Patologi Gastro enteritis





































 5. Penyakit Gastro Enteritis.

a. Definisi
Gastro Enteritis.Adalah radang pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare, dengan atau tanpa disertai muntah, dan sering kali disertai peningkatan suhu tubuh.
Diare yang dimaksudkan adalah buang air besar berkali-kali (dengan jumlah yang melebihi 3 kali, dan bentuk Faeses yang cair, dapat disertai dengan darah atau lendir.

b. Etiologi.
1) Makanan dan Minuman
- kekurangan zat gizi; kelaparan (perut kosong) apalagi bila perut kosong dalam waktu yang cukup lama, kemudian diisi dengan makanan dan minuman dalam jumlah banyak pada waktu yang bersamaan, terutama makanan yang berlemak, terlalu manis, banyak serat atau dapat juga karena kekurangan zat putih telur.
- Tidak tahan terhadap makanan tertentu (Protein, Hidrat Arang, Lemak) yang dapat menimbulkan alergi.
- Keracunan makanan

2) Infeksi atau Investasi Parasit
Bakteri, virus, dan parasit yang sering ditemukan:
- Vibrio Cholerae, E. coli, Salmonella, Shigella, Compylobacter, Aeromonas.
- Enterovirus (Echo, Coxsakie, Poliomyelitis), Adenovius, Rotavirus, Astovirus.
- Beberapa cacing antara lain: Ascaris, Trichurius, Oxyuris, Strongyloides, Protozoa seperti Entamoeba Histolytica, Giardia lamblia, Tricomonas Hominis.

3) Jamur (Candida Albicans)

4) Infeksi diluar saluran pencernaan yang dapat menyebabkan Gastroenteritis adalah: Encephalitis (radang otak), OMA (Ortitis Media Akut radang dikuping), Tonsilofaringitis (radang pada leher tonsil), Bronchopeneumonia (radang paru).

5) Faktor Lingkungan
Kebersihan lingkungan tidak dapat diabaikan. Pada musim penghujan, dimana air membawa sampah dan kotoran lainnya, dan juga pada waktu kemarau dimana lalat tidak dapat dihindari apalagi disertai tiupan angin yang cukup besar, sehingga penularan lebih mudah terjadi. Persediaan air bersih kurang sehingga terpaksa menggunakan air seadanya, dan terkadang lupa cuci tangan sebelum dan sesudah makan.


c. Tanda dan gejala:
Radang pada saluran cerna dapat menyebabkan:
1) peningkatan suhu tubuh,
2) diare dengan berbagai macam komplikasi yaitu dehidrasi, baik ringan, sedang atau berat. Selain itu diare juga menyebabkan :
• berkurangnya cairan tubuh (Hipovolemik),
• kadar Natrium menurun (Hiponatremia),
• kadar gula dalam tubuh turun (Hipoglikemik), sebagai akibatnya tubuh akan bertambah lemas dan tidak bertenaga yang dilanjutkan dengan penurunan kesadaran, bahkan dapat sampai kematian. Kondisi seperti ini akan semakin cepat apabila diare disertai dengan muntah-muntah, yang artinya pengeluaran cairan tidak disertai dengan masukkan cairan sama sekali.
Pada keadaan tertentu, infeksi akibat parasit juga dapat menyebabkan perdarahan.
Kuman mengeluarkan racun diaregenik yang menyebabkan hipersekresi (peningkatan volume buangan) sehingga cairan menjadi encer,terkadang mengandung darah dan lendir.

d. Patofisiologi.
Bakteri masuk ke GI organisme melepas toksin akibatnya timbul peradangan lalu terjadi diare dan motalitas usus meningkat sekresi cairan dan elektrolit ke usus halus. Bakteri masuk kemudian penetrasi di usus maka terjadi detruksi, ulcerasi akibatnya diare lalu peristaltic meningkat.
Bakteri mencapai mokusa merusak vili usus terjadi malarsorbsi kemudian peristaltic meningkat lalu diare

e. Gejala :
• Mialgia dan kelemahan
• Sakit kepala,
• Nyeri perut dan kembung
• Kadang-kadang demam hingga suhu tubuh mencapai 40 0C
• Mual,muntah.
• diare dengan berbagai macam komplikasi yaitu dehidrasi, baik ringan, sedang atau berat. Selain itu diare juga menyebabkan :
~ Diare yang berlangsung lama (berhari-hari atau berminggu-minggu) baik secara menetap atau berulang  panderita akan mengalami penurunan berat badan.
~ berkurangnya cairan tubuh (Hipovolemik),
~ kadar Natrium menurun (Hiponatremia),
~ kadar gula dalam tubuh turun (Hipoglikemik), sebagai akibatnya tubuh akan bertambah lemas dan tidak bertenaga yang dilanjutkan dengan penurunan kesadaran, bahkan dapat sampai kematian. Kondisi seperti ini akan semakin cepat apabila diare disertai dengan muntah-muntah, yang artinya pengeluaran cairan tidak disertai dengan masukkan cairan sama sekali.
Pada keadaan tertentu, infeksi akibat parasit juga dapat menyebabkan perdarahan.
Kuman mengeluarkan racun diaregenik yang menyebabkan hipersekresi (peningkatan volume buangan) sehingga cairan menjadi encer, terkadang mengandung darah dan lendir.
• Berak kadang bercampur dengan darah, tinja yang berbuih atau berlendir.
• Suara usus hiperaktif.
• Dapat disertai dehidrasi dengan tanda-tanda: Turgor kulit turun, membran mokusa kering, hipotensi, oliguri sampai terjadi shock.

Derajat Dehidrasi:
a) Dehidrasi ringan :
Turgor kulit menurun,Takhikardi, Haus Defisit cairan 2-5 %

b) Dehidrasi sedang:
Turgor kulit turun, hipotensi, takikardi, nadi lemah, sangat haus, defisit 5 – 8 %

c) Dehidrasi berat:
Turgor kulit sangat menurun, hipotensi, stupor sampai koma, mata cowong, nadi lemah sampai tak teraba, sianosis ujung ektermitas, renjatan/shock, defisit cairan 8–10 %

f. Pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis.
1) Laboratoris (pemeriksaan darah)
Peningkatan LED (pada penyakit Chron dan kolitis). Anemia terjadi pada penyakit malabsorbsi. Di jumpai pula hipokalsemia dan avitaminosis D, peningkatan serum albumin, fosfatase alkali dan masa protrombin pada penderita dengan malabsorbsi. Penuruna jumlah serum albumin pada pnderita penyakit chron.
2) Radiologis
Barrium Foloow through  penyakit chron.
Barrium enema  skip lession, spasme pada sindroma kolon iritable.
3) Kolonoskopi
Pemeriksaan ini di anjurkan pada pasien yang menderita peradangan kolon.

g. Penatalaksanaan
1) Pemberian cairan.
Pemberian cairan merupakan tindakan awal yang dapat dilakukan. Sebaiknya diberikan cairan yang mengandung elektrolit atau yang dikenal sebagai Oralit.
Kecepatan pemberian cairan terutama pada 6 jam pertama berguna untuk mengatasi cairan yang keluar dan mencegah terjadinya dehidrasi ( kekurangan cairan). Pemberian cairan dihentikan bila jumlah diare dalam 6 jam terakhir kurang dari 200 cc dan tanda-tanda dehidrasi sudah hilang.
Tanda – tanda dehidrasi seperti: turgor kulit jelek, mulut kering, haus, tekanan darah rendah, denyut nadi lemah, keasadaran menurun dll.

1) Pemberian makanan
Selama pemberian cairan, makanan cair seperti bubur cair, kaldu, atau bubur saring boleh diberikan, tetapi sayur (serat) dapat diberikan apabila keadaan akut sudah teratasi dan pemberian serat dapat diberikan secara bertahap sampai dengan pemberian makanan biasa.

2) Pemberian obat
Bila gastroenteritis disebabkan oleh infeksi atau investasi parasit, maka diperlukan pemberian obat, segera ke puskesmas, ke dokter, atau ke Rumah Sakit untuk pengobatan dan penanganan selanjutnya
Umunya pengobatan diberikan:
• Antibiotik: Tetrasiklin 250- 500 mg 3 – 4 x sehari atau ciprofloxacin 250 -500 mg 3 x sehari.
• Symptomatis :
Demam : Paracetamol 500 mg, 3 kali sehari,
Mual – muntah: Metokloprofamid ( Vosea ) 3 x 1 tablet / hari.
• Rehidrasi:
Oral: Oralit ad libitum.atau minum Larutan Rumah tangga:air tajin, soup dll.
IVF: bila sudah terjadi dehidrasi Infus biasanya NaCl 0,9%,dan RL, masing-masing 20 tetes /menit.

h. Tips menghindari Gastoenteritis
1) menggunakan air bersih dan santasi yang baik.
2) memasak makanan dan air minum hingga matang.
3) mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan.
4) menghindari makanan yang telah tekontaminasi oleh lalat.
5) tidak mengkonsumsi makanan yang basi.
6) menghindari makanan yang dapat menimbulkan diare.
7) makan dan minum secara teratur.

0 Response to "Patologi Gastro enteritis"

Posting Komentar

Catatan:
1. Berkomentarlah dengan bahasa yg jelas dan mudah dimengerti.
2. Untuk menyisipkan gambar gunakan kode [img]Tulis URL gambar di sini[/img]
3. Untuk menyisipkan video gunakan kode [youtube]Tulis URL Video Youtube di sini[/youtube]
4. Untuk melihat kumpulan emoticon klik tombol emoticon dibawah ini.
Emoticon

Google+ Followers

Bagaimanakah web murah hati menurut anda?