berita terkini dibali edisi 04 Mei 2012


 


Berita Kabupaten
04 Mei 2012 | Bayuajuzt.blogspot.com  

Lolos Akreditasi Tanpa Catatan
RSUD Karangasem Melenggang ke Tipe B
RSUD Karangasem yang baru menyandang status sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kini sukses meraih prestasi di bidang akreditasi layanan hasil penilaian Tim Komisi Aktreditasi Rumah Sakit) - KARS pusat yang diketuai dr. H.Mgs.Johan T.Saleh, M.Sc sehingga lolos untuk menyiapkan diri menjadi RSUD Tipe B dengan mengintensifkan 12 jenis layanan.

Menurut dr. I Wayan Suardana, M. Repro Kamis (3/5), keberhasilan RSUD Karangasem meraih prestasi lulus akreditasi untuk menjadi RSUD tipe B, tidak lepas dari kinerja seluruh jajaran medis dan para media serta manajemen RSUD sehingga Tim KARS pusat memberi nilai lulus tanpa catatan. RSUD Karangasem memperoleh nilai melebihi 75%. Dengan demikian RSUD Karangasem sudah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat telah memenuhi standar mutu 12 pelayanan.

Dengan demikian, pelayanan RSUD Karangasem pada status tipe C dipandang sudah berhasil dengan baik dan layak untuk dipromosikan menjadi RSUD tipe B. Sebelum itu, RSUD Karangasem juga sudah menyandang sejumlah prestasi lainnya seperti juara II Provider KB, dua kali juara III dan sekali juara I lomba GSI (Gerakan Rumah Sakit sayang Ibu) tingkat Provinsi Bali kemudian mewakili Bali ke tingkat nasional tahun 2007. Untuk persiapan menuju RSUD tipe B telah dilakukan sejak 5 tahun. Diantaranya menyiapkan sumber daya manusia dengan menyekolahkan beberapa staf medis maupun paramedis. Bahkan 7 dokter umum sekarang sedang mengikuti pendidikan spesialis utuk melengkapi 7 dokter spesialis yang sudah ada. Ditambah 9 orang dokter Puskesmas juga sedang mengikuti pendidikan spesialis. Mulai tahun 2013 sebagain besar sudah menyelesaikan pendidikannya guna mendukung pelaksanan misi pelayanan RSUD Kab. Karangasem dalam pengembangan menuju Rumah sakit tipe B.

Diharapkan setelah menjadi RSUD tipe B, dapat memberikan pelayanan pasien yang lebih profesional dan meningkat.

Pada triwulan akhir tahun 2011 total pasien yang dirawat sebanyak 7.997 orang meningkat jadi 8.610 orang pada triwulan I 2012. Rujukan pasien ke rumah sakit lain yang selama ini mengalami peningkatan rata-rata 68 orang per triwulan sudah mengalami penurunan. Untuk meningkatkan kinerja, mulai 1 April 2010 pengelolaan RSUD Karangasem berubah status menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLU).

Pemkab Karangasem selama ini telah berjuang keras untuk bisa menampilkan RSUD Karangasem sebagai lembaga pelayanan kesehatan yang maksimal dengan membangun infrastruktur kesehatan baik di RSUD maupun Puskesmas-Puskesmas serta pengadaan sumber daya tenaga. Saat ini direncnakan perluasan RSUD Karangasem melalui pengadaan tanah seluas 1,7 hektar ke belakang berikut gedung. Diharapkan ini bisa memberikan pelayanan yang optimal. Dari segi sarana, RSUD Karangasem sekarang sudah memiliki peralatan canggih seperti Broncoskopy, Endoscopy, CT Scan, USG tiga dimensi dan Hemo Dialisa sejak tahun 2008.








IPA Milik PT TB Terbakar
Layanan PDAM di Kuta Selatan Terganggu
Gardu atau panel listrik Instalasi Penguat Air (IPA) Teluk Benoa TB4 milik PT Tirtaartha Buanamulia (TB), Kuta, Kamis (3/5) dini hari kemarin, terbakar. Peristiwa yang terjadi pukul 02.30 wita itu diduga akibat hubungan arus pendek atau korsleting listrik. Akibatnya, sekitar 16 ribu pelanggan air bersih PDAM Badung di kawasan Kuta Selatan terancam mengalami gangguan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Bupati Badung A.A. Gde Agung didampingi Sekda Badung Kompyang R. Swandika dan Dirut PDAM Nyoman Sukanada, langsung meninjau lokasi kejadian, pagi kemarin. Sukanada menjelaskan, korsleting listrik diduga menjadi pemicu percikan api yang kemudian menyambar bahan-bahan mudah terbakar di sekitar gardu atau panel listrik. Saat kejadian, para staf jaga sebenarnya telah melakukan upaya pemadaman, tetapi api menyebar sangat cepat sehingga menghanguskan seisi ruangan. Kebakaran berhasil diatasi sekitar satu jam setelah Dinas Pemadam Kebakaran menerjunkan empat mobil pemadam.

Menurut Sukanada, panel listrik yang terbakar habis itu merupakan sumber daya untuk menghidupkan 15 pompa yang memasok air dari estuary dam ke pelanggan dari wilayah Bandara Ngurah Rai ke Selatan. Karena sumber daya mati, otomatis seluruh pompa mati. Genset yang ada satu ruangan dengan panel listrik PDAM yang terbakar sebenarnya masih bisa difungsikan. Namun, aliran listrik dari genset diperkirakan hanya bisa memberikan pelayanan 25 persen kepada pelanggan. Upaya perbaikan, termasuk peralatan-peralatan seperti kabel-kabel ukuran besar segera didatangkan dari Surabaya. Diperkirakan, kondisi normal membutuhkan waktu sebulan.

Dirut PT TB, Rai Mandia, dan GM PT TB, Daniel J. Fony, mengungkapkan, IPA tersebut merupakan sumber tenaga melayani sekitar 26.000 sambungan rumah (SR) yang tersebar di wilayah Kuta, Legian, Seminyak, Nusa Dua, Pecatu dan sekitarnya. Dengan kejadian kebakaran itu, pelayanan kepada sekitar 60 persen atau belasan ribu pelanggan akan mengalami gangguan, terutama pelanggan di wilayah patung Ngurah Rai ke selatan hingga Nusa Dua dan sekitarnya, termasuk Pecatu. Sementara untuk di Kuta, dipastikan tidak ada masalah.

Menyikapi kejadian tersebut, Bupati Gde Agung meminta maaf atas gangguan layanan air yang dialami masyarakat. Pihaknya juga berharap masyarakat bisa mendapatkan air bersih, meskipun tidak maksimal. Gde Agung meminta jajaran PDAM dan PT TB bekerja semaksimal mungkin untuk melakukan perbaikan. Seluruh teknisi diharapkan dapat bekerja 24 jam, termasuk mengerahkan seluruh mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat, sementara perbaikan dilakukan. Khusus kepada hotel-hotel yang memiliki sumber air lain seperti sumur air bawah tanah, dia meminta sumber air tersebut dimanfaatkan sebelum pelayanan kembali normal.  

Rambu Ambruk, Pengguna Jalan BingungTabanan
Sebuah rambu penunjuk jalan di jalur Desa Babahan - Jatiluwih, Penebel, ambruk dan dibiarkan begitu saja. Akibatnya, banyak pengguna jalan yang kebingungan. Padahal, rambu ini cukup membantu bagi pengguna jalan yang melintas. Diduga, rambu ini ambruk lantaran dihempas angin.

Melihat kondisinya, rambu penunjuk jalan ini sudah lama ambruk. Namun, hingga Kamis (3/5) kemarin, tetap dibiarkan. Rambu ini menunjukkan arah jalan menuju kawasan Desa Senganan-Jatiluwih dan Pura Luhur Besi Kalung. Selain ambruk, posisi rambu juga terbalik. Besi penyangganya bengkok dan tulisannya terbalik ke bawah. "Ini sudah lama ambruk, tetapi tak juga diperbaiki," kata Indra (27), salah satu warga di lokasi, Kamis kemarin.

Pria ini mengaku, sudah beberapa kali melintas di lokasi ini. Namun, rambu berukuran besar tersebut tetap dibiarkan ambruk. Meski tak membahayakan pengguna jalan, ambruknya rambu tersebut cukup mengganggu pemandangan. Yang menyedihkan lagi, akibat ambruknya rambu ini banyak pengguna jalan yang kebingungan.

Apalagi, jalur tersebut menjadi kawasan perlintasan rombongan wisatawan asing. Biasanya, wisatawan melintasi jalan ini ketika akan menuju Jatiluwih dari arah Denpasar. Hampir setiap hari, mobil pengangkut wisatawan asing dan domestik melintas di jalan raya Kabupaten Tabanan ini. Jalur ini juga menjadi jalan utama menuju kawasan wisata Jatiluwih dan air panas Angseri dari arah Denpasar atau Tabanan.

Kabag Humas Pemkab Tabanan, Putu Dian Setiawan, menegaskan, persoalan rambu penunjuk arah menjadi kewenangan Dinas Perhubungan dan Infokum. Temuan rambu ambruk tersebut akan dilanjutkan ke instansi terkait. Dia berharap kepada warga jika menemukan rambu atau fasilitas lain yang rusak atau ambruk segera melaporkan ke instansi terkait.

"Harapannya, kerusakan apa pun segera dilaporkan, sehingga bisa segera ditindaklanjuti," tegasnya. Sementara Kadis Perhubungan dan Infokum Tabanan, Made Agus Hartawiguna, menegaskan akan mengecek langsung ke lokasi. Sekaligus, akan segera melakukan perbaikan. "Kami akan cek dan segera diperbaiki," katanya. 
Sebagian "Hilang" "Kitchen Set" di SMKN 3 Negara Mubazir Negara (
Bantuan peralatan dapur atau kitchen set di SMKN 3 Negara tahun 2008 lalu belakangan jarang  digunakan. Sumber di SMK itu Kamis (3/5) kemarin, mengatakan bantuan kitchen set itu bernilai Rp 600 juta. Dulu untuk peralatan masak dan makan siang di lingkup SMK itu lantaran para siswa pulang sekolah sore. Namun kini, peralatan masak itu mubazir karena tidak digunakan lagi.

Sejumlah pihak mempertanyakan peralatan tersebut, apalagi disinyalir beberapa bagian peralatan dapur itu dibawa pulang oleh oknum guru. Pengamatan di SMK yang tergabung dengan TK, SD, dan SMP di Tegalcangkring itu memang peralatan itu tidak digunakan. Hanya salah satu peralatan yakni kompor gas yang dipakai oleh pihak sekolah untuk keperluan kantin sekolah.

Menurut pegawai di kantin, Nyoman Sarinini dan Putu Kasihani, kantin sekolah itu kini bersifat swakelola. Sementara kitchen set aluminium itu memang jarang digunakan tetapi tetap dirawat dan setiap hari dibersihkan oleh pengelola kantin.

Di sisi lain, Kadis Dikporaparbud Pemkab Jembrana, Nengah Alit, mengatakan sejatinya kitchen set itu masih digunakan. Karena sistem pembelajaran tidak seperti sebelumnya, fungsinya berubah. Bila sebelumnya digunakan memasak untuk makan siang siswa, namun karena kini tidak ada makan siang, alat itu difungsikan untuk kepentingan unit produksi.

Alat itu dimanfaatkan agar bisa menghasilkan produk yang bisa dijual sehingga bisa menghasilkan profit. Hal ini menurut Alit wajib dilakukan SMK untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Kepala SMKN 3 Negara, Putu Astawa Yasa, menambahkan kitchen set itu setiap hari digunakan untuk unit produksi dan keperluan kantin seperti membuat makanan. "Memang sebelumnya, alat itu untuk memasak makan siang siswa, tetapi karena kebijakan baru siswa sekarang pulang pukul 13.30," tukas dia.

Kepsek membantah soal adanya oknum guru yang mengangkangi atau menguasai peralatan dapur tersebut. Semua peralatan dapur menurutnya, masih utuh di sekolah dan digunakan untuk kepentingan kantin sekolah.


Tabanan Bangun RS Khusus Gakin

Mahalnya biaya kesehatan membuat Pemkab Tabanan mulai berbenah. Rencananya, Pemkab mengusulkan pembangunan rumah sakit (RS) nonkelas ke pemerintah pusat. RS ini dikhususkan bagi pasien dari warga miskin (gakin) dan kurang mampu. Meski nonkelas, layanan RS ini diklaim tetap mengikuti standar kesehatan. Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan jatah pembangunan RS nonkelas. Menurutnya, di Bali, hanya Tabanan yang berkesempatan mendapatkan proyek tersebut. "Harapannya, tahun ini sudah bisa terealisasi. Kami masih siapkan lahannya," tegas Bupati Kamis (3/5) kemarin. Dia berharap, RS nonkelas ini bisa memberikan pelayanan khusus bagi warga yang mendapatkan program JKBM atau jaminan kesehatan lain. Karena itu, pengelolaan RS ini akan ditangani oleh yayasan. Ditambahkan, meski nonkelas, peralatan dan tenaga medisnya tetap berstandar rumah sakit pemerintah. Sebab, seluruh peralatan akan dibantu oleh Kementerian Kesehatan RI. RS ini juga bekerja sama dengan RS lain yang lebih canggih, terutama terkait bantuan peralatan medis. Karena nonkelas, RS ini tidak akan menggunakan pembayaran uang. Pasien hanya menyodorkan kartu JKBM atau jaminan kesehatan lain dan surat dari desa. Proses pembayaran akan ditangani oleh yayasan. "Konsepnya sangat bagus. Harapannya, bisa segera terwujud," tegas Bupati. Dengan RS ini, katanya, beban RSUD akan semakin ringan dalam pelayanan pasien JKBM atau lainnya. Apalagi, tahun ini, gedung RSUD Tabanan akan digabungkan dengan rumah sakit internasional di Desa Nyitdah, Kediri. RS ini akan diorientasikan bagi kalangan menengah ke atas, termasuk wisatawan asing. "Tahap awal, kami menyasar 5.000 warga Jepang yang ada di Bali. Mereka sudah siap melakukan chek up rutin," jelasnya. Selain wisatawan Jepang, RS ini akan menyasar warga asing lain yang berdomisili di Bali. Untuk meyakinkan para wisatawan, RS internasional akan mengirimkan para dokter dan tenaga spesialis melakukan pendidikan keahlian ke Jepang. Bupati mengaku sudah mendapatkan kerja sama dengan salah satu universitas di negeri Sakura tersebut. 


Pengoplos Elpiji Dibekuk, 553 Tabung Diamankan
Jajaran Satreskrim Polres Buleleng berhasil mengungkap kasus pengoplosan elpiji di Dusun Kelodan Desa Suwug Kecamatan Sawan, Kamis (3/5) siang kemarin. Sebanyak 472 tabung elpiji kemasan tiga kilogram yang masih kosong dan 81 tabung elpiji 12 kilogram berhasil disita sebagai barang bukti. Sementara pemiliknya Komang Su alias Komang Bo (31), warga Dusun Kelodan yang diduga melakukan pengoplosan langsung dimintai keterangan di Mapolres Buleleng bersama tiga orang karyawannya. Kasatreskrim Polres Buleleng, AKP Wayan Suarda, S.H. di ruang kerjanya Kamis kemarin, membenarkan pihaknya telah mengungkap kasus pengoplosan elpiji di Desa Suwug. Dikatakan, kasus ini berhasil diungkap setelah polisi mendapatkan informasi dari warga setempat yang resah dengan usaha pengoplosan elpiji. Selain itu, polisi juga sebelumnya telah mengintai aktivitas usaha elpiji ini. Hasil penyelidikan dan informasi warga itu kemudian ditindaklanjuti, sehingga polisi mengungkap kasus ini. "Ya selain informasi dari warga, anggota kami juga melakukan penyelidikan dan ternyata yang bersangkutan melakukan pengoplosan elpiji," katanya. Menurut AKP Suarda, saat dilakukan penangkapan, di TKP ditemukan 472 tabung kemasan tiga kilogram yang masih kosong. Selain itu, juga ditemukan tabung elpiji kemasan 12 kilogram 81. "Sebanyak 26 tabung saat disita masih berisi elpiji dan sisanya lagi 55 tabung kosong. Selain itu, polisi juga menyita kendaraan truk DK 9470 SC dan mobil Carry DK 9992 DQ. Sementara barang bukti lain berupa alat yang diduga digunakan untuk mengoplos juga disita. Peralatan itu seperti pipa berukuran 16 centimeter, sarung tangan, obeng, pisau, dan sebuah ember. "Semua barang bukti kami amankan di polres untuk diperika lebih lanjut," jelasnya. AKP Suarda menambahkan hingga kemarin petang, pemilik tabung elpiji Komang Su, Warga Dusun Kelodan Desa Suwug masih menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Satreskrim Polres Buleleng. Selain pemilik tabung elpiji, polisi juga telah memeriksa tiga orang karyawan yang bekerja bersama Komang Su. "Pemilik dan tiga orang karyawannya masih sebagai saksi dan belum mengarah pada tersangka. Ini masih kami kembangkan lebih lanjut," ujarnya. 


Penebasan di Sidatapa Tersangka Akui Lempar Korban dengan Golok Singaraja
Jajaran Polsek Banjar terus mengintensifkan penyelidikan kasus penganiayaan warga Sidatapa, Kecamatan Banjar yang berujung penebasan pada Senin (30/4) lalu. Hasil pemeriksaan sementara Ketut Nama (33), Warga Dusun Delod Pura Desa Sidatapa membantah menebas korban Ketut Cinta (35). Ia sebaliknya mengakui melempar korban dengan golok. Kapolsek Banjar, AKP Nyoman Supardi, yang ditemui di Polres Buleleng Kamis (3/5) kemarin, mengatakan sejak Rabu (2/5) lalu, tersangka Nama telah ditahan di Mapolsek Banjar. Sementara saksi yang sudah dimintai keterangan membenarkan tersangka telah menganiaya korban. Dari hasil pemeriksaan saat kejadian tersangka membantah telah menebas korban menggunakan golok. Ia berdalih hanya melempar korban dan mengenai pinggang. Terkait motif penganiayaan, murni karena salah paham antara pelaku dan korban. Tersangka mengakui bahwa sebelum kejadian, korban mengecek kabel listrik yang melintas di pekarangan pelaku. Korban menuduhnya memotong kabel listrik. Atas tuduhan itu, tersangka balik menjawab agar tidak sembarangan menuduh orang. Selain itu, aksi pelemparan rumah korban dengan batu juga dibantah tersangka. "Dalam pemeriksaan memang ada pengakuan berbeda antara korban dan tersangka, dan kami masih mendalami kasus ini," katanya. Untuk melengkapi berkas perkara, lanjut Supardi, pihaknya merencanakan untuk meminta keterangan dari korban. Hanya, pemeriksaan korban belum bisa dilakukan karena hingga kemarin, korban yang mengalami luka robek di pinggang masih dirawat di RSU Parama Sidhi, Singaraja. "Kami masih menunggu korban sembuh baru kami periksa untuk melengkapi berkas," jelas Supardi sembari mengatakan perbuatan tersangka akan dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (30/4) lalu, Ketut Cinta (35) dilarikan ke RSU Parama Sidhi, Singaraja setelah pingganggnya terkena tebasan golok yang dilakukan oleh Ketut Nama. Istri korban Kadek Darsih (30) yang berusaha menolong ikut terkena tusukan tombak, namun berhasil dihindari dan hanya mengalami luka ringan di paha. Tak hanya itu, rumah korban di Dusun Delod Pura Desa Sidatapa juga dilempar batu. Motif kasus ini karena salah paham saat korban menanyakan aliran listrik yang melintasi pekarangan tersangka. 


Dua Penjual Togel Dibekuk Singaraja
Meski sempat tak ada gaungnya untuk beberapa lama, bukan berarti judi togel di Buleleng benar-benar hilang. Namun bandar dan pengepul bermain lebih cantik mengingat pergerakan bisnis haram itu selalu diawasi polisi. Keuntungan yang cukup tinggi juga membuat banyak warga yang tergiur melakoninya, meski mereka sudah memiliki usaha sendiri. Terbukti pada Rabu (2/5) sore, dua warga diamankan Satreskrim Polres Buleleng karena ketahuan nyambi melakoni bisnis terlarang itu. Kasubag Humas Polres Buleleng, AKP Nyoman Widastra, Kamis (3/4) kemarin, mengatakan, dua warga yang berhasil diamankan sore hari lalu yakni Ni Nengah Kerti (51) pedagang yang tinggal di Banjar Tegal Desa Sangsit, Sawan, dan Ketut Wiasa alias Eet (41) warga Banjar Dinas Peken, desa setempat. Terungkapnya kedok kedua pedagang itu berawal dari informasi warga. Oleh pihak kepolisian, informasi itu diselidiki dan gerak-gerik keduanya diawasi sehingga ditemukan di Banjar Tegal sedang menjajakan dagangannya. Tersangka pertama yang diamankan Ni Nengah Kerti. Perempuan paruh baya itu diamankan pukul 15.30 wita. Dari tangannya, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 2 lembar syair, 1 lembar karbon kecil, 1 bendel kupon yang berisi angka pasangan, 1 bendel rekapan kosong, serta uang tunai Rp 163 ribu. Setelah menangkap Kerti, sekitar satu jam kemudian, di tempat yang sama polisi juga menangkap Eet. Sama seperti pelaku sebelumnya, Eet pun saat itu sibuk menjajakan dagangannya sehingga langsung ditangkap. Barang bukti yang diamankan dari tangan Eet berupa satu lembar rekapan nomor pasangan, handphone dan beberapa bukti lainnya. Lanjut Widastra, hingga siang kemarin, kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Buleleng. Kedua tersangka dijerat dengan menggunakan Pasal 303 KUHP tentang Perjudian. "Keduanya berhasil ditangkap berkat informasi warga bahwa yang bersangkutan sering menjajakan togel. Sehingga diselidiki polisi dan berhasil ditangkap dengan barang buktinya," ujar Widastra. 


Lakalantas, Dua Kakek Sekarat Singaraja 
Dua orang kakek sekarat karena terlibat kecelakaan di Wilayah Desa Mekar Sari, Buleleng. Akibatnya, keduanya terpaksa harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat sejumlah luka yang dideritanya. Kecelakaan yang terjadi Rabu (2/5), pukul 17.50 sore, melibatkan sepeda motor dengan pejalan kaki. Antara pejalan kaki dengan pengendara sepeda motor sama-sama sudah tua dan tinggal di Dusun Lebah Muntung Desa Sari Mekar, Singaraja. Informasi yang dihimpun Kamis (3/5) kemarin, menyebutkan, korban pejalan kaki dalam kecelakaan itu bernama Nyoman Jingga (75). Sedangnya yang menabraknya bernama Gede Wirka (61). Saat kejadian, Wirka mengendarai sepeda motor bernopol DK 5487 CN. Dia datang dari arah utara di jalan desa setempat. Kebetulan, pada saat yang bersamaan Jingga menyeberang jalan dari sisi barat ke timur. Namun, karena saat itu pelaku mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi sehingga tidak bisa mengendalikan motornya dan langsung menabrak Jingga. Benturan keras dengan aspal membuat Jingga yang berusia lanjut itu terkapar dan tidak sadarkan diri. Dia mengalami luka robek di alis kanan dan memar di dahi kiri dan kanan. Sedangkan Wirka yang terjungkal dari sepeda motornya mengalami bengkak pipi kiri dan mengeluarkan darah dari hidungnya, sehingga keduanya dilarikan ke rumah sakit. Kasubag Humas Polres Buleleng, AKP Nyoman Widastra, tidak menampik ada kejadian itu. Dikatakan, kejadian itu karena kelalaian pengguna sepeda motor yang tidak memperhatikan pejalan kaki saat melintas sehingga terjadi kecelakaan. Hasil pemeriksaan juga menyebutkan, saat itu, pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm dan tidak membawa kelengkapan lainnya. 

Terkait Gugatan Geria 12 Tokoh Desa Banyuatis Sesalkan Sikap Mudita
 Sejumlah tokoh Desa Banyuatis Kecamatan Banjar menyayangkan sikap Nyoman Mudita yang tercatat sebagai tim divisi hukum pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Gede Ariadi-Wayan Arta (Geria 12) yang melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Alasan tokoh desa berhawa sejuk itu karena dari tim pemenangan Geria 12 sebenarnya tidak mempermasalahkan hasil pilkada, juga materi guguatannya dinilai tidak relevan dengan sengketa pilkada. Perbekel Banyuatis, Nyoman Redes, Kamis (3/5) kemarin, menyatakan Mudita yang juga berasal dari Banyuatis seharusnya tidak mempermasalahkan hasil pilkada hingga ke MK. Padahal dari tim Geria 12 melalui Ketua DPD Partai Golkar Buleleng, Nyoman Sugawa Korry, yang juga dari Banyuatis menyatakan legowo dengan hasil pilkada yang dimenangkan pasangan Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra (PAS-Sutji). Dia menyatakan salut dengan peryataan Sugawa Korry yang tidak mempermasalahkan hasil pilkada. Kemenangan PAS-Sutji merupakan tanda bagaimana masyarakat menginginkan sosok PAS-Sutji sebagai pemimpin Buleleng lima tahun ke depan. "Kami sangat menyayangkan sikapnya. Padahal dari Pak Sugawa Korry dan kandidat lain tidak mempermasalahkan hasil pilkada," katanya. Sementara Jero Bendesa Adat Banyuatis, Nyoman Sukarma, menegaskan hal serupa. Dikatakan jika PAS adalah orang kelahiran Banyuatis dan masalah KTP itu sebagai syarat tinggal dan tidak ada hubungannya dengan pencalonan di pilkada. "PAS itu adalah warga asli Banyuatis, secara adat keluarga PAS itu sudah tercatat sejak turun-temurun di Banyuatis," katanya. Menurut Sukarma, kalau dicari asal usulnya, hampir semua warga di Banyuastis ada perantauan dari berbagai kabupaten. Namun, karena sudah cukup lama tinggal dan menyama braya di Banyuatis, mereka sampai memiliki Pura Panti atau sanggah. "Saya juga asal luar Buleleng, dan di sini hampir semua warga luar Buleleng, tetapi kami sudah turun-temurun tinggal di Banyuatis. Contohnya PAS, keluarga dia itu sudah punya Pura Panti yang cukup besar di Banyuatis," jelasnya. "Saya mengajak agar menjaga kekompakan dan kebersamaan untuk membangun desa yang lebih maju lagi, karena semua masyarakat Buleleng sudah menerima kemenangan PAS-Sutji," imbuhnya. Di tempat terpisah, tim advokasi PAS-Sutji, Gede Indira, mengatakan isi materi gugatan yang diajukan Mudita belum lengkap dibaca. Dia hanya tahu bahwa isi guguatan itu di media. Dari isi gugutannya itu, Indira menilai bukan ranah dari MK untuk mengadili. Itu artinya tidak cocok untuk diadili karena sejak dulu juga sudah diputus oleh KPU Buleleng dan Panwas pada saat pencalonan. Sementara informasi di KPU Buleleng hingga kemarin petang menyebutkan belum ada perkembangan terkait gugatan tersebut. Ketua KPU Buleleng Kadek Cita Ardanayudi hingga masih di Jakarta untuk menunggu keputusan MK terhadap gugatan tersebut. Kondisi ini membuat KPU Buleleng tidak bisa berbuat banyak melainkan menanti perkembangan terakhir tentang gugatan tersebut. 

Cegah HIV/AIDS Pemakaian Kondom Masih Minim
Meski pemakaian kondom terus digenjot untuk mencegah penularan virus HIV/AIDS, namun kenyataannya kesadaran masyarakat memakai alat kontrasepsi satu ini malah minim. Menariknya, para pekerja seks komersial (PSK) sering tidak menyediakan kondom untuk para pelanggannya. Hal itu terungkap dalam pertemuan Konsultatif Forum SKPD di jajaran Pemkab Buleleng tentang tren epidemi HIV/AIDS di Bali oleh Tim Advokasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bali Kamis (3/5) kemarin, di gedung Laksmigraha Singaraja. Pertemuan dibuka oleh Ketua KPAD Buleleng, Made Arga Pynatih, diikuti para PNS dan sejumlah LSM di Buleleng. Koordinator Bidang Advokasi KPA Bali, dr. Made Molin Yudiasa, mengatakan dari pengamatannya di lapangan, memang pemakaian kondom untuk mencegah penularan virus mematikan ini di Bali masih minim. Ini terjadi karena orang yang berisiko tertular HIV/AIDS tidak menyediakan kondom untuk pelanggannya. Sebaliknya, para pelanggan yang suka "jajan" di luar juga memiliki kebiasaan tidak suka memakai kondom. Kondisi ini dinilai cukup memprihatinkan akan penularan HIV/AIDS. "Kalau di luar negeri, para PSK mengharuskan pelanggan memakai kondom. Tetapi di sini beda, malah PSK atau pelanggan yang tidak suka memakai kondom dan ini yang sangat berbahaya," katanya. Lebi jauh, Molin mengatakan untuk lebih meningkatkan kesadaran kepada kaum yang suka "jajan" di luar, KPA Bali bersama-sama KPAD Buleleng bakal menggenjot terus pemakaian kondom saat berhubungan suami istri. Pemakaian kondom akan dikampanyekan dengan menyasar kawasan lokalisasi atau kafe-kafe yang jumlah semakin menjamur. "Upaya kita bersama KPAD di sini untuk terus mengampanyekan pemakaian kondom dengan menyasar kalangan yang berisiko seperti PSK atau pekerja kafe," jelasnya. Disinggung terkait pertemuan dengan KPAD bersama LSM dan PNS, Molin menjelaskan pertemuan ini untuk lebih memantapkan kembali program untuk mencegah penularan HIV/AIDS khususnya di Buleleng. Terutama menyangkut advokasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) agar mereka terlindungi dan tidak diperlakukan diskriminatif. Dari catatan KPA Bali hingga Desember 2011 yang lalu, angka penderita HIV/AIDS tercatat 5.220 orang. Jumlah ini dipastikan akan bertambah karena hasil pemutakhiran data untuk tahun ini belum masuk. "Kami ingin memantapkan kembali program KPA dan KPAD Buleleng. Program yang dijalankan oleh KPAD Buleleng sudah sangat baik dan ini perlu dimantapkan kembali agar sasarannya tercapai dengan maksimal," jelasnya. Sementara Ketua KPAD Buleleng, Made Arga Pynatih, mengatakan pemakaian kondom satu-satunya cara ampuh agar terhindar dari virus yang belum ditemukan obatnya itu. Untuk itu, program KPAD bersama kader peduli HIV/AIDS di seluruh desa dan LSM akan terus menggenjot kesadaran menggunakan kondom. "Saya kira kondom cara ampuh agar terhindar dari AIDS dan kami bersama kader dan LSM terus memberikan kesadaran kepada warga untuk memakai kondom saat berhubungan badan," tegasnya. 

Sekolah Rusak Dewan akan Panggil Kadisdikpora Tabanan
Kerusakan bangunan SDN 2 Senganan, Penebel membuat jajaran DPRD Tabanan geram. Rencananya, Komisi IV DPRD Tabanan akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora)Tabanan terkait kasus itu. Dewan juga mengecek langsung ke lokasi sekolah rusak, Jumat ini. Muncul dugaan, masih ada sekolah lain yang kondisinya sudah rusak. Ketua Komisi IV DPRD Tabanan Gede Purnawan menegaskan, pihaknya kaget dengan kondisi siswa yang belajar di teras. Sebab, di tengah besarnya anggaran pendidikan, masih ada saja bangunan sekolah yang rusak. Apalagi, lokasinya tak jauh dari pusat kota Tabanan. Karena itu, dia akan membawa jajaran komisinya melihat langsung ke lokasi. “Setelah itu, kami akan meminta klarifikasi dari Kadis Pendidikan,” kata Purnawan, Kamis (3/5) kemarin. Purnawan menambahkan, selain SDN 2 Senganan, pihaknya akan mencari data lagi terkait sekolah rusak. Sebab, ada indikasi, masih ada sekolah lain yang belum tersentuh perbaikan. Padahal, kondisinya sudah rusak. “Kami sempat mendapatkan laporan ada sekolah lain yang rusak. Tetapi belum dipastikan kerusakannya,” tegas politisi asal Pupuan ini. Dia berharap Dinas Pendidikan Tabanan bisa terbuka dengan adanya kerusakan bangunan sekolah. Sebab, DPRD bisa mengawal untuk mengalokasikan anggaran perbaikan. Selama ini, katanya, laporan yang disampaikan kepada DPRD selalu baik dan tak ada sekolah yang rusak. Kenyataannya, masih ada siswa yang belajar di teras. Hal senada dilontarkan anggota DPRD lainnya, Ida Bagus Kade Adnyana Suryawan. Pria ini menegaskan, idealnya pemkab sejak dulu memprioritaskan pembangunan sekolah tersebut, sehingga para siswa bisa belajar dengan nyaman. Sementara itu, Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tabanan Putu Santika mengklarifikasi, pembangunan gedung SDN 2 Senganan masih dalam proses relokasi. Karena letak sekolah yang kurang aman dan nyaman untuk proses belajar-mengajar, warga sepakat melakukan relokasi ke tempat lain. Pemkab sedang menunggu jawaban dari pemerintah pusat dari proposal yang telah diusulkan. Pasalnya, satu proyek pembangunan tidak bisa dibiayai lebih dari satu sumber pendanaan. Kata Santika, tanah untuk relokasi sudah disiapkan Desa Pakraman Pagi dengan SK Bendesa No. 02/AP/XI/2006. Lokasinya sudah disiapkan sejak tahun 2006 lalu. “Kami akan kawal proposal pembangunan ke Kementerian Pendidikan Nasional, sehingga lebih cepat mendapat jawaban. Masyarakat kami minta bersabar,” jelasnya. Jika pusat tak memenuhi proposal No. 900/331/Disdikpora tertanggal 15 Februari 2012 tentang Usulan Block Grant Pembangunan RKB/RBL dan Rehab RB-SD tersebut, pihaknya akan mengusulkan dana dari sumber lain yang resmi. Di antaranya, DAK dan penanggulangan bencana. “Bangunan SD tersebut ada yang rusak karena umur, dan akibat bencana angin ribut belum lama ini,” jelasnya. Ditambahkan, untuk menghindari siswa belajar di lantai, langkah awal adalah menyekat ruang kelas. Keputusan ini sudah dikoordinasikan dengan Kepala Desa dan Camat, termasuk kasek. Diberitakan sebelumnya, siswa kelas II SDN 2 Senganan, terpaksa belajar di lantai teras sekolah akibat gedungnya rusak. 

Curi Susu di Minimarket Seorang Pemuda Tertangkap, Dua Buron Semarapura
Jajaran Polres Klungkung kini mengejar dua orang dari tiga pelaku pencurian susu di minimarket Cahaya Melati Grosir di Galiran, Klungkung. Ketiganya terekam CCTV yang terpasang di minimarket tersebut. Hanya, karyawan minimarket hanya berhasil menangkap seorang di antaranya, sedangkan dua lainnya melarikan diri. Kasusnya dilaporkan ke polisi dengan harapan polisi menanganinya lebih lanjut. Sebagaimana laporan di Subag Humas Polres Klungkung, disebutkan pencurian di Cahaya Melati terjadi pukul 14.00 wita, Selasa (1/5) lalu. Kasusnya dilaporkan oleh Putu Wesnawa (46) yang beralamat di Jalan Darmawangsa, Pande Kota dan saksi Nengah Trandika (19) asal Banjar Tengah, Tangkas, Klungkung yang merupakan karyawan Cahaya Melati. Dalam laporannya disebutkan, Trandika melihat di monitor CCTV ada tiga pengunjung Cahaya Melati yang mengambil susu kotak, kemudian memasukkannya ke dalam kantong celana yang dikenakan. Trandika pun menunggu di depan kasir. Hanya, ketiganya tidak membayar dan hendak ngeloyor pergi. Trandika mengamankan seorang di antaranya dan menggeledah celana pelaku akhirnya ditemukan susu kotak tersebut. Sedangkan dua lainnya kabur. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi. Seorang pelaku yang tertangkap tangan, juga diserahkan ke polisi. Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Made Sudanta membenarkan ada pengaduan tentang pencurian di minimarket itu. Dikatakan, polisi sudah menahan seorang tersangka yang tertangkap tangan yakni seorang pemuda asal Batu, Malang, RD. Polisi, kata Sudanta, sedang melakukan pengembangan terhadap dua pelaku lain. Polisi melakukan pengejaran terhadap keduanya dengan berbekal rekaman CCTV yang sudah dipegang. 


Warga Dukuh Berharap Bantuan Air Bersih dan Bedah Rumah Amlapura
Warga Dukuh, Kubu, Karangasem berharap ada bantuan air bersih. Selain air bersih, warga setempat juga berharap ada bantuan bedah rumah. Demikian disampaikan Perbekel Desa Dukuh Nengah Arka, Kamis (3/5) kemarin di Kubu. ‘’Selain air bersih yang mendesak, juga bantuan bedah rumah,’’ ujarnya. Arka mengatakan, tiap musim kemarau panjang warganya yang sebagian besar tinggal di pegunungan selalu krisis air bersih. Soalnya, jaringan air bersih di desa ini belum tersedia. Sumber mata air juga tak ada di desa tandus itu. Selama ini warga yang memiliki cubang, memanfaatkan air hujan untuk memasak, minum sampai mencuci. Untuk saat ini karena baru usai musim hujan persediaan air hujan di dalam cubang masih setengah lebih dan itu diperkirakan cukup untuk dua sampai tiga bulan ke depan. Namun kalau cubang penduduk sudah kering, warga terpaksa membeli air bersih per mobil tangki isi 8.000 liter harganya berkisar Rp 100 ribu tergantung dari jarak dan lokasi jalan menuju rumah pembeli air. Harapan Arka sejalan dengan salah seorang warganya di Banjar Bahel, Wayan Parda. Petani itu sangat berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten maupun Pemprov Bali, sehingga ada bantuan jaringan air bersih ataupun embung. Soalnya, potensi di desa setempat selain pertanian lahan kering juga ternak sapi. Terutama pada musim kemarau, warga kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehar-hari dan untuk minum ternak. Arka mengatakan, sebenarnya pihak desa sudah menyiapkan lokasi embung sejak beberapa tahun lalu. Pihaknya juga sudah menyampaikan proposal kepada Bupati Karangasem. Bahkan, proposal usulan embungnya sudah lebih dulu diajukan dibandingkan proyek embung di Baturinggit maupun di Muntig. ‘’Proposal sudah kami ajukan. Tetapi entah kenapa di Baturinggit dan Muntig lebih duluan mendapat embung. Padahal kami sudah siap dengan lahan secukupnya di Legundi, di kaki Gunung Agung,’’ papar Arka. Warga lainnya, Nengah Wati (65) dan istrinya Luh Wati (63), mengatakan dia sangat membutuhkan bantuan bedah rumah. Wati sudah lama tidak kuat berjalan, bahkan saat penyakitnya kumat dia tak bisa berjalan. Kedua kakinya bengkak. Sementara istrinya Luh Wati juga sudah menderita buta sejak sekitar 10 tahun lalu. Meski begitu, sebagai petani miskin dan anaknya juga miskin, dia tetap bekerja agar bisa makan. Dia membuka warung kecil di depan gubuknya yang berlantai tanah dan berdinding pelepah pohon lontar di Bahel. ‘’Kami sangat membutuhkan bedah rumah, karena kami tak memiliki apa-apa,’’ ujar Nengah Wati. Nengah Arka mengatakan, pihaknya memang sudah membuat laporan atau menyampaikan usulan bedah rumah untuk 130 KK. Dari total rumah tangga miskin (RTM) di desanya mencapai 187 KK, dari total seluruh KK di tiga banjar dan tiga banjar persiapan 789 KK. ‘’Warga kami terpencar di enam banjar termasuk tiga banjar persiapan, terutama yang di Dukuh sampai permukiman di kaki Gunung Agung,’’ paparnya. Selama ini, lanjut Arka, meski sudah mengusulkan, tetapi belum ada bantuan bedah rumah. Bantuan cubang ada empat masing-masing dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura atau Dinas Hutbun Karangasem. Namun cubang itu untuk kelompok tani digunakan penyiraman tanaman mete. Dari bantuan itu, masih sangat jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih ratusan KK warga.

itu aja tadi berita hari ini edisi 04 mei 2012 yang ada diseputaran bali, yang pastinya paling uppdate...
moga bisa bermanfaat bagi para pembaca semua ,,, slam dari bayu parwata








setelah baca postingan q tadi yuk,,, poskan komentar.uuuu.!!!!!

0 Response to "berita terkini dibali edisi 04 Mei 2012"

Posting Komentar

Catatan:
1. Berkomentarlah dengan bahasa yg jelas dan mudah dimengerti.
2. Untuk menyisipkan gambar gunakan kode [img]Tulis URL gambar di sini[/img]
3. Untuk menyisipkan video gunakan kode [youtube]Tulis URL Video Youtube di sini[/youtube]
4. Untuk melihat kumpulan emoticon klik tombol emoticon dibawah ini.
Emoticon

Google+ Followers

Bagaimanakah web murah hati menurut anda?