Patologi Sifilis








SIFILIS.

A. Definisi.
Sfilis sering disebut sebagai penyakit “Raja singa”. Penyakit ini disebabkan oleh sejenis bakteri yang bernama Treponema Pallidum. Bateri ini berasal dari family spirochaetacea, memiliki ukuran yang sangat kecil dan dapat hidup diseluruh bagian tubuh.

B. Etiologi.
Bakteri ini masuk kedalam tubuh manusia melalui selaput lendir vagina, mulut atau kulit. spirochaetacea ini penyebab spilis yang dapat ditularkan dari satu orang keorang yang lain melalui hubungan genitor-genetalia maupun oro-genital. Infeksi ini juga dapat ditularkan oleh seorang ibu kepada janinnya selama masa kehamilan.

C. Gambaran Klinik.
Gejala biasanya timbul dalam kurun waktu 1-13 minggu setelah terinfekksi, rata – rata 3-4 minggu. infeksi ini bisa menetap selama bertahun-tahun dan jarang menyebabkan kerusakan jantung, otak maupun kematian.
Infeksi oleh Treponema Pallidum berkembang melalui 4 tahapan:
1. Fase Primer.
Terbentuk luka atau ulkus yang tidak nyeri.pada tempat yang terinfeksi, yang tersering adalah : penis,vulva dan vagina. Cancre juga bisa ditemukan di usus,rectum, bibir, lidah, tenggorokan, leher rahim, jari-jari tangan atau bagian tubuh lainnya. Luka tersebut tidak mengeluarka darah tetapi jika digaruk akan mengeluarkan cairan jernih yang sangat menular. Kelenjar getah bening terdekat biasanya akan membesar,juga tanpa disertai rasa nyeri. Luka tersebut hanya menyebabkan sedikit gejala seringkali tidak dihiraukan. Luka biasanya membaikdalam kurun waktu 3-12 minggu dan sesudahnya penderita tampak sehat secara keseluruhan.

2. Fase Skunder.
Fase sekunder biasanya dimulai denga ruam kulit, yang muncul dalam waktu 6-12 minggu setelah terinfeksi. Ruam ini berlangsung hanya sebentar atau selama beberapa bulan. Meskipun tidak diobati, ruam ini akan menghilang. Tetapi beberapa minggu atau bulan kemudian akan muncul ruam yang baru. Pada fase sekunder sering ditemukan luka di mulut, kelenjar getah bening diseluruh tubuhnya, peradangan diorgan- organ tubuh. didaerah perbatasan kulit dan selaput lendir serta dikulit yang lembab, bisa terbentuk daerah yang menonjol ( kondiloma lata). Gejala lainnya adalah merasa tidak enak badan, kehilangan nafsu makan, mual, leleh, demam dan anemia.

3. Fase Laten.
Setelah penderita sembuh dari fase sekunder, penyakit akan memasuki fase laten dimana tidak Nampak gejala sama sekali. fase ini berlangsung bertahun- tahun atau berpuluh- puluh tahun atau bahkan sepanjang hidup penderita. pada awal fase laten kadang luka yang infeksius kembali muncul.

4. Fase Tersier.
Pada fase tersier penderita tidak lagi menularkan penyakitnya. Gejala berpariasi mulai ringan sampai sangat parah.

D. Diagnosis.
Diagnose ditegakkan berdasarkan gejala- gejala klinisnya, serta dengan pemeriksaan laboratorium. Pada fase primer atau sekuder, diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopisterhadap cairan dari lukadikulit atau dimulut. bisa juga digunakan pemeriksaan antibody pada contoh darah. Untuk neurospilis dilakukan pungsi lumbal guna mendapatkan contohcairan serebrospinal. Pada fase tersier, diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan antibody.

E. Penatalaksanaan.
Obat pilihan:
Benzatin Penisilina G dengan dosis tergantung stadium.
Stadium I dan II : 4,8 Juta unit.
Stadium laten : 7,2 juta.
Diberikan injeksi secara Intramuskuler 2,4 juta unit / kali dengan interval 1 minggu.

Obat alternative:
Tetrasiklin 500 mg 4 x sehari atau,
Eritromisin 500 mg 4 x sehari.

Lama pengobatan 30 hari ( stadium I dan II )atau waktu yang lebih lama untuk stadium laten.
Valuasi test serologis ( VDRL ):
1 bulan setelah pengobatan selesai, ulangi tets serologis sfilis (TSS).
a. Titer turun : tidak diberikan pengobatan lagi.
b. Titer naik ; pengobatan ulang.
c. Titer tetap : Observasi 1 bulan.
1 bulan setelah titer tetap:
a. Titer turun : tidak diberi pengobatan.
b. Titer naik atau tetap ; pengobatan ulang.
Pemantauan TSS ( Tes Serologi Sifilis):
Pada bulan I, II, III, XII dan setiap 6 bulan pada tahun kedua.
Pencegahan dan pendidikan.
~ Edukasi tentang penyakit, cara penularan, cara pencegahan dan pengobatan.
~ Sedapat mungkin penanganan pasangan seksualnya.

0 Response to "Patologi Sifilis"

Poskan Komentar

Catatan:
1. Berkomentarlah dengan bahasa yg jelas dan mudah dimengerti.
2. Untuk menyisipkan gambar gunakan kode [img]Tulis URL gambar di sini[/img]
3. Untuk menyisipkan video gunakan kode [youtube]Tulis URL Video Youtube di sini[/youtube]
4. Untuk melihat kumpulan emoticon klik tombol emoticon dibawah ini.
Emoticon

Google+ Followers

Bagaimanakah web murah hati menurut anda?