Berita terkini diBali edisi 13 Mei 2012

fresns, ni saya berikan postingan tentang seputar berita diBali,, berasal dari berbagai daerah, agar kita tau bagaimana sutuasi yang sedang terjadi dibali sekarang ini yaitu berita terkini edisi 13 Mei 2012

Berita Kabupaten
13 Mei 2012 | Bayuajuzt.blogspot.com
Ungkap Kasus SS
Polisi Terkendala Pengakuan Tersangka
Singaraja
Tersangka kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu (SS), Made BS (34), warga Jalan Parikesit Kelurahan Banjar Tegal Singaraja, tak mau berterus terang mengakui dari mana dia mendapatkan barang haram tersebut. Akibatnya, polisi kesulitan mengembangkan kasus tersebut untuk mendapatkan pengedar SS di Buleleng.

Kabag Ops. Polres Buleleng, Kompol Ida Bagus Wedana Jati, Sabtu (12/5) kemarin, mengatakan, setelah menjalani pemeriksaan, tersangka BS langsung ditahan. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, barang yang didapatkan dalam kotak sandal di kamar tersangka itu memang positif merupakan narkotika SS. ''Setelah dipastikan benda dengan berat 0,2 gram itu positif narkotika jenis SS, pelaku langsung ditahan,'' kata Wedana Jati.

Di hadapan penyidik, tersangka yang mengaku berwiraswasta itu tidak mau mengatakan secara gamblang dari siapa barang haram itu didapatkan. Pelaku hanya mengaku mendapatkan barang itu dari seseorang dan transaksinya dilakukan di wilayah Ubung. ''Sama seperti tersangka lainnya yang sudah ditangkap, pelaku kali ini juga menerapkan jaringan terputus. Dia tidak mau mengatakan dari siapa mendapat SS tersebut,'' tambah Wedana Jati.

Sejauh ini, empat orang saksi sudah dimintai keterangan terkait kasus tersebut. Hingga kemarin, tersangka tetap dengan pengakuannya sebagai pemakai saja. Namun, polisi yang tidak mau kecolongan terus melakukan pengembangan. Melihat perannya itu tersangka dijerat dengan pasal 112 (1) jo pasal 127 (1) UU nomor 35/2009 tentang Narkotika, yang ancaman hukumannya di atas lima tahun.

Sebelumnya, tersangka BS diamankan jajaran Satnarkoba Polres Buleleng yang dikomandoi Kasatnarkoba AKP Ketut Badra. Tersangka ditangkap di rumahnya Kamis (10/5) pukul 16.30 wita. Pelaku diamankan lantaran berdasarkan informasi warga, dia memiliki SS. Saat digeledah, polisi menemukan SS seberat 0,2 gram di dalam kamarnya yang disimpan dalam sebuah kotak bekas sandal. (bayu)

Pilkada Gianyar
Empat Tokoh Ambil Formulir ke Golkar
Gianyar
Empat tokoh di Gianyar, Sabtu (12/5) kemarin, mendatangi kantor DPD Golkar ikut pendaftaran bakal calon Bupati dan bakal calon Wakil Bupati Gianyar. Mereka di antaranya, Cokorda Putra Nindia yang mendaftar sebagai bakal calon bupati, dan tiga tokoh lainnya, A.A. Ngurah Agung, Dauh Wijana, Putu Kusuma Negara mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati.

Kedatangan Cokorda Putra Nindia yang selama ini dikenal telah mendeklarasikan diri berpasangan dengan A.A. Ngurah Agung, rupanya dalam pendaftaran terpisah. Masing-masing datang sendiri-sendiri dan mendaftar sesuai posisi yang diinginkan.

Cokorda Gde Putra Nindia datang ke Golkar sekitar pukul 08.00 wita, kemudian A.A. Ngurah Agung pukul 12.30 Wita. Cokorda Putra Nindia dalam mengambil formulir didampingi Ketua Partai Golkar Kabupaten Gianyar, Dauh Wijana, dan jajaran pengurus Partai Golkar Kabupaten Gianyar.

Alasan Cok. Nindia memlilih Partai Golkar karena Partai Golkar merupakan partai besar, selain itu Partai Golkar dinilai mempunyai pengalaman yang sangat baik selama ini. Partai Golkar memiliki struktur yang jelas hingga ke masing-masing banjar serta memiliki tokoh-tokoh yang mumpuni hingga ke tinggat nasional.

Disinggung soal pasangan yang keluar nanti, Cok Nindia mengaku soal pasangan yang keluar nanti dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan dan mekanisme Partai Golkar. Namun, di satu sisi dirinya mengaku tetap solid dengan paketnya A.A. Ngurah Agung.

Sementara Ketua Partai Golkar Gianyar, Dauh Wijana, mengatakan berdasarkan juklak, Partai Golkar baru mulai membuka pendataran bakal calon Bupati Gianyar dan Wakil Bupati Ganyar. Partai Golkar memberikan kesempatan kepada siapa saja baik pengurus partai atau orang independen menggunakan Partai Golkar sebagai kendaraan sah-sah saja. Pendaftaran dan pengambilan formulir dimulai Sabtu (12/5) hingga seminggu hari kerja. Mereka yang mendaftar dan mengambil formulir agar menyetor kembali dan dibahas dalam rapat Partai Golkar, kemudian baru akan dikeluarkan satu paket yang sudah jadi yang akan bertarung dalam Pemilukada Gianyar nanti. (bayu)
Pasien Membeludak, RSUD Tabanan Kurang Tempat Tidur 

Pelayanan RSUD Tabanan sejatinya banyak diminati warga. Sayangnya, jumlah kamar yang tersedia jauh dari kebutuhan. Akibatnya, banyak pasien terpaksa dirujuk ke RS Sanglah, Denpasar atau RS lainnya di Badung. Dalam sehari, rata-rata 10-20 pasien terpaksa dirujuk dari RSUD Tabanan karena kehabisan kamar inap.

Direktur Badan RSUD Tabanan, dr. Nyoman Susila, menjelaskan, idealnya, RS yang dipimpinnya minimal memiliki 400 kamar inap. Saat ini, baru tersedia 207 kamar. Padahal, angka kunjungan pasien sangat tinggi. Dalam sebulan mampu menembus 11.140 orang. Jumlah ini terdiri dari pasien rawat jalan 9.339 orang dan perawatan eksekutif 1.800 orang per bulan. Angka ini masih ditambah dengan pasien di unit darurat yang mencapai 4.027 per bulan. ''Dari total kunjungan pasien, rata-rata langsung dirawat inap. Angka hunian kamar selalu mencapai 94 persen,'' katanya Sabtu (12/5) kemarin.

Ditambahkan, total kamar inap di Tabanan mencapai 300 unit. Jumlah ini termasuk kamar inap yang dimiliki puskesmas dan RS swasta. Padahal, kata Susila, jumlah penduduk di Tabanan mencapai 42.000 lebih. Sehingga, berdasarkan rasio, perbadingannya adalah 1 : 400. Artinya, satu tempat tidur harus ditempati oleh 1.000 penduduk. Kondisi ini yang memicu tempat tidur RS tidak pernah kosong dalam waktu lama. Apalagi, pasien yang datang ke RSUD Tabanan tak hanya warga lokal. Warga asal Jembrana dan Badung Barat justru banyak yang mengandalkan layanan RSUD Tabanan.

Terkait kondisi itu, kata Susila, pihaknya akan menambah 17 tempat tidur di RSUD Tabanan. Rinciannya, 6 unit di RSUD, sisanya 11 unit ditempatkan di RS Wings Nyitdah. Selama ini, RS internasional tersebut baru memiliki 12 tempat tidur nonkelas. Harapannya, dengan penambahan tempat tidur, angka rujukan ke Denpasar bisa dikurangi. Selain menambah tempat tidur, RSUD juga menambah jumlah perawat. Saat ini, total perawat mencapai 384 orang. Khusus perawat yang ditambah jumlahnya mencapai 17 orang. ''Mereka masih menjalani training selama dua bulan sebelum turun ke ruangan baru,'' tegasnya.

Terkait relokasi RSUD ke RS Nyitdah, kata Susila, akan memudahkan pelayanan bagi pasien. Sebab, bangunan RSUD sudah sempit dan tidak mungkin diperlebar lagi. ''Kalau relokasi, sejatinya menguntungkan bagi pelayanan. Sebab, bisa fokus dalam satu area yang luas,'' tegasnya.

Namun, Susila enggan berbicara banyak terkait relokasi. Dia beralasan, relokasi menjadi wewenang Pemkab Tabanan. (bayu)

Pengangguran Didominasi SarjanaDenpasar
Berdasarkan data yang dihimpun di Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kota Denpasar, hingga Maret 2012 lalu, tercatat angka pengangguran di Denpasar mencapai 4.415 orang. Ironisnya, kualifikasi pendidikan pengangguran di Denpasar itu didominasi oleh sarjana yang persentasenya mencapai 40 persen diikuti pengangguran dengan kualifikasi pendidikan SMA/SMK sekitar 35 persen dan sisanya yakni 25 persen merupakan pengangguran dengan kualifikasi pendidikan SD dan SMP.

Kepala Disnakertransos Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si., mengatakan hal itu Sabtu (12/5) kemarin.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar ini memperkirakan, tingginya angka pengangguran dari tingkat sarjana ini lantaran mayoritas lulusan perguruan tinggi masih memiliki pola pikir PNS oriented.

Sementara itu, minat mereka untuk berwiraswasta atau minimal menciptakan lapangan kerja minimal untuk dirinya sendiri masih sangat rendah. ''Fenomena mayoritas lulusan perguruan tinggi yang masih PNS oriented ini memang tidak terbantahkan. Dalam seleksi penerimaan CPNS, pelamar bergelar sarjana dari berbagai disiplin ilmu memang selalu mendominasi. Padahal, formasi CPNS yang tersedia sangat terbatas,'' katanya.

Dia menambahkan, Pemkot Denpasar terus berupaya mengurangi angka penggangguran di Denpasar. Strateginya dengan menggelar berbagai kegiatan yakni bursa kerja (job fair) yang banyak menyerap tenaga kerja dan tenaga kerja mandiri serta SMS bursa kerja online termasuk pengiriman tenaga kerja ke luar negeri yang bekerja sama dengan perusahaan penyalur tenaga kerja Indonesia. Di samping itu, pihaknya juga menggulirkan program community collage yakni pelatihan berbasis masyarakat. ''Kesempatan kerja yang ada sebenarnya cukup banyak dan menjanjikan. Namun, informasinya belum sampai pada yang memerlukan terutama para pencari kerja dan pengguna tenaga kerja,'' ujar Erwin.

Di sisi lain, kata dia, Disnakertransos mengarahkan bagi pengangguran tingkat sarjana untuk membuka usaha sendiri atau menjadi wirausaha. Dengan kata lain, tidak lagi berorientasi menjadi PNS semata. Apalagi, pemerintah saat ini sedang melakukan moratorium sehingga peluang untuk menjadi PNS sangat kecil. (bayu)



Kepemimpinan Bali
Harus Berani Mengerem Jual Tanah Bali
TATA ruang Bali semakin mengkhawatirkan dengan maraknya alih fungsi lahan produktif yang mencapai seribu hektar per tahun menjadi ladang betong. Dekan Fakultas Teknik Universitas Warmadewa, Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., Sabtu (12/5) kemarin, menilai pemimpin Bali tidak mampu mengerem alih fungsi lahan ini karena regulasi tata ruang masih dipermainkan dengan berbagai dalih kepentingan.

Menurutnya, pemimpin Bali jangan sampai terus menjual habis tanah Bali dengan cara terselubung sehingga rakyat Bali semakin terpinggirkan di tanah kelahirannya.

Lebih lanjut dikatakan, perubahan fungsi lahan di Bali dalam beberapa kurun waktu belakangan ini sudah hampir mencapai 1.000 hektar per tahun. Idealnya, alih fungsi lahan hanya 200-250 hektar per tahun. Perubahan lahan ke fungsi perumahan menjadi tren tertinggi saat ini. Ada sekitar 69,7 % perubahan fungsi lahan ke sektor perumahan dan publik, perubahan fungsi lahan ke arah industri 9,8 %, dan 17,3 % perubahan fungsi lahan ke fungsi ekonomi dan wisata serta sisanya fungsi lain-lain.

Menurutnya, cepatnya perubahan fungsi lahan di Bali, diakibatkan oleh beberapa hal. Antara lain lemahnya kontrol terhadap regulasi yang ada. Eksekutif dan legislatif yang sudah membuat aturan tata ruang dan fungsi lahan seringkali diubah karena berbagai kepentingan. Gaya hidup masyarakat yang konsumtif juga berperan terhadap cepatnya perubahan fungsi lahan. Selain itu, semakin banyaknya pembangunan infrastruktur jalan dengan aturan yang tidak tegas, sering kali dimanfaatkan oleh pengembang atau pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab.

Di tengah kondisi maraknya alih fungsi lahan, pemimpin Bali dinilai tidak mampu berbuat banyak dan regulasi keruangan masih dipermainkan dengan berbagai dalih kepentingan sehingga tata kelola keruangan Bali semakin amburadul. Tim-tim ahli tata ruang dibentuk sering kali digunakan alat pemuas dan bemper kaum borjuis pemerintahan. Pemimpin Bali dinilai hanya mengakomodir kepentingan investor sehingga memuluskan langkah mereka menguasai tanah Bali yang masih produktif untuk dijadikan bangunan komersial.

Ketua Yayasan Tri Hita Karana Bali ini menegaskan pemimpin Bali jangan sampai terus menjual habis tanah Bali dengan cara terselubung sehingga rakyat Bali semakin terpinggirkan di tanah kelahirannya. Saya harapkan pemimpin Bali tidak terus menjual tanah Bali secara terselubung. ''Pembangunan Bali harus benar-benar terarah dan berdampak postifi bagi rakyat kecil, jangan sampai pembangunan Bali hanya menguntungkan investor,'' tegasnya. Pemimpin Bali jangan pula terus lebih mengutamakan kepentingan kelompok ketimbang kepentingan rakyat kecil.

Untuk mengatasi amburadulnya tata keruangan Bali dan maraknya alih fungsi lahan, pemimpin Bali harus memahami regulasi tentang tata guna lahan dan menjalankan dengan konsisten. Pemimpin Bali harus tahu bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian tata ruang. ''Pemimpin Bali harus bisa mengontrol dan mengawasi regulasi apa sudah dijalankan dengan benar atau tidak,'' tegasnya. (bayu)
Siaga Jaga si Kembar Denpasar

Untuk menjaga kondisinya agar tetap stabil, bayi kembar siam asal Singaraja, Emilia-Amelia, dirawat dalam satu ruang khusus di NICU (Neonatal Intensif Care Unit) IRD RS Sanglah. Bahkan, alat ventilator atau alat bantu napas disiagakan satu unit buat bayi ini untuk berjaga-jaga jika terjadi situasi kritis. Hal ini diungkapkan Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Sanglah, dr. A.A.N. Jaya Kusuma, Sp.OG., saat ditemui Sabtu (12/5) kemarin. Seperti hasil pemeriksaan tim dr. Soetomo, kondisi bayi Amelia (bayi biru) sangat riskan terkena gagal jantung, sehingga pihak RS Sanglah sangat serius dan hati-hati dalam menangani kasus bayi kembar siam ini. "Tim yang ada siaga untuk menjaga kondisi bayi agar tetap stabil," paparnya. Ia berharap kondisi stabil ini bisa dipertahankan selama mungkin sampai nantinya bayi siap menjalani operasi pemisahan. Tim dari dr. Soetomo, lanjut Jaya Kusuma, juga sudah siap membantu untuk operasi pemisahan bayi kembar siam ini. Sementara itu, ayah bayi kembar siam, Ketut Suardana, mengaku siap dengan segala kondisi dan kemungkinan yang terjadi. "Seberapa lama pun saya harus menunggui anak saya di RS Sanglah tidak apa-apa. Asalkan anak saya bisa menjalani operasi," paparnya. Suardana berencana akan mencari kerja di Denpasar untuk mengisi waktunya selama anaknya dirawat di RS Sanglah. "Kalau istri saya sembuh dan bisa menjaga anak di RS, maka saya akan mencari kerja," paparnya. (bayu)


Nasibmu Jalan Gajah Mada Ditata, Omzet Pedagang Justru Menurun 
Penataan Jalan Gajah Mada Denpasar telah berlangsung sejak Februari 2007 lalu. Namun, hingga kini proyek yang ditangangi Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP) Denpasar tersebut belum juga rampung. TUJUAN penataan kawasan nol kilometer Kota Denpasar ini sejatinya berharap untuk mengembalikan kejayaan kawasan itu di masa kini. Namun, apa yang terjadi, justru nasibnya terbalik. Para pedagang mengaku sejak digulirkannya penataan, pengunjung malah tambah sepi. Penataan Jalan Gajah Mada seperti pedestrian terbilang cukup berhasil menata kawasan sehingga tampak rapi dan bersih, namun di sisi lain sejumlah pedagang mengeluh karena pendapatan mereka sedikit mengalami penurunan. Adanya larangan parkir di depan toko sepanjang jalan tersebut ternyata dirasakan menurunkan pendapatan bagi operasional bisnis di kawasan tersebut. Dede misalnya, salah seorang karyawan di toko grosiran aneka pakaian dan pelengkap bayi di kawasan Jalan Gajah Mada ini mengakui, tingkat kunjungan pembeli eceran mulai menurun. Hal itu dikarenakan para pembeli enggan memarkir kendaraan di areal parkir yang disediakan, dan harus berjalan menuju lokasi tempat dirinya berjualan. Terkadang para pembeli akhirnya mencari tempat lain yang cepat dan mudah terjangkau. Hal senada juga diungkapkan Putu, pedagang lainnya di seputaran Jalan Gajah Mada. Sejak adanya penataan parkir, omzet penjualan mengalami penurunan lebih dari 50 persen. Omzet penjualan yang sebelumnya bisa mencapai Rp 10-20 juta per hari, kini hanya mencapai setengahnya. Itu terjadi karena jumlah pembeli mengalami penurunan drastis. Pembeli yang sebelumnya bisa parkir di depan toko kini enggan parkir jauh dari toko. Miliaran Rupiah Penataan Jalan Gajah Mada selain memerlukan waktu lama, juga menyedot dana cukup besar. Miliaran rupiah dana APBD harus dialokasikan untuk penataan jalan sepanjang sekitar 800 meter itu. Sayangnya, hasil yang diharapkan Pemkot Denpasar yakni mengembalikan kejayaan kawasan Jalan Gajah Mada seperti zaman dulu, belum sepenuhnya berhasil. Namun, upaya untuk melakukan perbaikan di lokasi itu terus berlanjut. Bahkan, setelah penataan tahap V rampung, pekerjaan lainnya sudah menunggu untuk digarap. Saat ini, Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP) Denpasar sudah melakukan tender untuk menentukan pelaksana proyek tahap VI yang meliputi pavingisasi jalan tersebut. Kabid Tata Ruang Dinas Tata Ruang dan Perumahan (DTRP), I Gede Cipta Sudewa, S.T., M.T., yang didampingi Kasubag Pemberitaan Humas Pemkot Denpasar, I Dewa Gede Rai, Sabtu (12/5) kemarin, mengakui proyek Jalan Gajah Mada belum rampung. Bahkan, kini sudah dilakukan tender untuk menggarap proyek tahap VI. Untuk proyek tahap VI ini, DTRP mengalokasikan pagu dana Rp 3,1 miliar. Hanya, peserta tender ada yang melakukan penawaran Rp 2,5 miliar dan Rp 2,8 miliar. Sementara proyek tahap V yang meliputi perbaikan jembatan Tukad Badung, trotoar, planter (tempat bunga), taman, dan penyeragaman nama toko, telah rampung dikerjakan. (bayu)

Piala Pangdam Karateka Badung Raih ''Best of The Best''
Denpasar
Dua karateka junior Badung, Aprilia (juara kumite +67 kg putra) dan Resa Wirasati (juara kumite +59 kg putri), dinobatkan menjadi atlet best of the best dalam Kejurda Karate Terbuka Kushin Ryu M Karate-do Indonesia (KKI) Piala Pangdam V/2012, di GOR Praja Raksaka, Kepaon, yang berakhir Sabtu (12/5) kemarin. Sementara best of the best kategori senior direbut atlet Denpasar Gusti Agung Putra Handayana (kumite -67 kg putra) dan Evayanti (kumite -55 kg putri) dari Bangli. Kontingen tuan rumah Denpasar merebut gelar juara umum dengan perolehan medali (10-9-10), disusul Badung (7-4-5), serta juara III Jembrana (4-3-1). Medali emas dari Denpasar antara lain dipersembahkan Julius (kumite senior -75 kg), Yoga (kumite senior -84 kg), sedangkan karateka Badung yang menyabet emas seperti Septian Rusditya (kumite senior -60 kg), Ade Permana (kumite senior +84 kg). Kareta Klungkung yang mendulang emas yakni Komang Sri Darmani (kumite -61 kg), sedangkan emas NTT dipersembahkan Yuwita P. (kumite 68 kg). Ketua Umum Pengprov KKI Bali AAN Mahendra menyatakan, pihaknya bangga menggelar event KKI bekerja sama dengan Kodam IX/Udayana. Selanjutnya, para karateka peraih medali emas, perak, dan perunggu dari pengkab maupun pengkot Bali akan disiapkan dalam Piala Mendagri serta Piala Kasad. Ia patut berbangga sebab para karateka juara bisa memanfaatkan GOR Praka Raksaka untuk berlatih. ''Untuk persiapan event yang lebih besar guna meraih prestasi, kami mempercayakan kepada Binpres Parta Wijaya, serta Ketua Dewan Guru AAN Bagus Asmara Jaya,'' katanya. (bayu)


0 Response to "Berita terkini diBali edisi 13 Mei 2012"

Poskan Komentar

Catatan:
1. Berkomentarlah dengan bahasa yg jelas dan mudah dimengerti.
2. Untuk menyisipkan gambar gunakan kode [img]Tulis URL gambar di sini[/img]
3. Untuk menyisipkan video gunakan kode [youtube]Tulis URL Video Youtube di sini[/youtube]
4. Untuk melihat kumpulan emoticon klik tombol emoticon dibawah ini.
Emoticon

Google+ Followers

Bagaimanakah web murah hati menurut anda?