RESUME KIMIA-MINYAK BUMI KELAS XI

frenssss, ketemu lagi sama saya,,, saya akan selalu berusaha menyajikan informasi-informasi yang menarik, dan pastinya bermanfaat bagi kalian, dan u gx usah kwatir atau gx pecaya ma mterinya.... sebab saya membuat postingan hanya dari buku-buku sumber yang sudah paten dan baku atau yang dapat dipercaya kesahan.nya...... jadi gx mungkin sampe nyamplirrrr.......
Kali ini saya akan menyediakan sebuah materi tentang pelajaran kimia yaitu Minyak Bumi,, disini materi lengkap dan tersedia juga gambar destilasinya.... okeh silakan dibaca frenssss.

E. Minyak Bumi
Minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati, akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun, jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.
Minyak bumi dikelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Deposit minyak bumi di Indonesia pada umumnya terdapat di daerah pantai atau lepas pantai.
1.      Komponen utama penyusun minyak bumi
Minyak bumi adalah campuran kompleks yang sebagian besar terdiri atas hindrokarbon yaitu:
a.       Golongan alifatik, yaitu golongan alkana baik rantai lurus maupun bercabang, seperti n-heptana dan isooktana.
b.      Golongan siklik, yaitu golongan sikloalkana (alkana rantai tertutup) , misalnya metal-siklo-pentana dan isooktana.
c.       Golongan aromatic, yaitu benzena dan turunannya , seperti benzene dan metal benzene (toulen).
2.      Pengolahan minyak bumi
Minyak bumi hasil pengeboran masih berupa minyak mentah (crude oil) sehingga belum dapat langsung digunakan. Pengolahan minyak mentah dilakukan melalui destilasi bertingkat, dimana minyak mentah dipisahkan kedalam kelompok-kelompok (fraksi) dengan rentang titik didih tertentu. Titik didih yang lebih rendah akan menguap lebih dulu. 
Perhatikan diagram destinasi minyak bumi berikut:
Minyak mentah mula-mula dipanaskan sampai suhunya 400-4500C, sehingga terjadi penguapan. Minyak yang menguap akan mengembun (mencair) pada pendingan sesuai dengan trayek titik didih masing-masing.
Fraksi minyak bumi
Jumlah atom c
Trayek titik didih
Gas alam (LNG)
C1-C2
-1000C sampai -880C
Elpiji (LPG)
C3-C4
-100C sampai 0oC
Petroleum Eter
C5-C6
200C sampai 700C
Bensin
C7-C8
700C sampai 1400C
Nafta
C9-C10
1400C sampai 1800C
Kerosin (minyak tanah)
C11-C13
1800C sampai 2500C
Solar
C14-C16
2500C sampai 3500C
Minyak pelumas
C17-C20
Diatas 3500C
Vaselin dan lilin
C21-C24

Aspal
C36 dan seterusnya

Fraksi-fraksi yang didapatkan setelah proses ditilasi selanjutnya diolah lebih lanjut dengan proses reforming, polimerisasi, treating, dan blending.
1.   Reforming
Reformig merupakan suatu cara pengubahan bentuk, yaitu dari rantai lurus menjadi bercabang. Proses ini digunakan untuk meningkatkan  mutu bensin.

CH3
 



 

2.   Polimerasi
Polimerasi merupakan suatu cara penggabungan monomer (molekul-molekul sederhana) menjadi molekul-molekul yang lebih kompleks.
3.   Treating
Treating merupakan proses penghilangan kotoran pada minyak bumi.
4.  Blending
Blending merupakan proses penambahan zat aditif.

F. Bensin
Bensin merupakan salah satu komponen hasil penyulingan minyak bumi  yang digunakan untuk bahan bakar kendaraan. Komponen utama bensin adalah n-heptana dan isooktana. Mutu bahan bakar bensin dikaitkan dengan jumlah ketukan (knocking) yang ditimbulkannya dan dinyatakan dnegan nilai (angka) oktan yaitu angka yang menunjukkan jumlah isooktan dalam bensin. Dan semakin sedikit ketukan, semakin baik mutu bensin dan semakin tinggi angka oktannya.
Untuk menaikkan mutu bensin dilakukan dengan menambahkan bahan aditif seperti TEL (Tetra Ethyl Lead) atau MTBE (Methyl Tertiery Buthyl Eter). Dan juga ada bahan aditif lain seperti benzene, etanol, tersie butyl alcohol.

G. Dampak Pembakaran Minyak Bumi
Berikut ini akan kita bahas tentang gas-gas hasil pembakaran minyak bumi yangs angat membahayakan kesehatan manusia.
1.   Karbon Monoksida (CO)
Gas karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna , tidak berbau, tidak berasa, dan ridak merangsang. Hal ini menyebabkan keberadaannya sulit didektesi. Padahal gas ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena pada kadar rendah dapat menimbulkan sesak nafas dan pucat. Pada kadar tinggi dapat menyebabkan pingsan dan pada kadar lebih dari 1.000 ppm dapat menimbulkan kematian. Gas CO ini berbahaya karena dapat membentuk senyawa dengan membentuk senyawa dengan hemoglobin membentuk HbCO, dan ini merupakan racun bagi darah. Oleh karena yang diedarkan keseluruh tubuh termasuk ke otak bukannya HbO, tetapi Justru HbCO.
Sumber keberadaan gas CO ini adalah pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar minyak bumi. Salah satunya adalah pembakaran bensin.
Sumber lain gas CO adalah pembakaran tidak sempurna yang terjadi pada proses industry, pembakaran sampah, pembakaran hutan, kapal terbang, dan lain-lain.
2.   Karbon Dioksida (CO2)
Gas karbon dioksida juga mempunyai sifat tidak berwarna, tidak berasa , dan tidak merangsang. Gas CO2 merupakan hasil pembakaran sempurna bahan bakar minyak bumi maupun batu bara. Dengan semakin banyaknya jumlah kendaraan dan jumlah pabrik, kadar CO2 diudara juga semakin meningkat. Kelebihan kandungan CO2  menyebabkan sinar inframerah dari matahari diserap oleh bumi dan benda-benda disekitarnya. Kelebihan sinar inframerah ini tidak dapat kembali keatmosfer karena terhalang oleh lapisan CO2 yang ada di atmosfer. Akibatnya suhu dibumi menjadi panas. Hal ini menyebabkan suhu pada siang maupun malam hari tidak ada perbedaan atau bahkan sama. Hal tersebut dikenal sebagai efek rumah kaca (green house effect).
3.   Oksida Belerang (SO2 dan SO3)
Gas belerang dioksida (SO2) mempunyai sifat tidak berwarna , tetapi berbau sangat menyengat dan dapat menyesakkan napas meskipun dalam kadar rendah. Gas ini dihasilkan dari  oksidasi atau pembakaran belerang yang terlarut  dalam bahan bakar minyak bumi serta dari pembakaran belerang yang terkandung dalam bijih logam yang diproses pada industry pertambangan. Penyebab paling besar adalah pada pembakaran batu bara. Akibat dari kelebihan oksidasi belerang dapat menyebabkan terjadinya hujana sam.
Hujan yang banyak mengandung asam sulfat ini memiliki pH <5, sehingga menyebabkan sangat korosif terhadap logam dan berbahaya bagi kesehatan. Selain hujan asam jika oksidasi belerang terserap kedalam alat pernapasan masuk keparu-paru akan sangat berbahaya bagi kesehatan khusnya paru-paru.
4.    Oksida Nitrogen (NO dan NO2)
Gas nitrogen monoksida memiliki sifat tidak berwarna , yang pada konsentrasi tinggi juga dapat menimbulkan keracunan. Disamping itu, gas oksida nitrogen juga dapat menjadi penyebab hujan asam.
Adanya gas nitrogen monoksida diudara karena gas nitrogen ikut terbakar bersama dengan oksigen, yang terjadi pada suhu tinggi.







0 Response to "RESUME KIMIA-MINYAK BUMI KELAS XI"

Poskan Komentar

Catatan:
1. Berkomentarlah dengan bahasa yg jelas dan mudah dimengerti.
2. Untuk menyisipkan gambar gunakan kode [img]Tulis URL gambar di sini[/img]
3. Untuk menyisipkan video gunakan kode [youtube]Tulis URL Video Youtube di sini[/youtube]
4. Untuk melihat kumpulan emoticon klik tombol emoticon dibawah ini.
Emoticon

Google+ Followers

Bagaimanakah web murah hati menurut anda?