan di desanya sendiri juga tidak ada apa yang bisa dilakukan. ''Apa saya makan pak. Di desa juga tidak ada apa-apa untuk bisa dikerjakan,'' ujar Ni Nyoman Teg ketika ditemui di Kantor Dinas Sosial Klungkung, Senin kemarin.

Menurut Teg, dalam sehari dia bisa mendapatkan uang Rp 20 ribu dari mengemis. Uang itu dikatakan cukup untuk bertahan hidup dengan ketiga anak dan suaminya. Namun, Ni Nyoman Teg berdalih selama ini dia hanya menggepeng di sekitar Klungkung seperti pasar senggol dan tempat keramaian lainnya. Dia juga mengaku tidak tinggal lama di Klungkung dan hanya menggepeng menjelang hari raya. ''Paling tidak lima hari saja saya sudah balik bersama anak-anak pulang,'' ujarnya.

Sementara Kasatpol PP Klungkung Komang Dharma Suyasa ketika dimintai konfirmasi mengakui adanya penertiban gepeng tersebut. Menurut Dharma Suyasa, penertiban gepeng tersebut dilakukan sekitar pukul 01.00 wita ketika para gepeng sedang tertidur di emperan toko di wilayah Lebah. Setelah mengamankan dan membina gepeng tersebut, anggota Satpol PP kemudian menyerahkannya ke Dinas Sosial Klungkung untuk dipulangkan ke tempat asalnya. ''Ya, tadi pagi kami sudah bina dan serahkan ke Dinas Sosial,'' ujarnya.

Menurut Komang Dharma Suyasa, gepeng yang diamankan juga muka-muka lama. Mereka yang ditangkap sering mangkal di pasar senggol dan tempat keramaian lainnya. Selain itu, Suyasa juga mengaku kesulitan menangani gepeng di Klungkung. Karena setiap ditangkap dan dipulangkan, gepeng-gepeng tersebut kembali datang. Pihaknya sendiri bersama anggota Satpol PP seluruh Bali sempat membahas persoalan gepeng melalui rakornas yang digelar di wilayah Karangasem.

Menariknya, dalam pertemuan tersebut, kata Komang Dharma Suyasa, pihak kepala desa maupun bendesa adat Munti juga mengaku kesulitan menangani warganya yang terus menggepeng. Padahal desanya dikatakan sering mendapat bantuan dari pemerintah. Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga mencuat kalau ada salah seorang warga yang kaya dari hasil menggepeng. Bahkan, telah memiliki mobil Karimun dari hasil menggepeng. ''Saat pertemuan tersebut, katanya, ada gepeng yang sampai bisa membeli mobil Karimun karena penghasilannya dari menggepeng bisa mencapai Rp 1 juta per hari. Mungkin melihat hal ini, mereka terus menggepeng,'' beber Komang Dharma Suyasa.

 
Demikianlah beberapa informasi yang terkini di BALI yang telah saya rangkum hanya untuk anda , pengunjung bayuajuzt.blogspot.com..... Semoga dengan informasi terkini ini, anda tidak ketinggalan berita,, Dan semoga bisa bermanfaat...!



                  BACA JUGA ARTIKEL YANG TERKAIT :

JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTAR ANDA DIBAWAH INI!!!

1 Response to "BERITA TERKINI DI BALI EDISI 19 JUNI 2012."

  1. Anda butuh angka 4d 5d 6d silahkan tlpon eyang woro manggolo di 0823,9177,2208.trimakasih

    BalasHapus

Catatan:
1. Berkomentarlah dengan bahasa yg jelas dan mudah dimengerti.
2. Untuk menyisipkan gambar gunakan kode [img]Tulis URL gambar di sini[/img]
3. Untuk menyisipkan video gunakan kode [youtube]Tulis URL Video Youtube di sini[/youtube]
4. Untuk melihat kumpulan emoticon klik tombol emoticon dibawah ini.
Emoticon

Google+ Followers

Bagaimanakah web murah hati menurut anda?