Berita terkini dibali edisi 12 Mei 2012

frenssss, ketemu lagi sama saya,,, saya akan selalu berusaha menyajikan informasi-informasi yang menarik, dan pastinya bermanfaat bagi kalian, dan u gx usah kwatir atau gx pecaya ma mterinya.... sebab saya membuat postingan hanya dari buku-buku sumber yang sudah paten dan baku atau yang dapat dipercaya kesahan.nya...... jadi gx mungkin sampe nyamplirrrr.......
Kali ini saya akan informasikan, berhubung saya sendiri berasal dari bali, nie saya infokan kepada seluruh masyarakat bali informasi-informasi terkini yang paling uppdate deh..... gak bakalan basi... heeee......... nie dia chekyyyyydowt...


» Berita seputar Bali
12 Mei 2012 | Bayuajuzt.blogspot.com

Sidang Gugatan Pilkada Geria 12 Diminta Perbaiki Gugatan
Singaraja

Sidang gugatan Geria 12 (pasangan cabup/cawabup Gede Ariadi dan Wayan Artha) terhadap hasil Pilkada Buleleng berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Jumat (11/5) kemarin. Dalam sidang itu, Geria 12 selaku pemohon diminta untuk memperbaiki gugatan oleh majelis hakim karena dinilai tidak terkait antara ketentuan hukum dan permohonan yang diajukan.

Ketua KPUD Buleleng, Kadek Cita Ardana Yudi, yang hadir dalam sidang itu, Jumat (11/5) kemarin, melalui handphone mengatakan sidang perdana itu dibuka dengan mendengarkan pembacaan gugatan dari pihak pemohon. Gugatan itu dibacakan oleh divisi hukum dan humas Tim Geria 12, Nyoman Mudita. Saat membacakan gugatannya, Nyoman Mudita menyatakan bahwa pemohon mengajukan keberatan atas penetapan dan pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara yang dilakukan KPUD Buleleng.

Alasannya antara lain karena administrasi pasangan calon nomor urut 3, Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra (PAS-Sutjidra) yang isinya dinilai tidak benar. Usai mendengarkan pembacaan gugatan, majelis hakim yang dipimpin Ahmad Sodiki dengan anggota, Hariono dan Fadil, meminta pihak pemohon memperbaiki gugatannya. Setelah diperbaiki Mudita diminta untuk mengajukan kembali pada Senin (14/5) paling lambat pukul 10.00 wita. Sementara sidang berikutnya akan digelar kembali Selasa (15/5) sore.

Majelis hakim mengingatkan Mudita untuk membaca kembali struktur gugatan yang dilayangkan ke MK mengingat poin gugatan lebih banyak bersifat tunggal dan tidak terkait antara ketentuan hukum dan permohonan. Dalam gugatan Geria 12 tidak menunjukkan angka-angka yang mempengaruhi perolehan suara, padahal menurut hakim, perselisihan hasil pemilihan umum merupakan uraian angka-angka yang mempengaruhi perolehan suara.

Ketua KPUD Buleleng, Kadek Cita Ardana Yudi, dan anggotanya Nyoman Sutawan Bendesa selaku termohon hadir dalam sidang di MK Jumat kemarin bersama kuasa hukumnya, Putu Bagus Budi Arsawan dan Agus Saputra. Disebutkan, Ketua KPUD Bali Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa juga hadir dalam sidang tersebut. Sementara termohon lainnya, pasangan cabup/cawabup Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra juga hadir bersama pengacara dari PDI-P, Arteria Dahlan. Dari pihak Panwas Pilkada Buleleng hadir Ketut Ariani.

Sementara Mudita selaku pemohon hadir bersama cawabup dari Geria 12, Wayan Arta, yang didampingi Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Buleleng Suandi Dwi Warsono dan Ketua PTK PKPB Buleleng Gede Karang Sadnyana. Mudita yang dihubungi kemarin, membenarkan dirinya diberikan saran untuk menyempurnakan gugatan. Dan pihaknya akan memenuhi saran majelis hakim tersebut dan siap melakukan penyempurnaan. "Karena menurutnya, saran majelis hakim relevan untuk memperkuat dalil gugatan dan tuntutan kami," katanya. (bayu)
Di Jembrana Dalam Sebulan, Lima Pengidap AIDS Meninggal
Negara

Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Jembrana dalam sebulan terakhir terjadi lonjakan yang cukup signifikan. Dari data KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) terpapar akhir bulan Maret 328 kasus, pada akhir April ini bertambah 10 menjadi 338. Dari jumlah tersebut, dalam sebulan terdapat lima pengidap AIDS yang meninggal dunia.

Fakta itu disampaikan tim KPA Kabupaten Jembrana, Putu Dhenny Wahyu Wiguna, yang didampingi Agus Ariana Putra saat memberikan sosialisasi AIDS kepada puluhan siswa SMA PGRI Jumat (11/5) kemarin. Jumlah ini memprihatinkan karena terjadi peningkatan dari rata-rata 7 pengidap kini menembus 10 pengidap.

Hasil itu pun baru yang diperoleh di klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing) di RSUD Negara. Belum warga Jembrana yang mungkin melakukan tes di tempat lain. Dan pada bulan April juga terlaporkan bahwa ada lima pengidap AIDS yang meninggal dunia, sehingga total sejak tahun 2005 sudah 114 warga Jembrana meninggal akibat AIDS.

Dari jumlah pengidap itu, baru 31 pengidap yang mendapatkan ARV. ARV (Antiretrovirus) merupakan obat yang disubsidi pemerintah pusat bagi pengidap HIV. Penularan melalui hubungan seks bebas yang paling tinggi di Jembrana. Bahkan, trennya bukan hanya karena dari PSK, tetapi justru dari pasangan sendiri. Banyak di antaranya juga sudah mulai tertular sejak umur belasan tahun melalui hubungan seks itu.

Bahkan, dari hasil survei belum lama ini, ada salah satu sekolah menengah di Jembrana 80 siswinya merupakan CO (cewek orderan). Mereka sangat rentan dengan seks bebas. Menjadi CO dilandasi kebutuhan mereka mengikuti tren mode namun tidak memiliki uang. Iming-imingnya pun beragam dari handphone hingga helm mode teranyar.

Oleh sebab itu, KPA menurutnya intens melakukan langkah preventif hingga ke sekolah-sekolah seperti yang dilakukan kemarin. "Sebagian besar usia pengidap masih produktif antara 20 hingga 30 tahun, artinya pada umur belasan tahun mereka sudah terkena. Karena itu, kami gencar melakukan tindakan preventif pada remaja," ujar dokter ini.

Kasus lain yang banyak terjadi pada ibu rumah tangga (IRT). Sebagian besar dipicu dari perselingkuhan. Janda ataupun IRT yang mudah mengumbar nafsu atau bares patut diwaspadai. Sebab, belum lama ini banyak ditemui pengidap yang sumbernya ternyata dari satu perempuan yang bares itu. Mendapat pemaparan dari KPA kemarin, siswa-siswi SMA PGRI Negara terlihat sangat tertarik dan mencermati. Kendati tidak disarankan, para siswa juga diberikan sosialisasi penggunaan kondom untuk pencegahan. (bayu)

Amankan Target Delapan Juta Wisman BPPI-Kemenparekraf Bagi Fokus Promosi
Jakarta
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) sebagai mitra pemerintah senantiasa bersinergi dalam melakukan promosi pariwisata. Langkah ini ditempuh untuk mengamankan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia delapan juta wisatawan mancanegara (wisman).

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kratif (Wamen Parekraf), Dr. Sapta Nirwandar, mengatakan untuk menghindari terjadinya tumbah tindih (overlaping) dalam melakukan promosi pariwisata, Kemenparekraf akan menfokuskan pada peningkatan pencitraan sementara BPPI fokus pada pencitraan produk yang dapat mendorong meningkatnya penjualan produk pariwisata di kalangan pelaku bisnis pariwisata di tanah air. ''Dengan fokus yang berbeda ini promosi pariwisata yang dilakukan oleh pemerintah dan BPPI tidak saling bertabrakan atau tumpang tindih, namun malah saling melengkapi dan bersinergi,'' kata Sapta dalam acara sosialisasi program kerja Badan Promosi Pariwisata Indonesia di Jakarta, Kamis (10/5) kemarin.

Sapta memberikan contoh, dalam melakukan promosi pariwisata di luar negeri seperti pameran ITB Berlin (Jerman) dan WTM London (Inggris), Kemenparekraf fokus pada penyediaan booth, bahan informasi mengenai potensi pariwisata Indonesia, serta melakukan press conference, sedangkan BPPI fokus bagaimana mengisi booth dan menjual produk pada pameran tersebut.

Ketua Umum BPPI Yanti Sukamdani mengatakan, BPPI akan melaksanakan tiga program promosi pariwisata yakni low season tourism berupa paket-paket promosi untuk mengisi bulan-bulan sepi kunjungan wisatawan, creative tourism dengan menyelenggarakan festival kuliner ataupun fesyen, serta green tourism berhubungan dengan upaya hotel mengimplementasikan konsep hijau yang saat ini menjadi isu dunia. ''Tiga bentuk promosi pariwisata yang dilakukan BPPI ini selaras dengan program promosi Pemerintah (Kemenparekraf) yang mengangkat tema 'Green and Creative Tourism' pada tahun ini,'' kata Yanti. (bayu)
BPPOM Turunkan Tim, Sikapi Beredarnya Kopi Mengandung BKO
Denpasar
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bali membentuk tim untuk menyusuri beredarnya kopi rempah cap Kapal Layar yang mengandung bahan tambahan kimia obat (BKO) golongan keras bernama piroxicam. Kopi ini sempat ditarik dari pasaran namun belakangan ini beredar kembali di Jembrana.

Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Bali, IGA Adhi Aryapatni, Jumat (11/5) kemarin, menegaskan, tidak ada kopi rempah cap Kapal Layar asli atau pun palsu. ''Produk kopi yang mengandung BKO tidak layak dikonsumsi. Kami sudah sering sosialisasikan bahwa kopi rempah itu tidak layak dikonsumsi karena terbukti mengandung bahan kimia obat. Kok sekarang malah ada isu kopi rempah cap Kapal Layar asli dan palsu,'' ujar Aryapatni.

Terkait isu tersebut, pihaknya segera menurunkan tim ke Jembrana untuk menelusuri keberadaan kopi rempah cap Kapal Layar tersebut. ''Kami akan cari semua kopi rempah cap Kapal Layar. Baik yang asli maupun palsu untuk kami musnahkan. Langkah ini ditempuh agar produk ini tidak beredar lagi di masyarakat,'' jelasnya.

Ditegaskannya, masih banyak masyarakat yang mengonsumsi kopi ini karena belum tahu tentang kandungan bahan kimia obat di dalamnya, terbukti kopi rempah cap Kapal Layar terkadang masih ditemukan di warung-warung kecil. Kemungkinan kopi mengandung bahan kimia obat ini beredar di seluruh kabupaten di Bali.

Untuk itu, BBPOM segera menarik semua kopi yang mengandung BKO dan memusnahkannya. ''Kendala yang dihadapi BBPOM dalam mendeteksi produsen kopi adalah sistem penjualan dan peredaran kopi yang menggunakan sistem putus, dan tidak mencantumkan alamat produsen,'' jelasnya.

Dari hasil temuan BBPOM terhadap kopi yang mengandung bahan kimia obat, BBPOM Bali juga telah mengeluarkan surat edaran tentang kopi yang mengandung bahan kimia obat yang beredar di Bali.

Ayu Adhi Aryapatni mengakui, untuk menekan peredaran produk ilegal seperti obat-obatan, makanan, kosmetik maupun produk lain, BBPOM Bali rutin melakukan pemeriksaan. Baik ada kasus maupun tidak pengawasan rutin ke lapangan. Ada tidaknya laporan, tim secara berlanjut akan terus mengadakan pengawasan. Agar kinerja tim pemeriksaan lebih optimal, jika ada hal yang ganjil atau kasus di lapangan agar masyarakat segera melaporkan ke BBPOM. (bayu)
Sudah Bayar
Sambungan Tak Terpasang, Warga Protes PDAM
Semarapura
PDAM Klungkung kembali diprotes warga karena merasa dibohongi dan tidak mendapat pelayanan yang baik. Sudah sebulan melunasi pembayaran untuk sambungan baru, ternyata instalasi tak terpasang. "Saya berulang kali menanyakan masalah itu, bahkan datang langsung ke PDAM, jawabannya besok, besok terus," keluh warga Sampalan, Nyoman Rodawan, Jumat (11/5) kemarin.

Rodawan mengajukan pemasangan baru di Lingkungan Semarapura Klod Kangin. Petugas PDAM berjanji paling lambat dua minggu setelah pembayaran. Pembayaran dilakukan per 16 April sebesar Rp 1,6 juta. Nyatanya, instalasi belum terpasang juga. "Tadi (kemarin, red), saya datang lagi ke PDAM ingin bertemu direktur. Tetapi tidak ada. Pegawainya beralasan pemasangan baru belum bisa dilakukan karena masih memperbaiki kerusakan sejumlah jaringan," sebut Rodawan.

Keluhan yang sama disampaikan Wayan Budiatsa yang beralamat di Jalan Diponegoro dan mengaku telah melunasi pasang baru per 11 April 2012. Dia mengadukan masalah itu ke wakil rakyat dan menyayangkan lambannya pelayanan PDAM. "Ya, saya mendengar langsung keluhan beberapa warga. Termasuk Rodawan dan Budiatsa," ujar anggota DPRD, Komang Gede Ludra. Jika PDAM profesional, kata Ludra, keluhan semacam itu semestinya tak terjadi.

Kritikan tidak optimalnya kinerja PDAM juga disampaikan wakil rakyat. Di antaranya Wayan Sugati dan A.A. Gde Agung Bagus. Keduanya mengkritisi kebijakan yang belakangan diambil Dirut PDAM, Gede Darsana, seperti membangun gedung baru dengan dana miliaran rupiah. Padahal banyak persoalan lama yang tidak ditangani. Air sering mecet, debit kecil, dan jaringan rusak yang berdampak terganggunya distribusi air. "Persoalan itu yang mestinya dituntaskan dulu dengan dana yang ada. Bukan justru membuat program baru yang menimbulkan masalah baru," tandas Agung Bagus.

Jajaran direksi dan manajemen PDAM semestinya fokus mengatasi masalah yang ada karena menyangkut pelayanan. Soal debit kecil, hingga kini juga belum ada solusi. Padahal PDAM bisa mencari sumber mata air baru atau memaksimalkan pemanfaatan sumber air yang sudah ada. Sehingga tak ada lagi air macet. "Ini malah memprioritaskan buat gedung mewah serta program ke luar negeri," kritiknya seraya meminta PDAM tak menghabiskan uang untuk program aneh-aneh yang tak ada korelasi dengan penyedian air atau pelayanan bagi konsumen.

Wayan Sugati, selaku wakil rakyat yang juga konsumen bahkan mengaku kesabarannya habis karena air sering mati. "Untuk cuci tangan saja tak bisa," ujar Sugati menceritakan pengalaman buruknya terkait pelayanan PDAM. Agung Bagus dan Sugati mempertanyakan keberadaan tiga Badan Pengawas PDAM yang selama ini tak terdengar kiprahnya.

Badan Pengawas yang di dalamnya ada keterwakilan konsumen, semestinya menindaklanjuti apa yang dikeluhkan masyarakat dengan memberi masukan kepada direksi dan manajemen. "Badan pengawas harus buka mata dan telinga untuk melihat dan mendengar keluhan konsumen. Jangan buta, tuli. Apalagi menjadi satu kru dengan direksi dan manajemen," sebut Agung Bagus dan Sugati. Lebih ekstrem lagi, Agung Bagus menilai mubazir daerah memberi honor besar untuk badan pengawas yang kinerjanya tak terlihat.

Dengan kepemimpinan baru, kata Sugati, PDAM mestinya menginventaris persoalan lama untuk kemudian diselesaikan dengan baik. Bukan membuat program baru yang justru merugikan/memberatkan konsumen. Termasuk jangan memberi janji-janji kosong kepada konsumen sebagaimana dialami pemohon pasangan baru.

Dirut PDAM, Gede Darsana, belum bisa dimintai konfirmasi terkait masalah itu. Namun, dalam beberapa kali kesempatan, Darsana menyatakan kinerja PDAM terus meningkat terutama dari segi jumlah pelanggan. Saat ini, pelanggan PDAM mencapai 23 ribu dari sebelumnya 19 ribu. Namun, menurut Agung Bagus, peningkatan jumlah konsumen bukan indikator keberhasilan, jika keluhan konsumen tak tertangani dengan baik. Yang terpenting, kata Agung Bagus, adalah kualitas pelayanan. (bayu)


Sedot Air Danau Beratan
Warga Candikuning Minta Keringanan Tagihan PDAM
Tabanan
Pengambilan air Danau Beratan untuk PDAM Tabanan menuai protes dari para petani di Banjar Kembang Merta Desa Candikuning, Baturiti. Mereka mendesak subsidi tagihan PDAM sebagai pengganti perawatan danau. Petani juga mengeluhkan aliran air yang kerap kali ngadat.

Klian Banjar Kembang Merta, Made Suartana, mengatakan, pipa PDAM Tabanan sudah lama mengambil air langsung dari danau. Namun, belum ada perhatian apa pun kepada petani yang setia merawat dan membersihkan air danau. "Kami sebenarnya membutuhkan subsidi biaya langganan PDAM. Ini sebagai ganti kepedulian kami untuk merawat danau," katanya Jumat (11/5) kemarin.

Menurut Suartana, jika petani mogok bersih-bersih, air danau dipastikan akan kumuh dan kebersihannya tak terjaga. Aksi bersih-bersih itu, kata Suartana, dilakukan sekitar tiga bulan sekali. Para petani juga membentuk kelompok pengawas untuk memantau kebersihan di sepanjang bibir danau, terutama yang memiliki lahan kebun. Karena itu, Suartana mendesak PDAM memberikan keringanan biaya tagihan air.

Selain itu, warga juga meminta layanan gratis bagi sambungan air ke pura di sekitar danau. "Kalau tidak bisa gratis, paling tidak ada potongan tagihan," pintanya. Permintaan itu mewakili puluhan petani yang menggantungkan air dari sambungan PDAM.

Terkait keluhan itu, Kabid Pelayanan yang juga Humas PDAM Tabanan, Astika Sapanca, menegaskan, pihaknya tak memiliki aturan subsidi biaya bagi masyarakat di sekitar pompa air PDAM. "Kalau subsidi belum ada. Tetapi ketika Pura Ulun Danu ada upacara, kami memberikan dana punia, semacam CSR untuk pura," katanya.

Dijelaskan, tidak adanya subsidi air ini justru untuk efisiensi penggunaan kebutuhan air. Menurutnya, jika mendapatkan subsidi, dikahawatirkan akan terjadi penggunaan air tanpa kendali. "Kalau dibebaskan dari tagihan, nanti masyarakat malah sembarangan menggunakan air," katanya. Jika hal itu terjadi, kata Sapanca, justru akan merugikan produksi dan berdampak pada debit air. Alasan lainnya, jika ada pemeriksaan dari BPK RI, PDAM akan disalahkan karena memberikan air tanpa memungut iuran.

Ditambahkan, kasus serupa juga terjadi di Desa Wanagiri, Selemadeg. Warga meminta hanya membayar iuran Rp 10.000 per KK untuk pemakaian air tanpa batas. "Kami juga tak bisa memenuhi permintaan itu," tegasnya. Menurut Sapanca, jika semua tuntutan dipenuhi, akan menular ke titik pompa lain milik PDAM. Apalagi, mata air milik PDAM tersebar di banyak tempat. Karena itu, Sapanca berharap warga bisa memahami aturan tersebut. (bayu)

Penimbun Obat Kuat Ilegal Digerebek
Ratusan Bungkus Obat Diamankan
Tabanan
Tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar menggerebek sebuah rumah penimbun obat kuat ilegal di BTN Sanggulan, Kediri, Tabanan, Jumat (11/5) kemarin. Petugas menyita ratusan bungkus obat-obatan berbagai jenis yang diduga mengandung bahan kimia berbahaya. Total nilainya ditaksir mencapai Rp 100 juta lebih.

Rumah ini digerebek sekitar pukul 11.00 wita. Pemilik rumah, Moh. Anfid (37), asal Surabaya, Jatim, sempat berusaha menghalangi petugas. Namun, petugas tak kehilangan akal. Setelah digeledah, ditemukan puluhan dus yang ditumpuk di ruang tamu. Ada juga yang disembunyikan di kamar tidur dan ruangan lantai dua. Isinya, berbagai kotak obat-obatan tradisional. Total mencapai 15 jenis. Dari jumlah ini, sebagian besar adalah obat kuat bagi pria dewasa. Sisanya, obat pelangsing dan jamu pegel linu dalam bentuk pil.

Karena mencurigakan, seluruh obat-obatan itu akhirnya disita oleh petugas. Menurut Kasi Pemeriksaan BBPOM Denpasar, Ketut Mertha Sedana, seluruh obat itu dicurigai mengandung bahan kimia berbahaya. Selain itu, izin edarnya mencurigakan. Bahkan, ada yang diyakini menggunakan izin edar palsu. "Ada yang tidak dilengkapi izin edar alias bodong. Ada juga yang memiliki izin edar, tetapi menggunakan bahan kimia obat," katanya, di sela-sela memimpin penggerebekan.

Bahan kimia obat ini membahayakan bagi masyarakat. Seharusnya, kata Mertha Sedana, jamu atau obat tradisional tidak menggunakan obat kimia apa pun. Sehingga, jika menggunakan obat kimia harus mengantongi izin khusus dari Kementerian Kesehatan dan penggunaannya melalui resep dokter. Dijelaskan, penggerebekan kemarin, berawal dari temuan obat kuat ilegal yang dijual di Buleleng, Februari lalu.

Kebetulan, petugas juga menemukan sebuah kuitansi penjualan milik pelaku. Berbekal temuan itu, petugas BBPOM terus menelusuri asal usulnya. Usaha ini membuahkan hasil. Petugas akhirnya mendapati pengepul obat berbahaya itu tinggal di BTN Sanggulan. "Saat kami datangi, pemiliknya sempat menolak," tegas Mertha. Saking banyaknya barang bukti, petugas membutuhkan waktu berjam-jam untuk menghitungnya. Obat-obatan ilegal itu kemudian dimasukkan ke dalam dus, lalu disegel dan diamankan ke kantor BBPOM di Denpasar. Pemiliknya juga akan dipanggil untuk menjalani penyidikan.

Selain obat kuat, petugas juga menyita puluhan botol jamu tradisional cair. Ada dua merek jamu yang diamankan. Seluruhnya, untuk obat pegel linu dan penyehat badan. Produk tak berizin ini ditengarai juga menggunakan bahan kimia obat. Menurut Mertha, jamu dan obat ilegal ini jika terus dikonsumsi akan berakibat fatal. Salah satunya, mengganggu fungsi ginjal. Dia berharap, warga tak menggunakan obat tanpa izin dan resep dokter.

Sementara, pemilik obat, Moh. Anfid, berdalih barang-barang yang ditemukan petugas baru seminggu tiba di rumahnya. Obat-obatan itu dikirim oleh kenalannya dari Jakarta. "Barang itu belum sempat diedarkan, baru seminggu kemarin datang," ujarnya. Barang-barang itu rencananya akan diedarkan ke seluruh Bali melalui jasa pengecer.

Sehari-harinya, Moh. Anfid memang berjualan jamu tardisional cair. Namun, beberapa jamunya memiliki izin edar. Usaha itu baru dijalani sekitar 2010 lalu. Di BTN Sanggulan, pria ini sudah menempati rumah pribadi dengan dua lantai. Yang aneh, pelaku mengaku sangat memahami jika obat-obatan itu tak boleh dikonsumsi sembarangan. (bayu)

Bupati Minta Kepolisian Berantas Judi 
Amlapura
Bupati Karangasem I Wayan Geredeg berbicara tegas soal adanya warga Sibetan datang ke DPRD Karangasem menolak judi. Geredeg asal Sibetan itu, Kamis (10/5) di Karangasem, minta kepada kepolisian, sesuai permintaan warganya agar judi ditutup di Karangasem.

Soalnya, kata Geredeg, Karangasem sedang membangun dan ingin segera lepas dari kemiskinan. Kalau warganya masih keranjingan berjudi, dikhawatirkan kemiskinan tak bisa tuntas di Karangasem. Jika masyarakat terus memiliki kebiasan berjudi, masa depannya bisa tak menentu. Karena itu dia minta lebih baik memikirkan masa depan, apalagi masa depan anak-anaknya dibandingkan mengumbar kesenangan sesaat dengan berjudi. “Saya imbau juga kepada aparat penegak hukum, polisi, mari bersama-sama menghentikan judi. Apalagi sampai ada warga ke DPRD mengaku karena khawatir dengan maraknya judi,’’ papar Geredeg.

Menurutnya, Karangasem baru hendak beranjak mengurangi penduduk miskin. Kalau judi sudah tutup ke depan diyakini perekonomian warga lebih baik, karena judi sangat merugikan. Geredeg menyatakan salut ada sejumlah warganya dari Sibetan berani menampilkan diri minta agar judi diberantas. ‘’Mari kita sikapi bersama maraknya perjudian ini,’’ tegasnya.

Geredeg juga menghimbau agar tokoh desa adat, juga ikut menyikapi, bila perlu dimasukkan dalam awig-awig di masing-masing desa melarang perjudian. Misalnya, siapa menggelar judi seperti jualan togel dikenai sanksi di desa. Dia mengatakan pionirnya sudah ada seperti di Desa Pakraman Timbrah, sudah masuk awig-awig atau perarem desa. ‘’Kalau dibiarkan terus, dampak judi yang marak itu mengerikan,’’ tandasnya.

Berdasarkan informasi berbagai masyarakat, selain tajen, bola adil atau kocokan, judi toto gelap (togel) bahkan judi on line juga marak. Sementara itu, Kasubag Humas Polres Karangasem AKP Made Wartama seizin Kapolres Karangasem AKBP Jefri Torunde, kemarin mengatakan tanpa diminta pun kepolisian di Karangasem sudah dari dulu dan secara terus-menerus bergerak melakukan operasi penyakit masyarakat, di antaranya menertibkan berbagai jenis perjudian. Hal itu karena sudah merupakan perintah atasan di kepolisian. Selama judi tajen sudah sering dibubarkan, namun kalau tabuh rah tidak. Sementara, Kamis (10/5) tiga pengecer togel juga dibekuk di wilayah Rendang. Mereka itu tersangka I Kadek Y (35), dengan barang bukti di antaranya uang tunai Rp 198 ribu dan alat judi togel, tersangka I Nengah N (39) dan I Nengah S (44) keduanya dari banjar Tegalbucu, Nongan. Dari kedua pengecer togel itu, masing-masing disita barang buti uang tunai Rp 111 ribu dan Rp 53 ribu, serta HP yang berisi angka pasangan togel. (bayu)

Simpan SS, Wiraswasta Dibekuk Polisi
Singaraja

Seorang wiraswasta, Made BS alias Kelik (34), warga Jalan Parikesit Kelurahan Banjar Tegal, Singaraja, dibekuk jajaran Satresnarkoba Polres Buleleng. Lelaki ini ditangkap di rumahnya, Kamis (10/5) pukul 16.30 wita, setelah diketahui menyimpan barang haram berupa sabu-sabu (SS) di rumahnya.

Kasat Narkoba Polres Buleleng AKP Ketut Badra didampingi Kasubag Humas AKP Nyoman Widastra, Jumat (11/5) kemarin, mengatakan penangkapan Made BS berawal dari adanya informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa tersangka memiliki narkoba jenis SS. Awalnya, polisi melakukan penyelidikan sejak sekitar dua minggu lalu. Setelah mengantongi cukup bukti, Kamis sore, polisi menggerebek rumah pelaku dan melakukan penggeledahan.

Semua barang mencurigakan di rumah itu diperiksa polisi. Di samping meja, polisi menemukan sebuah kotak bekas sandal berwarna hitam. Saat dibuka, dalam kotak tersebut berisi sebuah pipet warna putih yang sudah dipotong serta sebuah korek api gas. Selain itu, juga ditemukan sebuah plastik kecil yang berisi butiran kristal bening dengan berat 0,2 gram yang diduga narkotika jenis SS.

Setelah digelandang, tersangka langsung menjalani pemeriksaan secara maraton. Kepada penyidik, tersangka mengaku membeli SS tersebut seharga Rp 300 ribu dari seseorang yang sudah lama menjadi buronan polisi. "Pelaku membeli barang itu dengan sistem tempel. Setelah ditelepon seseorang, pelaku mengambil barang pesanannya pada suatu tempat dan pembayarannya dilakukan dengan cara mentransfer lewat bank," kata AKP Ketut Badra.

Menurut Badra, sejauh ini pelaku hanya mengaku sebagai pemakai. Namun, polisi tidak langsung mempercayainya dan tetap melakukan penyidikan terkait kemungkinan pelaku juga sebagai pengedar. Pelaku saat ini dijerat dengan Pasal 112 (1) jo pasal 127 (1) UU nomor 35/2009 tentang Narkotika, yang ancaman hukumannya di atas lima tahun.(bayu).

Setelah Dilempari Molotov Gedung DPRD Dipasangi CCTV
Singaraja
Tak ingin kecolongan setelah kejadian pelemparan bom molotov dan pencongkelan lemari di ruang Bagian Humas dan Perjalanan Sekretariat DPRD Buleleng, kini gedung terhormat itu dipasangi CCTV. Peralatan elektronik ini sengaja dipasang untuk memudahkan pengawasan terhadap tamu-tamu yang datang ke gedung Dewan.

Kabag Humas dan Perjalanan, Nyoman Mariana, mengatakan CCTV yang dipasang di gedung itu terletak pada enam belas lokasi. Alat elektronik ini dipasang untuk memudahkan pemantauan seluruh aktivitas terutama tamu-tamu yang datang ke gedung dewan. Apalagi adanya kasus pelemparan molotov dan pencongkelan lemari di ruang Bagian Humas dan Perjalanan itu membuktikan bahwa pengamanan gedung masih belum maksimal. Sehingga untuk mencegah kejadian seperti itu pihak kesekretariatan memasang CCTV.

"Untuk memudahkan pemantauan saja dan ini berbekal pengalaman kejadian sebelumnya, sehingga kami tak ingin kecolongan lagi. Dengan pemasangan alat ini mudah-mudahan tidak ada kejadian seperti itu," katanya. Sebelumnya, gedung DPRD Buleleng dilempar bom molotov, Senin (30/4) lalu. Molotov itu sudah sempat membakar tanaman di luar ruang Komisi A DPRD Buleleng.

Beruntung api yang dengan cepat membesar itu berhasil dipadamkan oleh penjaga kantor. Di hari yang sama, lemari di ruang Humas dan Perjalanan DPRD Buleleng dicongkel. Namun, dokumen yang tersimpan di dalam lemari itu masih utuh. Dua kejadian itu hingga kini masih diselidiki aparat Polres Buleleng. (bayu).

Mungkin seperti itulah informasi yang sekarang lagi berkembang disekitar bali..... itu dah paling uppdate lho frenssss,, semoga bermanfaat ja ya frenssssss....
terimakasihhhh,, tetep ajeg bali.

 

0 Response to "Berita terkini dibali edisi 12 Mei 2012"

Poskan Komentar

Catatan:
1. Berkomentarlah dengan bahasa yg jelas dan mudah dimengerti.
2. Untuk menyisipkan gambar gunakan kode [img]Tulis URL gambar di sini[/img]
3. Untuk menyisipkan video gunakan kode [youtube]Tulis URL Video Youtube di sini[/youtube]
4. Untuk melihat kumpulan emoticon klik tombol emoticon dibawah ini.
Emoticon

Google+ Followers

Bagaimanakah web murah hati menurut anda?