Gya Pacaran Anak Muda di BALI


GAYA pacaran remaja di Bali bisa dikatakan sudah mulai terbuka dan nyerempet bahaya. Buktinya sejumlah pasangan yang belum matang secara ekonomis untuk menikah sudah melangsungkan perkawinan.

Ini semua akibat gaya hidup pacaran mereka sudah meniru ala Barat. Makanya banyak juga yang memilih aborsi alias menggugurkan kandungan akibat seks bebas. Buktinya di sejumlah daerah ditemukan siswi hamil sebelum mengikuti UN.

Hubungan seks di luar nikah membawa cukup banyak dampak negatif bagi diri pelaku maupun lingkungan sekitar. Mulai dari kemungkinan tertular penyakit, hingga kehamilan di luar nikah.

Hal ini juga berdampak pada tingginya tingkat aborsi. Padahal perbuatan aborsi, juga memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan perempuan. Berikut risiko yang terjadi jika melakukan aborsi, khususnya remaja:

1. Kematian karena terlalu banyak pendarahan.

2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.

3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius di sekitar kandungan.

4. Sobeknya rahim (Uterine Perforation).

5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.

6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita).

7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer).

8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer).

9. Kanker hati (Liver Cancer).

10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.

11. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)

12. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy).

13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis).

14. Infeksi alat reproduksi karena melakukan kuretase (secara medis) yang dilakukan secara tak steril. Hal ini membuat remaja mengalami kemandulan di kemudian hari setelah menikah.

15. Pendarahan sehingga remaja dapat mengalami shock akibat pendarahan dan gangguan neurologist. Selain itu pendarahan juga dapat mengakibatkan kematian ibu maupun anak atau keduanya.

16. Risiko terjadinya reptur uterus atau robeknya rahim lebih besar dan menipisnya dinding rahim akibat kuretase.

17. Terjadinya fistula genital traumatis, yakni suatu saluran atau hubungan antara genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan yang secara normal tidak ada.

Nah, akibatnya cukup menyeramkan? Tidak ada yang enak, kan, makanya jangan melakukan hubungan seks di luar nikah?!


0 Response to "Gya Pacaran Anak Muda di BALI"

Posting Komentar

Catatan:
1. Berkomentarlah dengan bahasa yg jelas dan mudah dimengerti.
2. Untuk menyisipkan gambar gunakan kode [img]Tulis URL gambar di sini[/img]
3. Untuk menyisipkan video gunakan kode [youtube]Tulis URL Video Youtube di sini[/youtube]
4. Untuk melihat kumpulan emoticon klik tombol emoticon dibawah ini.
Emoticon

Google+ Followers

Bagaimanakah web murah hati menurut anda?