Patologi Gagal ginjal kronik





GAGAL GINJAL KRONIK

A. PENGERTIAN Gagal Ginjal Kronik (GGK)
Gagal Ginjal Kronis (GGK) adalah keadaan klinis dengan Laju Filtrasi Glomerolus < 50 ml/menit yang ditandai oleh gangguan pertumbuhan dan kelainan metabolic serta biasanya diikuti oleh penurunan faal ginjal yang progresif. (Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UI, 1997)


B.PATOFISIOLOGI :
Penurunan GFRPenurunan GFR dapat dideteksi dengan mendapatkan urin 24 jam untuk pemeriksaan klirens kreatinin. Akibt dari penurunan GFR, maka klirens kretinin akan menurun, kreatinin dan nitrogen akan meningkat,
Blood Urea Nitrogen (BUN) juga akan meningkat. maslah muncul pada gagal ginjal sebagai akibat dari penurunan jumlah glumeruli yang berfungsi, yang menyebabkan penurunan klirens (substansi Retensi cairan dan darah yang seharusnya dibersihkan oleh ginjal)
Ginjal kehilangan kemampuan untuk mengkonsentrasikan atau mengencerkan urin secara normal. Terjadi penahanan cairan dan natrium; meningkatkan resiko terjadinya edema, gagal jantung kongestif dan Anemia
Anemia terjadi sebagai akibat dari produksi eritropoetin yang tidak adequate, memendeknya usia sel darah merah, defisiensi nutrisi, dan kecenderungan untuk terjadi perdarahan. Ketidakseimbangan status uremik pasien, terutama dari saluran GI. kalsium dan fosfat.
Kadar serum kalsium dan fosfat tubuh memiliki hubungan yang saling timbal balik, jika salah satunya meningkat, yang lain akan turun. Dengan menurunnya GFR, maka terjadi peningkatan kadar fosfat serum dan sebaliknya penurunan kadar kalsium. Penurunan kadar kalsium ini akan memicu sekresi paratormon, namun dalam kondisi gagal ginjal, tubuh tidak berespon terhadap peningkatan sekresi parathormon, akibatnya kalsium di tulang menurun menyebabkab perubahan pada tulang dan Penyakit tulang uremik (osteodistrofi) ( SmeltzerC, Suzanne, 2002 hal 1448)

C. MANIFESTASI KLINIK
Kardiovaskuler:
- Hipertensi
- Pitting edema
- Edema periorbital
- Pembesaran Pulmoner- KrekelS
- Nafas dangkal dan Kusmaul- Sputum kental dan liat,Nafas berbau amonia

Gastrointestinal
- Anoreksia, mual dan muntah
- Perdarahan saluran GI
- Konstipasi / diare
- Ulserasi dan perdarahan pada mulut
Muskuloskeletal
- Kram otot Integumen
- Kehilangan kekuatan otot
- Fraktur tulang - Foot drop
Integumen
- Warna kulit abu-abu mengkilat
- Kulit kering, bersisik
- Pruritus
- Ekimosis
- Kuku tipis dan rapuh
- Rambut tipis dan kasar

Reproduksi
- Amenore
- Atrofi testis .

D. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK.
1. URIN
- Volume: biasanya kurang dari 400ml/24 jam atau tak ada (anuria)
- Warna: secara abnormal urin keruh kemungkinan disebabkanoleh pus, bakteri, lemak, fosfat atau urat sedimen kotor, kecoklatan menunjukkkan adanya darah, Hb, mioglobin.
- Berat jenis: kurang dari 1,010 menunjukkn kerusakan ginjal berat
- Osmoalitas: kurang dari 350 mOsm/kg menunjukkan kerusakan ginjal tubular dan rasio urin/serum sering 1:1
- Klirens kreatinin: mungkin agak menurun
- Natrium:lebih besar dari 40 mEq/L karena ginjal tidak mampu mereabsorbsi natrium
- Protein: Derajat tinggi proteinuria (3-4+) secara kuat menunjukkkan kerusakan glomerulus .


1. DARAH
- BUN/ kreatinin: meningkat, kadar kreatinin 10 mg/dl diduga tahap akhir
- Ht : menurun pada adanya anemia.
- Hb biasanya kurang dari 7-8 gr/dl
- SDM: menurun, defisiensi eritropoitin

2. Analisa Gas Darah :asidosis metabolik, ph kurang dari 7,2
- Natrium serum : rendah
- Kalium: meningkat
- Magnesium;- Meningkat
- Kalsium ; menurun
- Protein (albumin) : menurunc. Osmolalitas serum: lebih dari 285 mOsm/kgd.

3. Pielogram retrograd: abnormalitas pelvis ginjal dan uretere.
4. Ultrasono ginjal : menentukan ukuran ginjal dan adanya masa , kista, obstruksi pada saluran perkemihan bagian atasf.
5. Endoskopi ginjal, nefroskopi: untuk menentukan pelvis ginjal, keluar batu, hematuria dan pengangkatan tumor selektifg.
6. Arteriogram ginjal: mengkaji sirkulasi ginjal dan mengidentifikasi ekstravaskular, masah.
7. EKG: ketidakseimbangan elektrolit dan asam basa

E. PENATALAKSANAAN
1. Dialisis
2. Cegah infeksi dengan menjaga personal hygiene dan pemberian antibiotic profilaksi oleh dokter.
3. Tingkatkan status nutrisi
4. Kendalikan perdarahan dan anemia
5. Lakukan dialysis
6. Transplantasi ginjal
7. Obat-obatan: anti hipertensi, suplemen besi, agen pengikat fosfat, suplemen kalsium, furosemid
8. Diit rendah uremi .


F. KOMPLIKASI
1. Hiperkalemia
2. Perikarditis, efusi.
3. Hipertensi
4. Anemia
5. Penyakit tulang.

0 Response to "Patologi Gagal ginjal kronik"

Poskan Komentar

Catatan:
1. Berkomentarlah dengan bahasa yg jelas dan mudah dimengerti.
2. Untuk menyisipkan gambar gunakan kode [img]Tulis URL gambar di sini[/img]
3. Untuk menyisipkan video gunakan kode [youtube]Tulis URL Video Youtube di sini[/youtube]
4. Untuk melihat kumpulan emoticon klik tombol emoticon dibawah ini.
Emoticon

Google+ Followers

Bagaimanakah web murah hati menurut anda?